Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Penjelasan


"Berhentilah bertanya, aku bertanya kepada kalian di mana mes nya," sikap dingin Olivia masih terlihat dari wajah dan nada bicaranya.


"Anda lurus saja dari jalan yang kecil itu." Arya menunjuk sebuah jalan kecil yang berada di dekat sana. "Anda lurus saja melewati jalan kecil itu, dan anda akan melihat sebuah mes yang di atas pintu mes tersebut terdapat papan nama, di papan nama itu tertulis mes Jenderal Valdo."


Mendengar itu Olivia bergegas berjalan dan menelusuri jalan kecil yang di tunjukkan oleh Arya tadi. Tidak berapa lama berjalan menelusuri jalan kecil itu ia menemukan sebuah mes yang di atas pintu mes tersebut terdapat papan nama mes Jenderal Valdo.


Olivia bergegas menuju ke arah mes itu lalu mengetuk pintu mes tersebut.


"Tok … tok … tok." Olivia mengetuk pintu tetapi tidak ada tanggapan apapun dari dalam mes tersebut, Olivia pun terus mengetuk pintu mes tersebut sebanyak tiga puluh kali dengan ketukan yang kuat. Tetapi tetap sama, tidak ada tanggapan sama sekali dari dalam mes itu.


Karena merasa di abaikan akhirnya Olivia mendobrak pintu mes itu dengan sangat kuat sampai pintu mes itupun terbuka dan rusak. Setelah terbuka Olivia langsung bergegas masuk kedalam mes, di dalam mes Olivia terkejut melihat keadaan Valdo yang sangat menyedihkan.


"Apa ini, pemandangan seperti apa ini. Apakah ini mes yang Jenderal Valdo tempati, heh' seperti tempat sampah," ujar Olivia melihat dengan teliti isi mes tersebut.


"Hee' … bukankah aku sudah mengatakan kepada Toni dan Arya agar tidak membiarkan seseorang masuk ke dalam mes ku. Hem' kurasa mereka perlu diberikan pelajaran sedikit ataupun aturan yang bisa mereka patuhi dengan benar," ucap Valdo dengan tatapan mata yang kosong juga dalam keadaan diri yang seperti orang gila.


Olivia berjalan mendatangi Valdo yang sedang duduk di lantai di depan TV dan bersandar di sofa yang berada di belakang nya. "Apakah kau meminum alkohol Valdo?" tanya Olivia menghampiri Valdo dan bertanya dengan lemah lembut kepadanya.


"Untuk apa kau peduli dengan ku, pergilah! aku bisa menjaga diriku sendiri."


Mendengar ucapan Valdo yang seperti itu, Olivia pun memegang dan menarik kerah baju Valdo lalu mencengkram wajah nya dan memperlihatkan keadaan mes nya itu yang sangat berantakan lalu melepaskan cengkraman nya dari wajah Valdo juga melepaskan tangan nya dari menarik kerah baju Valdo, hingga membuat Valdo terjatuh.


"Begini yang kau katakan, kau bisa menjaga dirimu sendiri. Lelucon apa yang sedang kau katakan, kau lihat tidakkah kau melihat nya, tirai balkon mu yang masih tertutup, pecahan kaca yang berserakan, botol alkohol yang bertebaran di mana mana dan berbagai sampah lainnya. Tidakkah kau melihat itu Valdo."


"Heh' berhentilah mengurusi ku, kau tidak tau apa apa tentang diriku Olivia! kau tidak tau apa apa."


"Benar, aku memang tidak tau apa apa tentang dirimu … tapi aku ingin membantumu!"


"Apa yang bisa kau bantu, kau tidak bisa membantu ku sama sekali … jadi pergilah dari sini, biarkan hari ini menjadi gelap bagiku dan keesokan harinya menjadi terang kembali. Aku pernah melalui ini di setiap pergantian tahun."


