Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Syok Berat


" Eh … bukankah itu … Valdo." Batin nya yang menoleh melihat sosok yang menertawakan keadaan nya itu.


" Kau!berani sekali kau menertawakan ku!dasar kau … aku tau kau pasti mengikuti ku kan!" tegas Olivia memarahi Valdo yang terus mengikuti nya.


" Hahaha … maafkan aku. Ee tapi, kalau kamu tau aku mengikuti mu berarti aku sudah ketahuan dari tadi ya," tawa Valdo dengan kecanggungan nya karena ketahuan mengikuti Olivia.


" Apa? hal konyol apa yang sedang dia bicarakan, dengan senyuman nya yang bodoh itu. Ternyata dia bisa bercanda juga." Batin Olivia yang tercengang dengan tingkah laku Valdo yang bodoh.


" Oi! kenapa kau diam saja, apakah kau tidak ingin naik? aku akan mengantarmu sampai ke rumah mu, dan jangan salah paham dengan perkataan ku itu, aku hanya ingin menemui seseorang di rumah mu jadi karena itu aku menjemput mu di Cafe saat kau pulang bekerja tapi ternyata kau malah menghindari ku untuk sampai ke halte bus terdekat. Hahaha lucu sekali," tawar Valdo sembari menjelaskan keinginannya.


" Sudah sudah berhentilah kau berbicara aku akan naik!" kesal Olivia karena bosan mendengar perkataan Valdo yang sangat panjang.


Olivia pun naik ke mobil Valdo dan setelah Olivia naik Valdo langsung menjalankan mobil nya menuju rumah Olivia. Di jalan Olivia yang merasa penasaran tentang Andi langsung menanyakan nya kepada Valdo secara langsung walaupun ia agak ragu kalau Valdo akan menjawab pertanyaan itu.


" Apakah aku boleh bertanya?" tanya Olivia dengan keraguan di hatinya.


" Ohh … apakah kau ingin bertanya tentang Andi," jawab Valdo langsung ke inti topik yang ingin di tanyakan Olivia.


" Bagaimana dia bisa tau." Sontak Olivia dalam batin nya yang terkejut.


" Aku peringatkan kepadamu, sebaiknya kau berhenti mencari tau tentang Andi jika kau terus mencari tau tentang dirinya maka kau akan di temukan oleh mereka, dan disaat itu pula aku tidak bisa menjamin keselamatan mu bahwa kau akan terus hidup," jelas Valdo dengan mimik wajahnya yang murung disertai keseriusan di setiap katanya.


" Mereka? mereka siapa, aku tau kau pasti mengetahui sesuatu."


" Apakah aku tidak mendengarkan dengan jelas apa yang sudah terjadi dengan wartawan itu, apakah kau tidak menelaah kembali apa yang sudah di katakan oleh istrinya."


" Apa!tidak mungkin. Jadi apakah benar itu semua perbuatan pemerintah tapi bagaimana bisa dia melakukan itu pada warga negaranya!" kaget Olivia tidak percaya bahwa semua tentang kematian seorang wartawan yang ia selidiki waktu itu semua kasus kematian nya adalah palsu yang di karang oleh pemerintah.


" Orang lain akan melakukan apa saja demi keuntungannya sendiri, jadi tidak heran jika ada yang melakukan hal yang seperti itu. Jadi aku berharap kau berhenti mencari tau tentang Andi … jika kau terus mencari tau nya maka nyawamu akan terancam dan bahkan bukan hanya nyawamu saja melainkan nyawa keluarga dan teman teman mu juga ikut terancam. Jadi berhentilah mencari tau tentang dirinya."


" Ternyata dia sangat peduli, sebenarnya aku sedikit penasaran dengan Laksamana Andi walaupun dia sudah mengatakan semuanya tentang konsekuensi yang aku dapatkan jika aku terus menyelidiki nya. Tetapi aku akan tetap menyelidikinya secara diam diam dan lagi aku sangat tertarik dengan dirimu Valdo sebenarnya orang seperti apa dirimu." Batin Olivia bersikukuh untuk tetap terus menyelidiki tentang Laksamana Andi.


