
Happy reading
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Semenjak Jihan mual-mual dan Bara Mengetahui Jika istrinya sedang Hamil Membuat Dirinya Selalu takut Jihan Untuk Ngapa-ngapain Bahkan Bara Berpuasa Untuk Tidak Menyentuh jihan Takut menyakiti Bayi nya Walau kadang Iya Frustasi namun dari pada Ia bermain dgn wanita lebih baik ia bersolo karir di kamar mandi hehe .
Bara Tetap Setia akan Istrinya .
Keluarga Mereka Kembali Bahagia Dengan Kabar Kehamilan Jihan . Apalagi Ge Iya Seakan Bangga Akan menjadis seorang kakak untuk Adiknya nanti . Helena Dan Abra Tak kalah Bahagianya karna akan mendapatkan Cucu Lagi .
"Sayang ayo Makan ?"Pinta Bara Pada istri nya karna Jihan selalu menolak dan Mengunci mulut Nya Rapat-rapat .
"Ayo..aaa,Buka mulutnya ?"Ucap Bara lagi Namun Jihan lagi-lagi menggelengkan kepalanya .
Bara Mencoba menahan emosinya jika dihadapan Jihan .
"Baiklah Jika Tak mau makan Kau mau apa Ji?"Tanya Bara dengan Sabar nya merawat Jihan Yang Masih Hamil muda .
"Mau Peluk."Cicit Jihan Langsung Memeluk Bara
"Manja ."Ucap Bara Lagi namun Iya langsung membalas Pelukan istrinya dan mengusap-usap Rambut Jihan.
"Hari Ini kita Harus Periksa kedokter,aku tak Mau calon anak ku kelaparan Karna kau tak mau makan."Ucap Bara lagi pada Jihan Yang Hanya diam sambil menghirup aroma tubuh Bara .
"Tapi Aku Nggak Mau ."Tolak Jihan
"Tidak ada penolakan."Ucap Bara Tegas Membuat Jihan Pasrah .
********
...Disisi Lain Asisten Lu Juga Arin Masih seperti Orang Yang Hanya Saling kenal Bukan seperti Suami Istri pada Umumnya , Tak ada Keharmonisan bahkan romantis ....
Namun Lu sebisa mungkin bersikap Dewasa tak ambil Pusing akan Sikap arin pada nya .
karna Hari Libur Lu tak ada pekerjaan hari ini , Iya di bebas tugaskan oleh Bara .
Lu Sedang Membaca Koran Dibalkon Kamar nya Pagi Itu Karna Iya Merasa Bosan Jika Tak Ada Kerjaan Lain .
Arin Yang selesai Dari dapur Langsung Mendekati Lu ,"Aku sudah masak , Makan Lah . Kau belum sarapan ."Perintah arin pada Lu
Lu hanya menurut dan Mengekori Arin Dari Belakang Nya .
Arin Tetap Berwajah Biasa Pada Lu , Mengambilkan Lu nasi Kedalam piring Arin lalukan karna nasihat orangtuanya juga Di cerewet Jihan .
Disela-sela Makan Mereka Arin Berbicara .
"Hari Ini aku Mau Ke Toko Buku ."Ucap Arin Pada Lu
Lu tidak menjawab Ia tetap Menghabiskan Makannya dengan diam Membuat Arin sedikit kesal .
"Aku Mau Ketoko buku ."Ucap Arin Lagi
Nasi Yang masih Ada Dipiring Lu pun masih bnyak Namun Lu menyudahi makannya lalu mengambil Minum .
"Kau Tau Arin,waktu Kecil aku mempunyai orang tua . Mereka Berkata kalau lagi makan jangan bicara."Ucap asisten Lu dengan tersenyum ramah tidak ada wajah tembok bahkan datar nya
Lu berdiri dan menyudahi makannya .
"Aku tunggu dimobil,akan Ku antar kau beli buku."Ucap Lu langsung meninggalkan arin di meja makan itu .
