Ceo Sang Bos Mafia

Ceo Sang Bos Mafia
Menuju Bahagia !!!


Selamat Membaca


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Bagaimanapun, hamil dan melahirkan menjadi momen yang selalu dinantikan setiap pasangan. Demi kelancaran proses kehamilan, istri dan suami harus bisa saling menjaga dan perhatian. Sebab tak bisa dipungkiri, kehamilan juga seringkali jadi hal yang mengundang kekhawatiran.


Termasuk juga dengan Pasangan Bara dan Jihan,Bara sudah mulai Khawatir akan istrinya yang sebentar lagi akan melahirkan. sebab ini termasuk kali pertama bara akan menemani saat melahirkan istrinya sedang waktu lahir Ge ia tak ada .


Malam itu Bara Tak Henti-hentinya menatap Wajah Jihan Yang Teduh Bahkan sejuk Jika Dipandang . Tampak Jelas Dimata Bara Istrinya itu dalam tidur Tidak Bisa Tenang karna Pergerakan di perut Juga Perutnya yang kian membesar .


Terkadang istrinya Meringis sambil memejamkan matanya kala tiba-tiba perut nya mengencang Bara melihat jelas itu semua .


"Ssstttt...."Lagi-lagi perut jihan seakan beputar ia pun meringis dan memiringkan wajahnya .


"Sayang Kamu adalah perempuan hebat dan tangguh yang mampu menakhlukkan segala rintangan di masa kehamilan Buah hati kita ."Gumam bara pelan lalu mengecup kening istrinya yang sedang tertidur dengan pulas .


Hari Pun berlalu dan hari Ini jadwal bara Menemani Jihan Berjalan pagi tanpa alas kaki agar mempermudah jalannya persalinan .


"Sayang Gendong,aku Cape ."Rengek jihan berhenti dipinggir jalan


Bara menatap Istrinya dari kepala hingga kaki,perut yang benar-benar membesar sudah pasti berat nya bukan main .


"Kita istirahat disana mau?"Tanya bara mengalihkan pembicaraan , Jihan melihat taman yang begitu indah membuat dirinya semangat ingin duduk disana


"Aku mau aku mau ."Cicit nya lagi


Mereka pun menuju taman karna kegirangan Jihan berjalan dengan cepat sampai tak mengimbangi Jalan Dan


"Awwwwssssss...sa..sayang..


ahhh."Jihan Berteriak membuat bara melirik kearah suara


"Jihan."Bara langsung berlarian dan mengangkat istrinya yang tersandung batu namun membuat Bara semakin syok ada darah Di pangkal paha dan kaki istrinya .


"Kita kerumah sakit ."Ucap Bara Lagi dengan wajah cemas nya mengangkat Jihan Dari sana Banyak Sejumlah orang membantu nya membukakan pintu mobil


Bara Langsung Menuju rumah sakit Khusus keluarga Nya yang memang tidak jauh dari sana .


Jihan Masih Meringis Menahan Sakit di perut nya Juga Kram . Bara bisa Melihat wajah pucat Di muka Jihan ,"Sayang tahan Sebentar kita akan sampai ."Ucap Bara Lagi dengan Mencoba menenangkan istrinya walau sebenarnya ia pun jauh lebih Cemas .


Setelah tiba Dillobby Parkiran rumah sakit Bara Langsung Membuka Pintu Belakang dan Meraih istrinya masuk kedalam Gendongan Bara .


"Dokter,suster Tolong istri saya dokter."Teriak Bara Membuat mata semua orang Yang ada disana menatap Dirinya


Dokter dan perawat pun berdatangan untuk Membawa Jihan Ke ruangan Bersalin .


Setelah didalan Ruangan bersalin Sempat Terjadi Kendala Karna Jihan Menolak Untuk Oprasi Cesar ia kekeuh bersalin Normal .


Namun dokter Mencegah Nya Karna Bayi Nya Didalam Perut Lemah Tak Ada Tanda-tanda watt dari sang bayi Namun Jihan Yakin Dan Ingin Tetap Normal .


Dokter Pun Berbicara dengan Bara Masalah Prihal penolakan jihan dan dampak penundaan mereka.


Bara pun menelpon semua keluarga nya dan langsung Memakai baju APD dan Menemui Juga Diruangan Bersalin "Sayang dengar kan Saran Dokter ."Bara membujuk


Namun Jihan Malah Menangis"Aku tidak mau ,Aku Mau Nya Normal Hikss "Ucap jihan sesenggukan


"Sayang Mereka semua jahat ,Mereka Bilang anak di perut ku tak Ada kekuatan untuk keluar ,bukan Kah anak kita kuat?ia kan sayang?"Ucap Jihan Lagi bertanya pada bara


Bara Pun Semakin Tak tega melihat kondisi istrinya seperti itu ."Sayang Kata dokter juga,Kau Tidak bisa memaksa untuk Persalinan normal karna tak cukup kuat tenagamu Jie,semangkin Lama air ketuban nya akan mengering please."Ucap Bara lagi memohon pada istri


"Aku tidak mau Bara Aku tidak mau hihks...Aku Ingin Normal ."Pekik jihan didalam ruangan persalinan itu membuat dokter dan perawat tak sampai hati melihatnya.


perjuangan seorang ibu memang tak bisa Di Sia-sia kan ."Jika anak ku yang selama aku tidak kau janji akan membesarkan nya bersama Ge ? Kau tak akan menelantarkan anak kita kan ?"Tanya Jihan Pada bara lagi


"Kau tidak akan menikah lagi kan kalau aku tidak ada ?"Ucap jihan lagi ke wajah suaminya.


