Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Perasaan Aneh


" Terimakasih," ujar Olivia disusul oleh air mata nya yang kini tak sanggup ia tahan lagi dan senyuman pun terlihat di wajahnya yang sedang menangis.


Tidak berapa lama mereka berbincang, mereka turun dan pergi ke arah ruang tamu. Setelah mereka sampai di ruang tamu, tiba-tiba Jenderal Valdo memanggil Fani dan Laura yang baru saja datang.


" Fani Laura … bisakah kita berbicara sebentar," panggil Valdo.


Sontak Fani dan Laura terkejut karena Valdo memanggil mereka. " Ohh … emm baiklah." Laura menjawab dengan rasa yang ragu di hatinya.


" Kalau begitu, kita bisa berbicara diluar."


Fani Laura dan Valdo berjalan keluar dari rumah Olivia untuk berbicara, sesampainya diluar Valdo langsung berbicara. " Eee … aku ingin berbicara sedikit dengan kalian berdua."


" Apa yang ingin anda bicarakan," ucap Fani melihat ke arah Valdo.


" Aku … minta maaf atas kejadian waktu itu, berkat kalian berdua aku mengetahui sesuatu dan aku juga mendapatkan pembelajaran juga hal baru Terimakasih."


Fani dan Laura mendengar perkataan seperti itu dari Jenderal Valdo merasa heran juga terkejut. " Tidak apa apa, anda tidak perlu mengucapkan terimakasih." Timpal Fani.


" Memang kau berkata bahwa itu tidak perlu, tapi bagiku itu sangat diperlukan. Dan juga aku ingin mengajak kalian kembali ke markas militer, apakah kalian ingin kembali?"


" Apakah ini paksaan dari orang lain atau ini keinginan anda sendiri," ujar Laura dengan perasaan nya yang curiga bahwa Valdo di paksa oleh seseorang untuk mengajak mereka kembali ke markas.


" Siapa yang berani memaksaku, tidak ada seseorang pun yang memaksaku ini adalah keinginan ku sendiri, jika kau mengatakan kalau aku dipaksa itu sangatlah mustahil."


" Lalu … apakah ini benar benar keinginan anda sendiri?" tanya Fani sebelum percaya dan yakin dengan apa yang dikatakan oleh Valdo.


" Tentu saja, jadi bagaimana."


Fani dan Laura saling bertatap tatapan satu sama lain, kemudian mereka saling mengangguk kan kepala mereka dan berbicara bersamaan. " Kami akan kembali ke markas militer!" seru mereka bersamaan.


Mendengar itu Valdo pun tersenyum lalu berkata," Aku sudah menduga kalau kalian tidak akan menolak nya, maka selamat datang kembali ke markas militer."


" Lalu apa yang akan anda lakukan setelah ini?" tanya Laura yang penasaran.


" Aku kemari hanya untuk bertemu dengan senior Ivan, tapi aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu dengan kalian berdua disini padahal aku sudah menyuruh Olivia membuat janji dengan kalian berdua untuk bertemu."


" Ya sudah kalau begitu aku akan pergi, sampaikan terimakasih ku kepada keluarga Olivia." Timpal Valdo lagi lalu berbalik pergi dan menitipkan pesan kepada Fani juga Laura untuk menyampaikan terimakasih nya kepada keluarga Olivia.


" Berhati-hatilah anda di jalan," ucap Fani yang melihat arah perginya Valdo.


Valdo pun pergi menaiki mobilnya menuju mes nya, sedangkan Fani dan Laura kembali masuk kedalam rumah Olivia. Ketika mereka masuk Olivia yang tidak melihat mereka bersama Valdo lalu menanyakannya kepada Fani dan Laura.


" Fani Laura dimana Valdo, apakah dia masih berada diluar?" tanya


" Ohh Jenderal Valdo, dia sudah pergi," jawab Laura dengan santai.


" Apa! kapan dia pergi, kenapa kalian tidak memberitahu ku?"


"Hmm baru saja. Bagaimana kami bisa memberitahu mu jika seandainya kami belum masuk kedalam rumah mu," tukas Fani.


"Emang ada apa Olivia, apakah ada sesuatu yang penting?"


"Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengannya."


Olivia bergegas keluar dari rumah sembari memakai sendal rumahnya, dan mencari taksi yang lewat. Tidak berapa lama ia menunggu taksi akhirnya ia mendapatkan sebuah taksi dan langsung bergegas menyusul Valdo.


