Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Kepribadian Tersembunyi


" Apa! bagaimana bisa aku sampai kesana dalam waktu satu malam, apakah kau gila!" bentak Olivia kepada orang misterius yang menelponnya itu.


" Hmm ... kau benar aku memang gila,tapi yang lebih gila itu adalah dirimu mengapa kau ingin berhadapan dengan orang gila seperti diriku," ucap orang misterius itu membuat Olivia terdiam mendengar perkataan nya.


" Ck! dasar pria brengsek ini!" batin Olivia dengan bentakkan yang ia ucapkan lewat hati kecil nya.


" Oh iya aku hanya ingin mengingatkan mu,jika seandainya kau tidak datang besok maka jangan salahkan diriku jika seandainya kau kehilangan teman mu lagi," ujar orang misterius itu kepada Olivia.Dan kemudian orang misterius itu mematikan telpon nya setelah berkata hal demikian.


" Bagaimana dia bisa tau ini tidak mungkin, aku sudah menyembunyikan nya begitu lama dan tidak membiarkan orang lain tau tentang hal ini." Batin Olivia yang bingung dan resah


" Ini ... ini tidak boleh terjadi, aku ... aku harus cepat pergi menyusul mereka," ucap Olivia sembari mengemasi barang barang nya.


Setelah Olivia selesai membereskan semua barang barangnya,dia pun bergegas mencari taksi dan pergi ke bandara.Sesampainya di bandara Olivia langsung mencari tiket penerbangan ke Tiongkok.


" Permisi, apakah masih ada tiket penerbangan ke Tiongkok," tanya Olivia kepada Counter Attendee yang berada di sana.


" Emm ... penerbangan menuju Tiongkok, sebentar lagi akan berangkat apakah anda ingin memesan tiket untuk penerbangan ke Tiongkok?" tanya Counter Attendee itu kepada Olivia.


" Iya,bisakah kau membantuku tolong cepat ya," jelas Olivia kepada Counter Attendee itu.


Olivia pun akhirnya mendapatkan tiket penerbangan ke Tiongkok,setelah dia mendapat tiket ia pun pergi check-in dan langsung masuk ke pesawat. Tidak berapa lama pun pesawat mulai lepas landas.


Saat di penerbangan pesawat,hati Olivia merasa resah dan khawatir kepada dua teman nya.


" Laura Fani, aku pasti akan menyelamatkan kalian berdua bagaimana pun caranya,aku pasti akan menyelamatkan kalian tunggu aku." Batin Olivia yang khawatir kepada teman temannya.


Keesokan harinya, di bandara Olivia tergesa-gesa mencari taksi untuk pulang ke rumahnya. Tidak berapa lama ia pun mendapatkan taksi dan langsung pergi menuju rumah nya.


Sesampainya Olivia di rumahnya ia pun langsung bergegas mencari sesuatu.


" Dimana itu, dimana aku meletakkannya.Aku mengingat kalau aku meletakkannya di dalam laci di meja kerja ku tapi kenapa tidak ada," kata Olivia sembari mencari sesuatu di dalam ruang kerja nya.


Tanpa membereskan barang barang yang ia bawa, ia pun langsung pergi menuju markas militer tanpa membawa barang yang diinginkan oleh orang misterius itu.


Sesampainya di markas militer ia pun menerobos masuk tanpa izin,hingga terjadilah keributan.


" Menyingkir lah dari hadapan ku, aku ingin menyelamatkan apa yang seharusnya aku selamatkan.Jika kalian menghalangi jalan ku maka aku akan membunuh kalian tanpa belas kasihan!" tegas Olivia kepada penjaga gerbang markas militer.


Mendengar perkataan Olivia penjaga markas itu berkata," Apa yang Nona katakan, kami sama sekali tidak mengerti.Dan jika seandainya Nona ingin membunuh kami, maka silahkan bunuh saja lah kami,kami rela mempertaruhkan nyawa kami untuk tidak membiarkan Nona masuk tanpa izin."


