Dari Peristiwa Menjadi Cinta

Dari Peristiwa Menjadi Cinta
Hari Menyebalkan


" Kan benar umurmu lebih muda daripada kami, ayolah jangan mengatakan bahwa dirimu itu tua … jadi apakah kau sudah merencanakan sesuatu untuk dirimu kedepannya," kata Rian sembari bertanya lagi tentang apa yang akan di rencanakan oleh Valdo untuk dirinya kedepan.


" Merencanakan sesuatu untuk kedepannya?" tanya Valdo yang heran.


" Iya apakah kau tidak memikirkan untuk menikah," timpal Syahrul menyambung arah perkataan mereka.


" Aku tidak memikirkan tentang hal itu, seorang wanita tidak akan mungkin menyukai diriku dengan temperamen ku yang seperti ini," jawab Valdo sambil menyunggingkan senyum pahit di wajahnya.


" Jangan merendahkan dirimu seperti itu, kau masih muda dan kau sangat tampan wanita yang sangat cantik pasti akan jatuh cinta kepada dirimu," ucap Syahrul yang memberikan semangat kepada Valdo.


" Sudahlah aku tidak ingin membahas hal itu," ujar Valdo tidak peduli tentang pernikahan atau seorang wanita.


Beralih ke Olivia yang masih saja mendengarkan pembicaraan antara Rian Syahrul dan Valdo tentang umur nya Valdo tadi, Olivia pun terdiam.


" Bagaimana bisa umurnya semuda itu, dia bisa mendapatkan pangkat Jenderal bahkan sudah mencapai bintang lima. Aku berpikir bahwa umurnya sama seperti kakak ku ternyata aku dan dia tidak beda jauh … oke oke tenang tenang Olivia." Batin Olivia yang terkejut saat mendengar umur Valdo yang tidak beda jauh dengannya.


" Emm … baiklah mungkin sampai sini saja obrolan kita hari ini karena kami masih ada suatu urusan yang harus kami kerjakan," kata Syahrul yang bangkit dari tempat duduk nya seraya ingin berpamitan dan pergi.


" Urusan apa yang ingin kalian kerjakan, bukankah kalian mengatakan kalau kalian meninggalkan pekerjaan kalian di Jerman dan mengambil cuti untuk pergi ke Tiongkok bukankah begitu, lantas urusan apa yang ingin kalian kerjakan?" tanya Valdo yang curiga juga penasaran tentang urusan apa yang ingin teman nya itu lakukan.


" Iya kau benar, kami memang mengambil cuti untuk pergi kesini tapi bukan berarti kami tidak mempunyai urusan disini," jawab Rian kepada Valdo.


" Urusan kami disini adalah untuk reuni bersama teman teman lama di Angkatan Udara seperti itulah, bukankah kami mempunyai banyak urusan tentang hal itu," timpal Syahrul menyambungi perkataan Rian.


" Ohh seperti itu, baiklah kalau begitu aku juga mempunyai urusan mungkin kita bisa berjumpa lagi di lain waktu. Sampai jumpa," ujar Valdo kepada Syahrul dan Rian.


" Ya sampai jumpa." Rian mengangguk setelah mengatakan hal tersebut.


Valdo Rian dan Syahrul pun meninggalkan Caffe itu, sedangkan Olivia yang sedang memikirkan tentang menghilang nya Laksamana Andi pun masih penasaran tentang ke misteriusan menghilangnya Laksamana Andi.


" Apa sebaiknya aku bertanya langsung kepada Valdo tentang ini tapi apakah dia akan memberitahu ku … kurasa tidak, haihh sudahlah sebaiknya aku mengucapkan terimakasih dulu kepadanya." Batin Olivia yang bingung tentang apa yang harus dia lakukan untuk mencari tau tentang menghilang nya Laksamana Andi.


Olivia pun kembali bekerja sampai menjelang malam, pukul 20:00 ia pun bersiap siap untuk pulang. Ia pun berpamitan kepada teman kerja nya.


" Semangat Olivia kau hari ini sangat baik dalam bekerja, berhati-hatilah di jalan," ucap salah satu teman kerja Olivia.


