Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Penculikan


Perkelahian itu terjadi dengan sangat sengi, Olivia yang hanya seorang wanita melawan dua orang pria sekaligus sudah pasti merasa kalau perkelahian mereka itu seri. Hingga Olivia terfokus untuk membuka topeng dari salah satu orang misterius itu.


Ketika ada celah untuk membuka topeng salah satu orang misterius itu selalu saja di halangi oleh orang misterius yang satunya selalu saja seperti itu, Olivia akhirnya menyiapkan taktik untuk melumpuhkan salah satu dari dua orang misterius itu dan berfokus untuk membuka topeng dari satu orang nya lagi.


Olivia lalu menjalankan taktik nya, Olivia melumpuhkan orang misterius². Ketika orang misterius² telah ia lumpuhkan, ia lalu berfokus pada orang misterius¹. Olivia langsung menyerang orang misterius¹ hingga orang itu tidak bisa bergerak lagi, ketika orang itu sudah tidak bisa bergerak Olivia langsung membuka topeng nya dengan sigap.


Sontak Olivia terkejut setelah membuka topeng dari orang misterius¹ itu. "Kau-" Sebelum Olivia menyelesaikan perkataan nya ia di pukul dari belakang oleh orang misterius² sampai ia pingsan. "Kau tidak apa-apa?" tanya orang misterius² kepada orang misterius¹.


Orang misterius¹ mengambil topengnya lalu memakai nya lagi. "Ya aku tidak apa-apa, ayo kita bawa wanita ini dan pergi dari sini." Ajak orang misterius¹ kepada yang satunya.


"Hmm' sebaiknya kita pergi dan jangan memperlihatkan diri kita lagi karena wanita ini telah melihat kita dan kita juga harus membunuh nya," ucap orang misterius²


Kedua orang misterius itu lalu membawa Olivia pergi.


****************


Beralih ke Fani dan Laura yang sangat panik karena Olivia mematikan sambungan telepon nya,mereka lalu bergegas berlari menuju ruangan Jenderal Valdo. Valdo yang sangat suram dan tidak bisa di ganggu sedikit pun masih memikirkan tentang perkataan orang yang menelpon nya waktu itu.


"Apa yang harus ku lakukan?" tanyanya pada diri sendiri.


Tiba-tiba saja Fani dan Laura membuka pintu ruangan Valdo dengan sangat keras.


*Brrakk


"Jenderal Valdo!" teriak Fani dan Laura bersamaan.


"Kenapa kalian membuka pintu itu dengan sangat keras, dan berteriak memanggil nama ku seperti itu. Ada apa?"


Fani dan Laura yang terengah-engah karena berlari lalu berbicara. "Huh … huh … Jenderal Valdo … huh … Olivia! Olivia dia di culik oleh seseorang!" teriak Fani yang terengah-engah.


Dengan panik Valdo sontak berdiri dari tempat duduknya. "Apa! siapa yang menculiknya!" panik Valdo ketika mendengar bahwa Olivia di culik.


"Aku tidak tau, aku hanya mendengar dari telpon. Dia mengatakan kalau ada dua orang yang memakai topeng dan Olivia berkelahi dengan mereka."


"Ha! tidak mungkin. Panggilkan Toni dan Arya suruh mereka membawa Jet Tempur, aku akan mengirimkan lokasi nya kepada mereka dan panggil beberapa anggota militer untuk membawa helikopter aku akan pergi." Perintah Valdo kepada Laura dan Fani.


Setelah mengatakan itu Valdo bersiap-siap untuk pergi, sedangkan Fani dan Laura pergi ke tempat Toni dan Arya untuk mengatakan apa yang sudah diperintahkan kepada Jenderal Valdo.


Sesampainya mereka ke tempat Toni dan Arya, mereka lalu mengatakan yang diperintahkan oleh Valdo. "Emang ada apa?" tanya nya heran akan perintah Valdo yang menyuruh nya dan Arya membawa Jet Tempur.


"Olivia dia di culik oleh seseorang yang kami bahkan tidak tau siapa," ucap Fani menjelaskan.


Arya yang melihat Laura memohon sembari menangis kepada mereka pun lalu mengusap air matanya dan mengelus pelan kepalanya. "Laura jangan menangis, kami berjanji kepadamu kalau kami akan membawa Olivia pulang dengan selamat."