Bara lagi-lagi menggeleng. "Maka lakukan persalinan normal suntikan aku suntik watt dokter."Ucap jihan menggebu-gebu


"Please sayang jangan keras kepala resikonya besar kau tak cukup tenaga dan juga belum sarapan tadi kan ,Ayo lah Ji jangan membaung waktu kasihan baby kita ."Pinta bara lagi lelaki itu menjadi lemah didepan istrinya .


Betapa Bara ikut merasa sakit dan sesak melihat pelu keluar dari kepala istrinya .


"Kau Percaya aku maka lakukan ."Seru jihan membuang pandangan nya ke arah lain


"Sayang Kau Menyayangi Daddy dan mommy mu Kan ?Tak ingin Buat Mommy kenapa-kenapa kan ?Mommy mu keras kepala Nak , Dengar kan Daddy , tolong Bantu mommy mu untuk Mengejan mengeluarkan mu di dalam perut yang hangat itu ,. Deddy akan melihatkan dunia pada mu , ayo sayang ."Ucap Bara sambil mencium perut jihan dan mengusap nya dengan kasih sayang


Tak lama Perut Jihan Sakit bukan Main Membuat Jihan menjerit "Aghhhh...sayang sakit perut ku sakit ."Ucap Jihan Memegang Perut nya dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya menggenggam tangan bara dengan kuat.


Dokter yang melihat itu semua langsung Mengambil posisi mereka "Aghhh....sakit Bara Sakit ....Bundaaa Sakit Pinggang jihan Sakit ahhhh."Teriak Jihan sekencang mungkin sambil mengelus pinggang nya yang gambir patah tulang itu .


"Tahan Sayang Tahan ."Bara mencoba menguatkan istrinya , bara sangat begitu cemas baru kali ini dirinya melihat langsung jihan kesakitan seperti itu .


"Agghhhhh....sakit...sakit Bundaaa."Rengek jihan memanggil ibunya .



Tangan nya pun tak lepas dari genggaman Bara .


"Ambil napas secara teratur. Mulai dengan tarikan napas yang sebanyak-banyaknya kontraksi dimulai, lalu embuskan setelahnya,Ayo nyonya bisa ."Ucap dokter memberi arahan agar Jihan Mengikuti ucapan nya


"Huuufffss hmmmmm fuuussshh hmmm."Jihan mengikuti arahan Dokter menarik nafas


"Sakit....sakit sayang ."Panggil jihan lagi melihat suaminya


"Fokuskan perhatian Nyonya.Tarik napas perlahan melalui hidung, kemudian buang melalui mulut.Pastikan Nyonya fokus untuk merilekskan tubuh di setiap tarikan dan embusan napas selama pernapasan berlangsung,Ayo Coba Lagi ."Ucap dokter dengan Sabar


Jihan Mengulangi lagi pergerakan nya .


"Ayo Sekali Lagi Saat terasa Kontraksi langsung ngejan ya nyonya karna ini sudah bukaan sepuluh ."Ucap Dokter lagi sudah siap-siap


Pada fase ini ialah waktu di mana Jihan siap melahirkan si Kecil. Sebab leher rahim yang tadinya sudah mencapai bukaan tujuh cm, akan semakin melebar hingga 10 cm.


Fase ini menjadi waktu yang paling singkat yaitu hanya 30 menit sampai 2 jam.


Jihan menarik Nafas Panjang-panjang mengengam tangan Suaminya dengan Kuat dengan satu dorongan diperut nya .


"Eegggghhhh..."Suara jihan mengejan


"Terus lagi lagi."


"Egghhhhhh....aahhhh....eghhhhh."Ejan jihan memegang tangan bara ,sampai bara pun ikut kesakitan karna jihan mencengkram sampai ke tulang tangan nya .


"Egggggghhhhhhhh..."


"Hoekkk.....hoekkk....hoekk...."Suara Bayi Keluar


"Huhffsssss."Mendengar suara bayi jihan Menarik nafas nya pelan lalu perlahan melepaskan genggaman nya dan memejamkan mata Lelah .


Bara tertegun laki-laki itu mematung mendengar suara Yang baru pertama kali ia saksikan .


Bayi nya Tampak Jelas sedang dibersihkan oleh dokter ,Bara lalu menatap Jihan "Sayang .. Sayang Bangun ."Bara menggoyang kan Bahu istrinya Namun Jihan Tak juga membukakan matanya .


"Sayang ."Lirih bara lagi dengan wajah takut nya


"Hemm."Akhirnya Jihan Berdehem membuka matanya perlahan


"Sayang kamu luar biasa, kamu berhasil melakukannya!"Ucap Bara berbinar-binar


"Aku bangga banget sama kamu!"Ia mengecup jihan Lagi


"Terima kasih sudahย melahirkanย anak kita ke dunia, sayang."


"Terima kasih telah membuatku menjadi pria, suami, dan seorang ayah."Seru bara lagi


"Ini adalah tubuh yang menumbuhkan anak-anak kita, memberi makan anak-anak kita. Tubuh ini menghibur anak-anak kita, membuat hidup.Tubuhmu adalah yang aku cintai setiap hari, terima kasih."


Cup


Bersambung ....


Persalinan ala Othor,Ngosngosan Diriku Mengetik sepanjang ini ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Ayo Mana ni dukungan dan Like nya Juga Komen jgn lupa bantu vote ya ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


salam sayang


"Putri"