Ceo Sang Bos Mafia

Ceo Sang Bos Mafia
Mommy!


"DULU KAU MEREBUT AYAH KU , SEKARANG KAU MEREBUT SUAMIKU,Kau Menang satu Langkah dari ku hari ini tapi tidak untuk esok jadi Pertahankan apa yang sudah kau gapai , Jika Tidak Tangan Ku ini lah Yg akan menghancurkanNya!"Jihan Pun pergi dari hadapan semua Orng Yang Diam disana .


sebelum pergi Jihan Memutar tubuh nya menatap semua orang


"Aku sudah terbiasa ditampar oleh masalah,sudah terbiasa berjalan diatas cobaan,sudah terbiasa akan ujian Tapi Aku Bukan Wanita Lemah Jika Menyangkut Ibu ku!"Lirih Jihan Menatap Satu persatu wajah orang disana


"Aku seorang Anak Yang Terlahir dari rahim Seorang Ibu yang sederhana , tidak dimanja dgn harta ataupun kemewahan,akan tetapi beruntungnya diriku.karna diberikan tulang dan hati yang kuat untuk berjuang sendiri ."Jhonatan merasa ditampar dengan keras ucapan Putri kandungnya sendiri


Ku kira kau yang terbaik, ternyata aku yang salah."ucap jihan memegang perut nya yg semakin Kram dan perih iya berlari menjauh dari cafe itu


"Tunggu ji!"Bara hendak mengejar Jihan Namun dicegah langsung oleh papy Abra


"Biarkan Bara , Iya Ingin Menenangkan fikiran nya!!"Ucap Abra pada akhirnya menyuarakan


"Tapi dia mau kemana pi?"bara frustasi


"Apa dengan kau mengejar nya jihan akan luluh?bisa saja kau akan menambah luka nya semakin para !!"Ucap papi Abra melirik arah ke alya dengan wajah datar dan dingin nya


Helena yg biasa tegas dan cetus jika berkata,entah kenapa airmata tak henti-hentinya menetes dari wajah cantik wanita yang tak muda lagi itu .


"Ini salah ku ,aku Yg Membawanya masuk kedalam Keluarga ku hanya ingin Memperbaiki dan menebus dosa anak-anak ku tetapi tanpa aku sadari kembali putra ku menggores luka Kepada Anak dari Teman ku hikss!!"lirih Helena Meratapi kebodohannya


"Mam...bukan salah mu ini salah rey mam please jangan menyalahi dirimu!!"Ucap rey sambil Merengkuh wanita tua itu masuk dalam pelukannya .


Helena hanya menangis tak bergeming tubuhnya seakan remuk untuk berdiri pun susah . rey berdiri menuju kearah bara .


"dulu Kau Menghajar ku Hanya Karna wanita ini kan !!"Tunjuk rey pada alya


"Kau menghancurkan keluarga mu karna wanita ini kan !"mata rey menatap bara namun tangan nya menunjuk alya .


lagi


"Dan sekarang kau Menghancurkan Keluarga yg sedang memperbaiki masalah di masa lalu tapi karna wanita ini lagi kau menjadi seperti ini!"Ucap rey lagi menunjuk alya


"Dan parah nya kau menghancurkan Wanita paling berharga yang akan melahirkan penerusmu nanti hanya karna wanita ini !!"Tunjuk rey lagi pada alya namun tangan rey ditepis Oleh bara lalu bara dengan satu gerakan melayangkan tinju diwajah rey hinggah mengeluarkan darah dari sudut bibirnya .


alya tersenyum puas menatap rey ,


rey memegangi ujung bibir nya yang berdarah


"Kau Membiarkan Berlian mu Tergores demi Melindungi Batu krikil yang Tak Berharga ini!!"Ucap rey meninggalkan ruangan itu


********


Disisi lain saat Elano diantar jihan keapartemen nya Elano menuju lantai dimana iya dan papa nya tinggal .


bocah lima tahun itu seakan sudah paham akan semua hal , kurangnya kasih sayang dari kedua orangtuanya membuat el menjadi bocah mandiri . dipaksa dewasa oleh keadaan


Elano melihat pintu apartemen nya terbuka yang dipikiran Bocah itu sekarang papa nya sudah pulang


el pun Masuk mengendap-endap seperti pencuri,iya ingin mengagetkan papa nya mencari ke setiap ruangan , Namun Tak Menemukan Papanya


saat el menuju lantai atas bocah itu mendengarkan suara orang bertengkar dari arah ruangan kosong dipojokan dekat dapur , Karna Iya penasaran el pun mendekat kearah suara dan mengintip dari celah pintu yang masih terbuka sedikit


"Kenapa Bisa Identitasku diketahuinya Bodoh?"Ucap Ayah El


Buukk...praakkk. ayah el memukul pria yang duduk dengan lemas itu dengan kuat .


"Hahkk..!"El terperangah


"Bagaimana bisa mereka meretasnya tanpa kau sadari !!"Teriak nya lagi


Namun pria yang sedang dihakimi itu sudah tak bertenaga


ayah el mengambil pistol yang ada di pinggang nya


ceklak dan


DOR .. "Bereskan dia!"Perintah


jantung bocah itu Seketika berdetak dengan cepat , keringat dingin bercucuran


iya berlari menuju luar apartemen itu,el tergesa-gesa jangan sampai iya diketahui papa nya .


"Papa pembunuh?Aku punya papa pembunuh!!"Batin el masih menolak semua yang iya lihat


pikiran Anak Kecil Seperti el sangat Lah Sensitif apalagi melihat hal Yang Tak pernah Iya Fikirkan sebelumnya , dimana seharusnya anak sebesar el tumbuh dengan kasih sayang orang tua dan belajar Untuk Menjadi Anak Lebih baik Tapi apa?pertunjukan apa yang dilihat dari orang tuanya ?


wajah itu mmberlari menangis sejadi-jadinya , dan Tak sengaja Iya Menabrak Seorang Wanita muda .


"Kakak...!!"Panggil el


"El...kamu disini?Kenapa Menangis sayang !!"Jihan Berjongkok memposisikan tubuhnya dengan bocah itu


"hikkss. ..hikss..kakak kenapa juga menangis!!"El bukan bertanya Malahan Balik bertanya .


jihan terdiam , "Boleh aku peluk!!"Pinta el pada jihan dgn suara parah bocah


dengan Cepat Jihan Menarik el dalam pelukannya mereka menangis dalam diam membagi setiap Luka yang sama-sama mereka puny .


"el merindukan pelukan seorang mama,apa el boleh panggil kakak Dengan sebutan Mommy!!"Ucap anak itu


"Mommy?"


Bersambung


halo Ghost reader tinggalin jejak di bab dong


seperti like,komen,vote dan fav nya ya πŸ˜‰πŸ˜„


salam sayang


"Putry"