
๐นbantu vote nya๐น
๐น๐น๐น๐น
Setelah Ge pergi berlarian masuk kamar nya dengan menangis Jihan Pun mengejar putri nya .
"Ge..buka Pintu nya Ge , mommy mau bicara Ge!!"Ucap Jihan didepan Pintu sambil menggedor pintu namun Ge seakan Menjadi tuli mendengar suara mommy nya Yg egois .
karna Lelah Jihan Menggedor dan hasil nya tetap sia-sia .
Jihan Pun Meminta Asisten Lu untuk Menghubungi Bara Bahkan Jihan pun tak Memiliki nomor suami nya . "Huhffs !"
"Maaf Nyonya Jihan, Tuan Tidak Mengangkat Ponselnya Namun Saat saya lacak Ponsel tuan bara di jalan Xx Disebuah klinik !"Ucap Lu pada Jihan . lu memang masih di mansion Hendak melaporkan pekerjaannya dengan bara namun yg ingin ditemui tak ada di mansion .
"Baiklah Lu,Tolong Sampai kan Pada Ma dan papi jika aku menyusul bara dan Tolong titip anak-anak Ku bilang Juga dgn arin . !"Ucap Jihan Langsung Mengambil kunci mobil .
"Tapi nyonya .?"ucap Lu lagi namun Jihan sudah berlarian .
Jihan Pun mengendarai Mobilnya Malam Itu dengan Kecepatan Sedang . Tak Lama Mobil Yang Jihan Kendarai pun Tiba disebuah Klinik Yg tidak Terlalu besar Namun terkesan Mewah .
Jihan Menghampiri Kasir karna saat keluar dari dalam mobil jihan melihat mobil suaminya ada disana.
"Permisi,Apa ada Pasien bernama bara ?"Tanya jihan pada Kasir di klinik itu.
"Mohon Maaf anda Siapanya pasien ?"Tanya suster dikasir itu
"Saya istrinya !"Ucap Jihan
"Baiklah Nyonya mari saya antar !"Seru suster dengan sopan .
Ceklek . pintu pun dibuka
Pandangan Pertama mata jihan Tertuju pada lelaki yang sedang tidur tengkurap diatas ranjang pasien tanpa memakai baju hanya dibalut perban dipinggang nya .
suster pun meninggalkan jihan dan bara disana .
Jihan Mendekat lalu mengambil kursi dan duduk disebelah bara .
Iya Hanya Memandang Wajah Laki-laki itu dengan diam .
"Bawa beberapa pengawal ke klinik xx aku akan membawa suami ku malam ini ke apartemen nya biar aku yang merawat dia disana sendiri !"Ucap jihan di ujung telpon.
Setelah Proses Memindahkan Bara Ke apartemen yang selama lima tahun ini bara tepati kini jihan Datang kembali ke apartemen itu . tidak terlalu banyak berubah batin jihan .
Jihan Pun Mengambil Pakaian Ganti untuk suaminya lalu Mengambil air hangat dan Handuk kecil Untuk Membersihkan tubuh suaminya sebelum dikenakan baju ganti .
Entah apa yang sedang iya pikirkan jihan Hanya bisa diam menatap dalam wajah pucat Bara .
setelah memakaikan Suaminya Baju . jihan Berjalan menuju arah balkon Matanya membulat.
Bara Menempelkan Setiap Foto mereka dulu di dinding balkon .
"Love You!"Tulisan itu Bertengger di dinding balkon .
Jihan Mendekati Foto-foto itu lalu merabahnya terukir senyum di wajah Jihan .
Dirinya Keluar Dari Kamar Lalu Menuju dapur Namun Iya Melewai ruang kerja bara dimana mereka dulu sering melihat senja atau sunset dari dalam sana .
jihan pun membuka pintu itu
Lagi-lagi iya Mendapat kan Foto-foto dirinya dan Kalender dari hari ke bulan lalu ke tahun bara bulatkan Menunggu Kepulangan Istrinya .