Akhirnya Mereka Pun tiba Ditoko Buku , Lu hanya Mengikuti arin Yang sibuk memilih milih buku,Lu hanya melihat lihat saja Tanpa Ada niat membeli . karna dirinya tidak terlalu hobby membaca
Namun Saat Mereka Asik Mencari Buku tak Sengaja Arin Dan Lu Bertabrakan Dengan Seorang Pria
"Kak Daniel ."Ucap Arin Kaget dan Lu ikut menatap Pria Dihadapan arin itu
Bisa dilihat oleh mata Lu jika Arin Sedikit salah tingkah pada Daniel.
"Kau masih mengingat Buku itu Dan Ternyata Hobby kita Ga pernah berubah ya ."Ucap Daniel karna Arin sama memegang buku yang di tangan Daniel juga .
"Ah iya kak ."Ucap Arin Kaku
Daniel Mengusap usap Rambut Arina Karna Gemes melihat arin seperti itu Namun membuat asisten Lu marah dan Menepis tangan Daniel dari rambut Arin .
"Nyah kan tangan mu dari dia ."Ucap Lu menatap Daniel dengan wajah membunuhnya bahkan Tatapan tajam tak lepas dari mata Lu kepada Daniel
Arin Yang melihat Lu memarahi Daniel membuat arin kesal karna Lu bersikap berlebihan .
"Sudah Cukup tuan Lu ."Ucap Arin namun tak diperdulikan Lu
"Sekali lagi kau sentuh Tangan Mu di tubuhnya ku patahkan Tangan itu ."Ucap Lu pada Daniel seraya mengancam
Namun Arin langsung menarik Paksa Tangan Asisten Lu pergi dari sana dan mengurungkan niatnya membeli buku
Arin Membawa asisten Lu ke Taman Di sebelah toko itu yang terbilang sepi dan arin menghempaskan tangan Lu dengan Kasar
Lu hanya diam Menatap wajah arin yang sedang marah pada nya .
"Apa maksud mu hahk?Puas kau ?"Pekik arin dihadapan Lu.
Lu Masih Tetap Diam tak berbicara sedikit pun .
"Sudah Ku bilang Jangan Ikut campur urusan Ku tuan Lu terhormat."Ketus arin Lagi .Ya ternyata arin masih dan mengharapkan Daniel padahal Arin tau daniel ketoko itu pun bersama wanita yang pernah iya temui waktu itu .
Lu memajukan tubuhnya mendekat pada arin
"Aku akan menjadi sosok yang selalu ada disaat keterpurukan mu dan tak akan meninggalkan mu.tapi akan pergi jika hadir ku di anggap tidak pernah ada."
"Saya tipe orang yang ketika marah,saya diam.ketika saya kecewa,saya diam.ketika saya mendengar perkataan dari orang yang membuat saya sakit hati,saya diam. Kenapa?karna saya tau.ketika saya ngomong pada saat itu,itu bukan diri saya .itu hanya emosi sesaat .yang jika keluar hanya menjadi perkataan,yang gak bisa saya kontrol "Ucap asisten Lu panjang lebar
"Saya marah Dan bersikap berlebihan karna saya suami Anda arina Raymond."Ucap lu dengan wajah datar nya .
"Sebangsat-bangsat nya saya .saya tidak pernah menyimpan dua orang dalam satu hati ."Ucap Lu tegas
"Terkadang ada hancur yang tidak dapat diceritakan."Ujar Lu lagi
menatap Arin Yang hanya berdiri diam
"Jangankan kamu,aku aja bosan dengan diriku,tapi tetap bersyukur masih ada yang setia,yaitu nyawa ."Ucap Lu sambil tersenyum melihat arin
Tak Pernah iya lihat kan wajah kecewanya.
"kau tau aku selalu ingat pesan Nyonya Helena ,Lepaskan dari pada memaksakan. ikhlaskan dari pada menyakitkan."Ucap lu pada arin lagi .
"Aku mengijinkan Mu Mengejar nya , Aku Pamit ."Ucap Lu lalu meninggalkan arin
bersambung ....
Bantu Like dan Komen membangun nya ya ππBantu Vote juga ya ππ
salam sayang
"putri"
Mulai Hari Ini episode Ge udah mulai up ya πpantengin dan jangan lupa masuk favorit ya agar author up ketahuan ππ
Cover di atas adalah Visual Ge dan El π