" Ohh ... begitu ya, jadi kalian tidak masalah jika kalian mati dengan sia sia, kalau begitu maka aku akan mengabulkan apa yang kalian inginkan jadi jangan salahkan aku jika kalian mati disini," ucap Olivia kepada penjaga markas itu dengan nada yang dingin.


" Hah! gerakan nya hampir tidak bisa ku lihat dengan mata kepala ku sendiri, aku bahkan tak merasa bahwa pistol ku telah di ambil olehnya.Wanita ini sepertinya dia bukan orang sembarangan, dia sudah terlatih lebih unggul dari pada kami, jika kami terus berada di sini mungkin kami akan benar-benar mati di buat olehnya." Batin penjaga itu yang terkejut melihat tindakan Olivia.


" Kenapa?kenapa kalian berhenti bergerak, apakah kalian takut.Tck!ini masih belum seberapa," kata Olivia sembari ingin menarik pelatuk pistol itu.


Ketika Olivia ingin menembakkan kedua penjaga itu tiba-tiba Arya dan Toni pun datang dan langsung mengarahkan pistol itu keatas,dan langsung melumpuhkan Olivia.


" Apa yang kau lakukan!apakah kau sudah gila,jika seandainya kau salah menarik pelatuk itu maka kau akan membunuh kedua penjaga ini!" tegas Arya kepada Olivia dengan sedikit panik melihat apa yang terjadi tadi.


" Heh, dasar wanita gila membuat orang panik saja untung saja kami cepat datang kemari jika tidak entah keributan apa lagi yang terjadi," ucap Toni sembari melihat kearah Olivia.


" Kenapa ... kenapa ... kenapa ketika aku ingin menyelamatkan teman ku kejadian yang sama selalu terulang,apakah kalian semua tidak cukup melihat ku tersiksa.Hemph ... tapi sayang sekali aku tak selemah dulu," kata Olivia sambil berusaha melepaskan diri dari Toni dan Arya.


" Teman? apakah." Batin Toni yang seperti mengetahui sesuatu.


" ARYA!LEPASKAN DIA, KITA SAMA SEKALI BUKAN LAWAN NYA!!" teriak Toni kepada Arya sembari melepaskan tangan nya dan menjauh dari Olivia.


Arya yang mendengar perkataan Toni yang seperti itu bingung dan bertanya kepada Toni.


" Apa kenapa?" tanya Arya kepada Toni yang panik mendengar teriakan Toni.


" Hemph, sudah terlambat," ucap Olivia sembari memegang tangan Arya dan membanting tubuh Arya ke tanah.


Tidak butuh waktu lama bagi Olivia untuk mengalahkan Toni dan Arya beserta kedua penjaga markas militer itu.


" Kalian terlalu mendesak ku untuk membuat kalian menjadi seperti ini,aku sudah sangat lama tidak melakukan hal ini kepada orang dan aku memutuskan untuk pensiun tetapi kalian tau, kalian lah yang memaksaku untuk melakukan hal seperti ini kepada kalian maka jangan salahkan aku," kata Olivia sembari mengambil pistol yang berada di tanah.


Olivia pun menembakkan pistol itu ke atas sebanyak tiga kali,suara tembakkan itu terdengar sampai di setiap sudut markas militer.Olivia mulai berjalan masuk tanpa ada seorang pun yang menghentikan nya.


" Siapa sebenarnya dia Toni?kenapa kau mengatakan hal itu sambil berteriak dan panik?" tanya Arya kepada Toni yang bingung sembari menahan rasa sakit akibat pukulan Olivia.


" Dia adalah Olivia," jawab Toni kepada Arya


Sontak Arya yang mendengar nama Olivia pun terdiam terpaku dan membisu juga tidak mengatakan apapun.


" Bolehkah saya bertanya Kolonel Toni ?" tanya penjaga itu kepada Toni.


" Ya tentu apa yang ingin kau tanyakan," ucap Toni kepada penjaga itu.


" Kenapa anda panik ketika mengetahui dia adalah Olivia,sedangkan itu hanya sebatas nama?" tanya penjaga itu yang bingung melihat reaksi Toni ketika mengetahui bahwa nama wanita itu adalah Olivia.