" Ya sampai jumpa besok." Teman kerja nya itu pun melambaikan tangan ke arah perginya Olivia.


Olivia pun pulang, tidak jauh dari Caffe nya ada Valdo yang sedang bersandar di mobilnya sambil berbicara di telpon dengan ekspresi yang sangat serius. Olivia yang melihat itupun langsung memutar balik arah pulang nya dan memutuskan untuk lewat jalan kecil yang berada di seberang jalan.


" Daripada aku bertemu dengan dirinya lebih baik aku menghindari nya. Sebenarnya aku ingin melewati jalan pintas saja tetapi karena ada dia di seberang jalan sana maka aku memutuskan untuk lewat jalan ini, ya walaupun sedikit lama sampai ke rumah tetapi tidak apa apa." Batin Olivia sedikit lelah tetapi ia tepis dengan semangat nya untuk pulang dan bertemu dengan kakak dan kakak iparnya.


Olivia berjalan langkah demi langkah menelusuri jalan kecil dan sedikit agak sempit juga kumuh itu, tetapi karena dia tau bahwa menulusuri jalan kecil itu akan sangat lama sampai di rumahnya ia pun memutuskan untuk keluar dari jalan kecil itu dan mencari jalan lain untuk menuju halte bus di pinggiran kota.


Ia pun menemukan halte bus disana dan tidak berapa lama bus yang ia tunggu pun datang juga terdapat sebuah mobil yang mengikuti mobil itu.


" Mobil siapa itu … mobil itu berhenti apakah jangan jangan dia ingin menculik ku, ya walaupun aku tidak takut jika seandainya dia menangkap ku tapi menghindari lebih baik dari pada membuat keributan." Batin Olivia yang bergegas masuk ke dalam bus untuk menghindari seseorang yang berada di dalam mobil yang mengikuti bus yang ingin dia naik ki.


Setelah Olivia naik ia pun menyuruh supir bus itu untuk mengendarai bus nya sedikit lebih cepat, supir itu pun mengiyakan perkataan Olivia dan sedikit mempercepat jalannya bus.


Bus itu melaju sedikit cepat sampai tiba di pertengahan jalan bus itu pun mogok. Olivia berkata," Ada apa, kenapa bus nya berhenti?" tanya Olivia yang heran tentang bus yang tiba-tiba saja berhenti.


" Sepertinya bus nya mogok Nona maafkan saya, saya tidak mengira kalau ini akan terjadi," jawab supir bus yang meminta maaf atas ketidaknyamanan yang membuat Olivia menghambat waktunya untuk sampai ke rumah.


" Iya tidak apa apa Pak, kalau begitu dari sini aku akan berjalan saja," ujar Olivia menggelengkan kepala nya pelan dan permisi pamit kepada supir bus itu untuk keluar dan berjalan saja sampai ke rumah nya.


" Ya sekali lagi maafkan saya Nona." Supir bus itu meminta maaf kepada Olivia lagi.


Olivia pun berjalan untuk sampai ke rumahnya dengan perasaan yang kesal sembari mengatakan hal yang menjelekkan dirinya sendiri.


" Entah kenapa aku merasa hari ini sedikit menyebalkan di saat situasi ku sangat sulit dan membutuhkan kendaraan untuk pulang tiba-tiba saja bus itu mogok. Haihh memang hari yang sangat menyebalkan," gerutu Olivia kesal tentang penderitaan yang terus datang menghampiri nya.


Tiba tiba terdengar suara klakson Mobil. " Tiinn … tiinn … tiinn … ." Olivia yang mendengar suara klakson tersebut pun terkejut sambil mengomeli orang yang berada di dalam mobil itu.


" Heyy! bisakah kau tidak membunyikan klakson mu itu dengan tiba tiba, aku terkejut. Cih dasar!" kesal Olivia dengan orang yang berada di dalam mobil itu.


Kaca mobil itu tiba-tiba saja terbuka, dan orang yang berada di dalam mobil itu berkata," Ahh maafkan aku, apakah itu membuat mu terkejut, hahahaha." Orang itu meminta maaf dan kemudian menertawakan keadaan Olivia sambil berjalan dan kesal dengan keadaan nya sendiri saat itu.