
Sejak Perdebatan arin Dan Asisten Lu waktu itu berakhir dengan Skak matt Dari Asisten Lu pada arin yang Hanya bisa diam .
Dan Disini Lah Mereka Sekarang Di Gedung Mewah Dan disaksikan Semua Orang, Ya Lu mengikat Janji Suci dan Mengucapkan sumpah pernikahan Di saksikan Semua Tamu Undangan .
Arin Sebisa Mungkin Memasang Wajah Senyum Seramah Mungkin Pada Setiap Orang .
Setelah Acara Selesai Lu dan Arin Diboyong untuk Nginap Di Kamar Hotel yang sudah Disiapkan Jihan dan Bara Jauh-jauh Hari .
Sebelum Lu dan arin meninggalkan tempat acara ,Ge memanggil Lu dan lagi-lagi Ge menarik telinga Lu Kehadapan bibir nya
"Paman Tau kan Gimana Aunty arin itu."Ucap Ge berbisik ditelinga Lu ,Lu pun Mengangguk kan kepalanya tanda mengerti
"Jika Paman takut terluka hati nya karna aunty Arin Pasang anti gores saja ."Saran Ge berbisik
Lu tersenyum,
"Ge."panggil Jihan Karna Ia Curiga akan putrinya itu
"Yes mom,Paman Ge pergi dulu."Ucap Ge allu menciumi pipi Lu
Lu dan Bara family berpisah di gedung itu
Bara Langsung mengangkat Tubuh Ge masuk Kedalam Gendongannya Lalu Mereka menuju mobil untuk pulang
Didalam Mobil Menuju apartemen Bara ,Jihan Dan Ge Lagi-lagi Menjadi Ibu dan Anak Yang tak pernah akur .
Perdebatan Antara Mommy dan Anak itu tak pernah Bara Lewatkan
"Daddy Lebay adalah salah satu hewan penghasil Madu kan Ya?"Tanya Ge pada Bara Namun Langsung dijawab jihan dengan ketus nya .
"Lebah Ge l e b a h bukan Lebay."Ucap Jihan sambil mengeja kata-kata Lebah karna jihan Tau anak nya itu gimana .
"Ge gak Nanya Mommy ,Ge nanya Sama Daddy ."Cicit Ge Langsung Merangkul Lengan daddy nya .
"Dasar Manja."Ucap Jihan
"Sayang,,Ge kan Anak Kita . Manja dengan Daddy nya sendiri gak papa lah."Ucap Bara menengahi Ibu dan anak itu .
"Betul Daddy , Wekk."Ge menjulurkan Lidah nya pada Jihan
"Mommy tu Cari topik pembicaraan itu susah Makanya Mommy lebih suka cari masalah ."Cicit Ge Yang Mana Dapat Tatapan tajam Oleh Jihan
"Ge."
*******
Diperjalanan Menuju Kamar Hotel Arin Hanya Diam Seribu bahasa tak ada Bicara apapun pada asisten Lu .
Sedang Arin Sedang Melepaskan pakaian Pengantin yang iya pakai ,Terlalu sulit karna resleting gaun Yang arin kenakan berada Di belakang tubuhnya dan sedikit panjang dan kebawah membuat arin susah melakukan nya.
Lama Iya Berkutat dengan Gaunnya yang Tak kunjung iya lepas sampai asisten Lu selesai membersihkan dirinya hanya memakai handuk yang iya lilit di pinggang Menambah Kesan Maskulin dan tampan Asisten Lu .
Lu yang Melihat Arin Kesusahan Lalu Mendekat
"Mau Ku bantu ?"Tawar Lu dan Arin Pun memutar tubuhnya
Gleg
Arin Menelan Ludah nya dengan susah melihat pria yang berdiri dihadapannya saat ini tak bertela njang dada Lebih tepat nya pria yang menjadi Suami sah Arin
Tubuh Lu yang Masih ditetesi percikan air membuat arin Sedikit oleng . Namun secepat kilat arin menyadarkan dirinya kembali waras
"Tidak perlu."Ketus Arin Tanpa Memalingkan wajah pada asisten Lu
"Kenapa?"tanya Lu
"Sudah ku bilang aku tidak mencintaimu lalu kenapa kau selalu saja mengganggu ku dan sekarang Kau menikahi ku."Ucap Arin sanggul nya sudah terlepas dan rambut lurus arin terurai
"Aku Bukan Pria Pengecut yang seenak nya Menikmati wanita tanpa menghalalkan nya terlebih dahulu arin."Ucap Lu
"Kalau ada orang-orang pergi dari hidupmu,itu bukan karena salahmu.,tapi,karna waktumu dengan mereka telah habis."Ucap Lu pada arin mengenai Daniel pria yang arin cintai
"Omong kosong ."Cicit arin
"Jangan pernah memperjuangkan hubungan yang seakan kamu adalah pengemis dan dia majikannya ."Ucap Lu menyindir arin
"Ga ada yang bener-bener stay,people come and go.so turuni ekspetasi mu,selalu ada itu bohong,right person itu omong kosong,because the only one who loves you is your god and yourself.understand?jangan terlalu berharap pada manusia."Ucap asisten Lu lagi pada arin
Arin Hanya diam
"Tapi jika saya orang terburuk yang pernah kamu temui,pamit lah dan temui orang yang kamu anggap terbaik ."ucap asisten Lu lalu memundurkan tubuhnya dari arin
Bersambung.....
Tinggalkan jejak nya ya ππΉ
like , komen juga favorit nya vote juga ya π
salam hangat
"Putry"