
malam minggu biasanya dihabiskan dengan pasang muda muda atau Yang lain nya Namun Tidak dengan Wanita bernama jihan itu .
dan nada terakhir "Aku...bisa ..ap!!"Jihan tak sanggup menyelesaikan bait terakhir iya turun dari panggung tanpa air mata tanpa menatap siapapun berlari sekuat mungkin menjauh dari rasa sakit .
"Terluka tapi tak berdarah , menangis tak bersuara!!"
arin yang melihat Juhan menuruni panggung dengan berlari , dirinya pun Juga berdiri dari duduk nya dan mengejar Jihan .
rey pun dengan cepat menuruni panggung mengalihkan acara kepada pembawa acara . iya mengejar jihan Juga beriringan dengan arin
"Jihan Tunggu...!"pekik arin dan rey barengan
bara yg melihat Jihan Turun dari panggung namun tidak kembali kemeja nya malah berlari keluar , dengan cepat bara berdiri dari duduk nya mengejar jihan
alya yg melihat bara berlari ikutan mengejar .
dan ternyata Galang Pun Ikutan Mengejar jihan , takut akan terjadi apa-apa Pada Gadis itu .
saat bara berlarian dirinya berpapasan dengan Galang .
"Berhenti mengejar jihan , galang!"bara Memperingatkan galang dgn suara dingin nya dan sudah ada asisten lu disana .
"Kenapa...!"Galang Menjawab dengan santai dan malas nya
"Dia istriku Galang baskara!"Bara berteriak sudah mulai terpancing dengan ekspresi wajah galang
"Istri?Cih..bahkan Kau Menemui wanita lain dibandingkan istrimu sendiri !"Sindir Galang yg memang benar ada nya
"Tutup mulut mu , jangan campuri urusan ku !!"Teriak bara lalu pergi dari hadapan galang dengan penuh amarah ,namun Galang tak menghiraukan sedikit pun ancaman Bara
iya tetap mengejar jihan
disisi lain Ternyata cafe itu dekat Dengn taman dan danau ,jihan Menghampiri taman itu berdiri ditepi Danau iya melamun , mengelus perut nya yg masih datar .
mencoba Kuat Dan Harus Bisa Menghadapi semua nya .
"Tololll bangettt saya mencintai orang Yang tak pernah mencintai saya!!"Jihan
*******
di taman itu semua orang berpencar mencari jihan dikarenakan taman yg gelap dan juga luas membuat mereka berbagi tugas untuk mencari jihan
bara masih mondar mandir di taman Mencari jihan ..
"Ji...kenapa kau disini!!"Sapa bara dari arah belakang Jihan .
jihan yg mengenal asal suara, menggenggam erat tangan nya mengontrol kembali perasaan dirinya .
"Ah tuan suami Kau disini juga?Bukannya kau sedang ada lembur kerja?apa sudah selesai ?".Jihan menimpali dengan sebuah pertanyaan .
"Kau sedang Berpura-pura.!"Cercah bara memicing kan kedua matanya .
"Pura-pura?apa kau sedang menyindir dirimu sendiri?"Ucap Jihan
"Kau hanya memberiku rasa nyaman Tapi tidak memberiku kepastian."
"Ternyata benar ya,luka yang hebat sering tercipta dari orang yang kita anggap istimewa!"Seru jihan lagi
bara masih diam tanpa berkata mendengarkan semua Ucapan Jihan .
jihan kembali berkata dgn suara pelan di hadapan bara
"tenang saja,aku bisa memposisikan diri dimana aku harus menggila dan dimana aku harus waras . bukan berpura-pura,hanya saja kehidupan tidak melulu soal bercanda.karna terkadang tidak semua orang bisa menerima siapa aku ."ucap jihan dengan wajah tenang namun menahan sesak di dadanya
bara tak menjawab perkataan jihan iya hanya menatap wajah teduh wanita nya itu .
namun dari arah kejauhan semua orang memanggil Jihan Dan Bara bersamaan .
sebelum jihan Mendekat kearah teman-teman nya
jihan berbisik ditelinga bara
"suatu saat nanti kamu akan mengingat ku,entah sebagai orang bodoh yang berhasil kamu tipu,atau sebagai orang baik yang kamu sia-sia kan ."bisik jihan lalu meninggalkan bara yang masih diam seperti patung
arin,rey dan galang mulai mendekati jihan
"Kau Tak apa-apa Jihan!!"Ucap arin cemas sambil memeriksa tubuh jihan
"Kau Baik-baik saja jihan.."Tanya galang ikutan mencercah pertanyaan namun matanya tak lepas menatap bara dengan tajam
bara hanya memutar bola mata malas nya melihat galang
asisten lu juga ikutan disana .
rey datang sedikit berlari kearah jihan ..
laki-laki itu langsung berlutut dihadapan jihan , meriksa kaki jihan diangkat nya satu-satu kaki itu .
"ehh...mau apa mas rey.."Tanya jihan Merasa risih kakinya diangkat
semua orang menatap aneh pada rey termasuk bara
semua orang juga merasa cemas tapi tidak harus berlebihan seperti itu juga kali rey .
"Diam Jihan aku harus meriksa kaki mu apakah keluar darah lagi !"
"Darah...?"Semua orang berkata bersama minta Penjelasan dengan maksud ucapan rey .
rey berdiri lalu menatap semua orang disana dengan senyum miring nya
"Kalian temannya, dan begitu cemas pada dirinya . Tapi kalian tidak ada yang Tau sama sekali wanita in hampir keguguran kemarin !"Ucapan rey sontak membungkam mulut semua orang disana terutama Bara .
"Entah Lah aku bingung siapa suami yang tega membiarkan istrinya kemana-mana sendiri apalagi disaat sedang hamil seperti ini,bahkan iya sampai pingsang dipinggir jalan kemarin!!"rey seolah-olah sedang curhat Namun Tanpa sadar iya telah menjatuhkan Harga diri kakak nya sendiri
sebagai seorang pria tak berguna , sebagai suami tak bertanggung jawab dan sebagai calon ayah yg tak peka .
"Ji..!"Bara memanggil jihan
jihan menoleh namun Dari arah jihan berdiri seorang wanita datang "Bara kau disini..!"
bersambung....
hallo kakak2 semua yang sudah mau membaca karya remahan diriku ini aku Pribadi sangat berterimakasih sekali
oh iya aku selalu baca dan like komen kalian yang sudah bersedia komen di cerita Ku ini, ah ya tadi ada yang kalau belum rilis jangan diterbitkan ๐kakak novel saya ini kan masih on going belum tamat dan masih up , jadi kalau ceritanya bersambung harap dimaklumi ya ๐karna begitu lah kalo masih on going ๐
oh iya bukan aku ga mau up langsng ber bab2 sekaligus karna setiap part aku harus corat-coret dibuku dulu kak
jadi maafkan diriku yang Tak bisa menentu kan jam berapa Akan up , tapi aku selalu up tiap hari kok ๐๐๐
Terimakasih Yg sudah mensuport penulis amatiran seperti ku . terimakasih yg dengan iklas Memberi hadiah dan vote untuk othor remahan seperti daku ini ๐Terharu .
Yg selalu Like dan komen menyemangati dan juga memberi keritikan agar aku semakin memperbaiki kesalahan aku terimakasih banyak ya ๐
apalah arti nya karya ku tanpa kalian sang pembaca setia ๐๐see you
salam sayang
"Putry"