"Gelap? kau katakan ruangan ini gelap, heh' matamu mungkin tertutup. Ruangan ini hanya dipenuhi oleh sampah bukan kegelapan, maka hari ini akan ku perlihatkan kepadamu bahwa kau masih bisa melihat terangnya hari ini."


"Lihat, bukankah harinya sangat indah bahkan ia bersinar. seperti ini yang kau katakan gelap, buka mata mu Valdo … jika kau terus menutup mata mu kau tidak akan tau siapa saja orang yang sudah menolongmu, bukankah seperti itu yang kau katakan. Kau mengatakan kepadaku untuk tidak terus melihat kebelakang melainkan melihat ke depan."


"Agar aku tau siapa saja yang sudah menolongku, siapa saja yang sangat menyayangiku dan siapa saja yang selalu ada bersamaku, maka dari itu aku ingin memperlihatkan kepadamu juga siapa yang bisa kau minta bantuan." ujar Olivia yang di akhirinya dengan senyuman yang indah seperti bidadari yang menyelematkan seseorang dari keterpurukan.


Mendengar perkataan Olivia, Valdo merasa terharu lalu tersenyum lebar membalas senyuman Olivia. " Hhh' jadi apakah ini yang dinamakan timbal balik dari sesuatu yang aku lakukan untukmu," ujar Valdo yang kembali senang atas perlakuan Olivia yang membuat nya kembali membuka mata hatinya.


"Apa timbal balik? aku tidak mengatakan ini adalah timbal balik, melainkan aku hanya ingin menolong mu."


"Kau ingin benar-benar ingin menolong ku?"


"Tentu saja, maka dari itu katakan apa sebenarnya yang sedang terjadi."


"Baiklah, aku hanya akan mengatakannya sekali maka dengarkan ini baik baik. Kejadian ini adalah kejadian yang menurutku tidak bisa aku perbaiki lagi, aku mempunyai seorang ayah dan juga seorang kakak. Perbedaan umurku dan umurnya hanya selisih enam tahun, hari ini adalah hari ulang tahun ku yang ke 24 tahun."


"Ohh yang waktu itu, iyaiya."


"Ketika aku masuk ke sekolah dasar dan kakak ku masuk ke sekolah menengah pertama, disaat ia pulang sekolah di sore hari aku dan dia sedang bermain main tebak tebakan sebuah gambar. Aku menggambar sebuah naga dan dia menggambar sebuah kuda, waktu itu ayahku sedang berada di sofa dan sedang memperhatikan kami bermain."


"Kakak ku menyuruhku untuk menebak gambar nya terlebih dahulu dan aku waktu itu langsung berpikir, gambar yang selalu kakak ku buat hanya seekor kuda, burung, gajah dan sebuah rumah. Waktu itu aku berpikir dari beberapa gambar tersebut, yang paling kakak ku sukai adalah gambar seekor kuda, aku pun mengatakan kalau dia menggambar seekor kuda dan kakak ku tersenyum sambil berkata bahwa aku benar."


"Dan ketika giliran dia untuk menebak gambar ku dia selalu salah, lalu aku menunjukkan gambar yang ku buat dan dia terkejut kalau aku bisa menggambar seekor naga. Ayahku yang melihat itu hanya bersikap biasa biasa saja. Hari hari pun berlalu tahun demi tahun pun berganti, tepat di umur ku yang sepuluh tahun."


"Aku pernah berkata kepada ibuku kalau aku ingin menjadi seorang angkatan militer, dan ibuku menyetujui hal itu tetapi ayahku hanya bersikap biasa biasa saja. Ibuku sangat mencintai ayahku dan begitupula aku yang sangat menyayangi mereka berdua, tetapi rasa sayang ku berubah kepada ayahku karena suatu tragedi."


"Di mana saat itu ketika ibuku pulang dari bekerja, dan ayahku yang sedang bersama dengan wanita lain di sebuah bar."


...****************...


Apakah tragedi yang membuat Valdo membenci ayah nya itu, dan mengapa ia tidak tinggal dengan ayah dan kakak nya, juga kemana ibunya. mari kita baca di Bab selanjutnya.