Di jalan Olivia sempat meminjam HP milik supir taksi tersebut untuk menelpon Valdo, sedangkan Valdo yang mendapatkan telpon dari nomor yang tidak dikenalnya sedikit heran dan penasaran dengan nomor itu, lalu ia memelankan laju mobilnya dan mulai mengangkat telpon dari nomor yang tidak di kenalnya.


📞"Valdo ini aku Olivia."


📞"Olivia? hah' kenapa kau memakai HP orang lain, bukankah aku sudah menaruh nomor telpon ku di ponsel mu."


📞"Emm' aku memakai HP supir taksi untuk menelpon mu, sekarang aku berada dalam taksi untuk menyusulmu."


📞"Menyusulku? untuk apa?"


📞"Aku ingin berbicara sesuatu denganmu, sekarang kau sedang berada dimana?"


📞"Emm' aku sedang berada di jalan, kalau kau ingin bertemu dengan diriku maka aku akan menunggumu di halte bus yang tidak berada jauh dari markas militer."


📞"Ohh' baiklah, tunggu aku disana." langsung mematikan saluran telpon.


Setelah meminjam HP milik supir taksi dan berhasil menelpon Valdo, Olivia pun mengembalikan ponsel milik supir taksi itu lalu berterimakasih dan menyuruh supir taksi itu untuk berhenti di halte bus yang tidak terlalu jauh dari markas militer.


Tidak berapa lama Olivia sampai di halte bus yang sudah diberitahukan oleh Valdo, Olivia turun dari taksi. "Permisi Pak, bisakah anda menunggu saya sebentar disini?" tanya Olivia kepada supir taksi.


"Baik Nona." ujar Supir taksi di susul dengan anggukan kepalanya.


Olivia berjalan mendekati seseorang yang sedang duduk di halte bus itu sambil meminum kopi panas. "Kau sangat lama," ucap Valdo sembari berdiri dan melihat Olivia dari atas hingga ke bawah.


"Maafkan aku membuatmu menunggu terlalu lama," kata Olivia sambil memeluk badan nya sendiri karena kedinginan.


Valdo yang melihat Olivia seperti itu langsung memalingkan wajahnya lalu mengangkat tangan nya untuk menutupi mulut nya, dan ia pun tersenyum kecil.


"Ada apa? kenapa kau tidak ingin melihatku, apakah ada yang salah?" Olivia yang melihat tingkah laku Valdo seperti itu lantas terheran heran dan bertanya-tanya.


"Tidak." Ia berjalan menuju Olivia. "Ini coklat panas untukmu, aku membelinya sewaktu di perjalanan tadi." Valdo memberikan sebuah coklat panas kepada Olivia.


"Terimakasih," ujar Olivia sembari mengambil coklat panas yang diberikan oleh Valdo.


Kemudian Valdo melepaskan mantelnya dan langsung memakaikannya kepada Olivia. "Kau bisa mengambilnya untukmu, dan tidak usah kau kembalikan lagi kepadaku."


Melihat ekspresi Valdo yang seperti itu, tiba-tiba saja jantung Olivia berdegup dengan sangat kencang. Entah mengapa jantung berdetak tak karuan akan hal itu.


"Deg … deg … deg … deg …"


"Hah' perasaan apa ini, sedikit aneh. Mengapa jantungku berdegup sangat kencang … biasa tidak pernah seperti ini. Apakah ada yang salah denganku, ehh' tidak tidak tidak! tujuan ku kemari bukan untuk mengetahui perasaan apa ini tetapi untuk berterimakasih kepadanya, jadi aku harus fokus."


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"


"A'a itu … aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu."


"Untuk hal apa?"


"Berkat dirimu aku sadar akan kesalahan ku, dan bukan hanya dirimu saja aku juga berterimakasih kepada kak Anggi yang sudah menyadarkan ku."


"Hufhh … kau jauh jauh dari rumahmu hingga sampai kemari hanya untuk berterima kasih kepadaku, bahkan kau tidak mengganti sandal mu sama sekali."


...****************...


Bagaimana kah kelanjutan kisah Olivia dan Valdo ini, apakah mereka akan memiliki suatu hubungan, atau hanya sebatas perkenalan sahaja.