Fani dan Toni melihat adegan itu langsung memalingkan wajah mereka. "Arya apa yang kau lakukan, disaat genting seperti ini bisakah kau tidak melakukan hal seperti itu di depan umum." Batin Toni sembari memalingkan wajahnya.


"Laura, kenapa kau tidak menolaknya ketika Arya melakukan hal seperti itu. Aku tau kau dekat dengannya tapi tidak seperti itu juga." Miris Fani melihat Laura dan Arya.


Toni dan Fani saling melirik satu sama lain. "A' emm' tolong selamatkan Olivia." Pintanya kepada Toni.


"A' yaa. Aku akan akan menyelamatkan nya, A' kalau begitu aku pergi dulu Ayo Arya." Toni menjawab dengan gugup lalu mengajak Arya untuk berangkat.


Mereka pun mengambil dua Jet Tempur dan melihat lokasi yang telah di kirimkan oleh Valdo lalu mereka berdua berangkat. Tidak berapa lama setelah mereka berangkat, mereka berdua langsung menemukan lokasi Olivia yang berada di tengah laut. Mereka lalu menginformasikan nya kepada Valdo.


"Masuk, Jenderal Valdo ini dengan Arya. Kami telah menemukan lokasi Nona Olivia, berada di tengah laut di arah Timur Laut."


"Baik informasi diterima." Setelah mendengar itu Baldo menyuruh anggota militer yang mengendarai helikopter itu untuk menuju ke arah Timur Laut.


Tidak berapa lama ia sampai di lokasi yang sudah di informasikan oleh Arya, Valdo melihat kalau ada Kapal Tugboat di tengah laut itu. Ia lalu memerintahkan orang yang mengendalikan helikopter untuk sedikit merendahkan tinggi Helikopter tersebut.


Sedangkan dua orang misterius yang mengendarai Kapal Tugboat itu menyadari siapa yang berada di dalam Helikopter itu, mereka laku menyeret Olivia masuk ke dalam tempat mengemudi Kapal lalu mereka keluar dan meletakkan boom di setiap sudut Kapal. Setelah menaruh nya mereka lalu menyelam ke dalam laut dan menjauh dari Kapal.


Sedangkan Valdo yang sudah memerintahkan untuk merendahkan Helikopter di atas Kapal, Valdo laku menurunkan tangga tali dari atas Helikopter agar bisa turun. Setelah Valdo turun ia lalu mencari Olivia, dan ia menemukan Olivia yang pingsan berada di tempat kemudi Kapal.


Ia lalu melepaskan tali yang mengikat Olivia dan mengikat Olivia di gendongannya, karena Valdo melihat boom di setiap sudut Kapal itu ia lalu bergegas pergi dari Kapal itu sambil menggendong Olivia di belakang nya. Setelah ia menggapai tangga dari Helikopter, ia lalu menyuruh pengemudi Helikopter itu untuk cepat menjauh dari Kapal.


Ketika mereka sudah sedikit menjauh dari Kapal tersebut, tiba-tiba Kapal itu meledak.


*Boaamm


Valdo yang melihat ledakan itu hanya bisa terdiam dan memalingkan wajahnya lalu tersenyum tipis. "Hufhh … andaikan sedikit saja aku terlambat menyelamatkan mu, apa yang akan terjadi … berhentilah menjadi boom waktu yang mempercepat semuanya." Valdo melirik Olivia yang masih pingsan dengan dada nya sedikit sesak menahan untuk tidak meneteskan air mata.


Tidak berapa lama kemudian mereka sampai ke markas militer, Valdo yang ingin bertindak lebih cepat lalu membawa Olivia ke dalam mobil dan menyuruh Toni dan Arya mengantarkan Olivia pulang ke rumah nya.


Fani dan Laura yang melihat kalau Olivia pingsan dan meminta kepada Valdo untuk bisa ikut mengantarkan Olivia ke rumahnya. Valdo hanya mengangguk lalu berbalik berjalan menuju mes nya, Toni Arya Fani dan Laura lalu mengantarkan Olivia pulang ke rumahnya.


...****************...


...Jika memang sudah takdir nya maka akan selamat tapi jika tidak kita hanya bisa menerima nya dengan senyum yang hangat......