Tidak berapa lama mereka berdua sudah sampai di rumah Olivia. Valdo dan Olivia turun dari mobil dan menekan bel rumah Olivia dan tidak di sangka bahwa orang yang membuka pintu tersebut adalah Jefri.


" Yo Olivia selamat kembali ke rumah, oh dan siapa orang yang berada di belakang mu itu? apakah itu seorang tamu?" ujar Jefri menyambut kepulangan Olivia ke rumah dan melihat sosok Valdo yang berdiri di belakang Olivia.


" Ya Kak Jefri benar, ada tamu yang tidak di undang," jawab Olivia kepada Jefri dengan senyuman terpaksa nya.


" Oi oi bukankah itu sangat jelas bahwa kau mengatakan tamu yang tidak di undang." Batin Valdo tertekan dengan kata tidak di undang.


" Siapa yang datang Jefri?" tanya Anggi menghampiri Jefri yang sedang berada tepat di hadapan pintu.


" Ohh Anggi, lihatlah kita ada tamu namanya adalah Valdo."


Sontak Anggi mendengar nama yang di sebutkan oleh Jefri tadi pun langsung terdiam dan tidak berkata apapun. " Bagaimana bisa dia datang kemari … aku tidak percaya bahwa dialah orang yang membuat Olivia sangat terpuruk. Dan sekarang dia datang kemari." Batin Anggi mengingat tentang apa yang sudah Valdo lakukan kepada Olivia.


" Hey Anggi kenapa kau berdiam saja di situ, bukankah kau ingin memasak makan malam?"


" A a … em iya, aku akan memasak makan malam," jawab Anggi tersadar dari lamunan nya dan kembali ke dapur untuk melanjutkan memasak makan malam untuk mereka.


Sedangkan Jefri menyuruh Valdo masuk dan menuju ke ruang tamu. Di ruang tamu Ivan dan Chika yang sedang bermain mendengar kebisingan dari luar pun berniat untuk melihatnya. Sambil menggendong Chika Ivan pergi berjalan melihat kebisingan dari luar itu.


Sebelum sampai menuju tempat kebisingan itu ia bertemu dengan Jefri dan Valdo yang ingin menuju ke ruang tamu.


" Kenapa kau datang kemari?" tanya Ivan melihat ke arah Valdo.


" Aku-" sebelum Valdo menyelesaikan perkataan nya Jefri langsung memotong pembicaraan mereka. Jefri berkata," Bukankah sudah jelas dia kemari ingin bertemu dengan dirimu Ivan." sambung Jefri memotong pembicaraan.


" Bertemu dengan ku, untuk a-" tiba-tiba saja Chika memotong pembicaraan Ivan. Chika berkata," Ayah bukankah Ayah mengatakan kalau Bibi akan pulang, tapi kenapa dari tadi Chika tidak bertemu dengan Bibi," tanya Chika yang melihat ke kiri dan ke kanan mencari sosok Bibi nya itu.


" Oh Bibi mu ya, dia sudah naik dan masuk ke kamarnya tadi," ujar Valdo kepada Chika.


" Bagaimana kau tau?" tanya Ivan.


" Ya karena Valdo dan Olivia kemari bersama sama," nyeletus Jefri menjawab pertanyaan dari Ivan.


" Jika seandainya Bibi sudah naik dan masuk ke kamarnya lalu Paman ini siapa?"


" Ah Paman ini dia adalah-" terpotong lagi oleh Jefri untuk yang ke dua kalinya. " Dia adalah Suami Bibi mu nanti.Dan juga akan menjadi Adik Ipar Ayahmu." Jefri menjawab sambil menahan tawa di wajahnya.


" Ha? apa yang baru saja kau katakan Jefri di depan anak ku, bukankah perkataan mu itu salah dan aku juga merasa bahwa ketika aku ingin berbicara kau selalu saja memotong nya." Batin Ivan membatu dengan perkataan Jefri juga syok mendengar perkataan itu.


...****************...


Bagaimana kah keseruan nya dan apakah Valdo akan gugup ketika mendengar hal itu mari kita saksikan keseruan nya.