Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Minta Maaf


" Apa, bagaimana bisa Jenderal Valdo ada disini. Apakah Kak Ivan yang mengundang nya." Batin Fani terkejut ketika melihat bahwa Valdo sudah ada di rumah Olivia.


" Apa yang sebenarnya terjadi disini, kenapa Jenderal Valdo ada disini dan kenapa Olivia baik baik saja dengan kedatangan Jenderal Valdo." Batin Laura yang merasa aneh sekaligus heran dengan suasana saat itu.


" Eh Valdo ternyata kau sudah kemari, Olivia baru saja ingin memanggil mu," ujar Ivan yang melihat Valdo datang.


" Aku mendengar suara seseorang yang sangat familiar, maka dari itu aku datang ingin melihat siapa dia dan ternyata itu adalah Fani dan Laura."


" Ohh aku memanggil mereka berdua untuk datang, jadi maafkan aku karena tidak memberitahu mu ya Olivia," ucap Ivan melihat ke arah Olivia dan meminta maaf kepadanya.


" Iya tidak apa apa Kak aku mengerti, aku juga ingin berbicara dengan mereka dan juga ada satu orang lagi yang ingin berbicara dengan mereka dan bertemu dengan mereka berdua," kata Olivia sembari melirik ke arah Valdo berada.


" Baiklah kita sebaiknya jangan terus berdiri disini, makan malamnya sudah siap jadi ayo kita ke meja makan untuk makan malam bersama," ujar Ivan memindahkan topik dan mengajak Fani Laura Olivia dan juga Valdo untuk ke meja makan.


Mereka semua berjalan ke arah meja makan untuk makan malam bersama. Setelah selesai makan malam bersama Ivan Jefri dan juga Valdo pergi ke ruang tamu, begitupun dengan Chika Fani dan Laura yang ikut pergi ke ruang tamu. Sedangkan Olivia dan Anggi sedang mencuci piring sehabis mereka makan tadi.


Di ruang tamu Valdo yang ingin berbicara sesuatu kepada Ivan langsung mengajak Ivan berbicara. " Senior Ivan … saya ingin berbicara sesuatu kepada anda," ucap Valdo memulai pembicaraan.


" Apa yang ingin kah bicarakan?" tanya Ivan ke Valdo.


" Ini mengenai kejadian kemarin, aku ingin membicarakan nya kepada senior. Jadi apakah kita bisa berbicara?"


" Ohh baiklah, kalau begitu ayo kita berbicara di ruangan kerja ku," jawab Ivan yang berdiri dan mengajak Valdo untuk mengikuti nya ke ruang kerjanya. Sedangkan di ruang tamu hanya tersisa Laura Fani jefri dan Chika.


" Heh, semangat lah Valdo … tidak mudah membuat Ivan menjadi orang baik," ujar Jefri memberi semangat kepada Valdo dengan nada suara yang pelan.


" Kak Jefri apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Jenderal Valdo ada disini dan kenapa bisa dia sangat dekat dengan Olivia?" tanya Laura yang keheranan melihat tingkah laku Olivia yang biasa biasa saja ketika melihat Valdo.


" Ohh apakah kalian tidak tau, sebenarnya Valdo dan Olivia sudah berbaikan bahkan Olivia sudah menjadi orang yang sangat baik tapi aku masih belum mencoba bagaimana reaksinya jika aku mengungkit tentang hal itu kembali."


" Apa maksud Kakak!" sontak Fani kaget mendengar perkataan Jefri.


" Emm sederhana saja, sebenarnya aku ada memberitahukan sesuatu kepada Valdo tentang bagaimana cara untuk membuat Olivia agar melupakan masa lalunya."


" Apa … tidak mungkin!" tegas Olivia tidak percaya dengan yang Jefri katakan.


" Siapa yang mengatakan bahwa itu tidak mungkin, itu mungkin - mungkin saja. Sekarang sudah terbukti bahwa itu semua mungkin terjadi, Olivia bahkan ingin melupakan masa lalunya yang kelam itu, itu semua berkat dorongan dari kita yang tak pernah ingin membuat nya terus bangkit."