Jihan mengambil Bingkai kecil disisi meja kerja suaminya melihat foto iya dan Bara Sedang Memukul Botol plastik .
lalu jihan membalikan bingkai tersebut ternyata ada voice note
"aku tak pernah melihat susatu sekuat dirimu,aku tidak pernah melihat siapapun setegar dirimu,aku ingin suatu hari nanti kau akan kembali dan hanya milikku selamanya l love you Jih."Bara
Jihan Menitihkan air matanya , Mereka berdua sama-sama tersiksa dengan hubungan saling menjauh dan membenci .
"Maafkan Aku Yg membenci dirimu ."Lirih jihan menatap wajah sendu suaminya .
"Maafkan atas ke egoisan ku ."
"Aku Membenci Mu namun Rasa Cinta itu Tak Bisa aku lupakan begitu saja ."
"Maafkan aku mengabaikan mu tadi Hiks."
Jihan pun akhirnya tidur dengan posisi duduk disamping bara yang tengkurap .
pagi pun Tiba Bara memegang Kepalanya sedikit pusing Efek bius yg di suntikan dokter pada nya semalam .
Namun karna pergerakan bara membuat jihan terganggu tidur nya .
"Kau Sudah Bangun."Jihan Memposisikan duduk nya menghadap bara yang menyender kepinggir ranjang .
"Ji kenapa kau disini?dan Bukan Kah aku di klinik?"Tanya bara lagi masih merasa bingung .
Jihan tak menjawab pertanyaan bara ,Jihan berdiri lalu mengambil Obat Yg diresepkan dokter untuk suaminya dan dengan segelas air putih
jihan Kembali duduk di sisi kanan bara lalu
"Buka Mulut mu?"Perintah jihan ,dan bara pun menuruti saja
jihan memasukan dua butir pil kedalam mulut bara dan dibantu dengan air putih .
Jihan Kembali Diam dan mencoba membuka baju bara untuk Mengganti perban nya dengan yg baru .
"sini aku Ganti perbannya !"Ucap jihan sambil membuka kancing baju bara satu persatu namun tangan bara langsung menahan tangan jihan yg menyentuh kancing bajunya .
"Berhenti Ji, aku Bisa Sendiri Lebih baik kau urus anak-anak mereka membutuhkan mu!!"Lirih bara sambil menunduk .
Jihan Hanya diam sambil Menepis tangan bara membiarkan dirinya membuka kancing baju itu .
Bara Menghela nafas ny dengan panjang .
"Jika Kau Tak Nyaman berada si samping ku Kau Bisa Bebas mulai sekarang Ji,Aku gak papa."Ucap Bara lalu menatap jihan yang hanya diam
"Aku tau tidak ada yang pernah siap dengan sebuah kehilangan.tetapi demi menukarnya demi kebahagiaan mu.aku akan belajar untuk itu ."Ucap bara lagi Dengan menatap wajah jihan yang diam tanpa berkata .
"Aku Ikhlas Jika Kau ingin Per!!"Namun Kata-kata nya terputus kala jihan mensejajarkan tubuhnya dengan bara dan langsung membungkam Mulut bara dengan Mulut nya .
bukan Hanya Kecupan Namun Ciuman Yang Jihan berika kepada bara . Bara Kaget Dapat Serangan langsung dari istrinya .
Jihan menggigit bibir bawah suaminya karna tak kunjung membuka mulutnya , saat mulut itu terbuka Jihan Menjulurkan lidah nya masuk kerongga terdalam bermain disana saling Membelit , "Ehm....mmmmm."Suara sialan itu lolos begitu saja dari dalam mulut mereka yang tadi nya bara kaget kini terbawa suasana .
jihan melingkarkan tangan di ceruk leher suaminya,Memposisikan tubuhnya duduk dipangkuan bara lalu menekan lebih dalam ciuman mereka "ehm...mmmm!"Lenguhan keluar dari bibir masing-masing di pagi itu
jihan melepaskan ciumannya dari mulut bara lalu menatap manik mata suaminya bara pun ikut menatap manik mata jihan .
Dengan senyum Menggoda jihan berkata .
"Mau Berbulan Madu dengan ku!"
bersambung....
Tinggalkan jejak nya ya ๐๐น
like , komen juga favorit nya vote juga ya ๐
salam hangat
"Putry"
"Lubuklinggau Sumsel"