Tiba-tiba Olivia dan Anggi datang dan melihat kalau tidak ada Ivan dan Valdo di situ. " Di mana Ivan dan dimana juga Valdo, aku tidak melihat mereka, dimana mereka?" tanya Anggi kepada Jefri Laura dan Fani yang berada di situ.


" Apa yang sedang kakak bicarakan." Batin Olivia yang bertanya-tanya tentang apa yang sedang kakaknya dan juga Valdo bicarakan.


Chika pun berlari menuju Anggi. " Ibu Chika ngantuk, Chika ingin tidur … jadi temani Chika tidur ya," ujar Chika memeluk Anggi sembari mengusap mata nya yang mengantuk.


Anggi pun pergi membawa Chika yang mengantuk ke tempat tidur, sedangkan Olivia yang masih merasa bersalah atas perbuatan nya kepada Fani dan Laura, ingin meminta maaf.


" Fani Laura … bisakah kalian ikut ke kamar ku? aku ingin membicarakan sesuatu kepada kalian," pinta Olivia kepada Fani dan Laura untuk ikut ke kamar Olivia.


" Oh iya. Kalau begitu kami permisi sebentar ya kak Jefri, maaf meninggalkan mu sendiri di ruang tamu ini," ujar Fani mengangguk kemudian pamit kepada Jefri untuk pergi sebentar dengan Olivia.


" Ya tidak apa, aku tau mungkin ada sesuatu hal yang ingin kalian bicarakan bertiga, jadi tidak apa apa." Jefri mempersilahkan mereka untuk pergi dan memaklumi nya.


Kemudian Fani Laura dan Olivia pergi meninggalkan Jefri sendiri di ruang tamu dan berjalan menuju kamar Olivia, tidak berapa lama Valdo dan Ivan keluar dari ruangan kerja Ivan. Sontak Ivan yang melihat Jefri sendiri ia pun bertanya kemana perginya Laura Fani dan Chika.


" Kenapa kau sendirian Jefri, kemana Fani Laura dan Chika?" tanya Ivan yang baru saja datang.


" Ohh … jika kau bertanya tentang Chika, Anggi membawanya ke kamar untuk tidur karena ia sudah mengantuk. Sedangkan Laura dan Fani, Olivia membawa mereka ke kamar nya untuk membicarakan sesuatu, jadi mereka meninggalkan aku sendirian disini," jawab Jefri menjelaskan kepada Ivan.


" Kasihan sekali kau ditinggal sendirian." Ivan tertawa kecil melihat temannya itu yang di tinggal sendirian di ruang tamu.


" Tidak, tidak masalah … aku tidak masalah di tinggal sendiri untuk kepentingan pribadi kalian masing-masing dan hal-hal yang mendesak."


" Ohh … apakah ia sedang meminta maaf kepada Laura dan Fani atas perlakuan nya yang tidak sopan kemarin. Huhh bagus lah kalau begitu." Batin Valdo merasa lega mendengar perkataan dari Jefri.


Beralih ke Olivia yang sedang berbicara dengan Fani dan Laura di kamarnya. " Fa- Fani La- Laura … aku minta maaf, maafkan aku atas perbuatan ku waktu itu," ujar Olivia meminta maaf kepada Fani dan Laura dengan kepala yang sedikit menunduk.


" Apa yang kau katakan Olivia, kau tidak bersalah untuk apa kau meminta maaf," ucap Laura sembari memegang pipi Olivia dan menegakkan kepala nya untuk melihat ke arah nya dan Fani.


" Ta- tapi … aku harus meminta maaf karena aku bersalah, aku tau kelakuan ku sangat salah karena itu aku meminta maaf," jelas Olivia dengan dada nya yang sedikit sesak menahan untuk tidak meneteskan air mata.


" Olivia … kau tidak perlu merasa seperti itu, kau sudah kembali sekarang dan itu sudah membuat kami bahagia bahkan kami melupakan semua kesalahan mu, jadi berhentilah meminta maaf," ucap Fani yang tersenyum memegang pipi Olivia.


...****************...


Bagaimana kah kelanjutan ceritanya, mari kita baca episode selanjutnya yang semakin menarik.