
*Happy reading*
πΉπΉπΉπΉ
Siang Ini Karna Perintah dari Nyonya Helena Asisten Lu juga arin Mau menemani Ge Untuk bermain dimall karna anak itu merengek terus-terusan kepada grandma nya .
Mereka bertiga pun Sudah Didalam mobil asisten lu menyetir sendiri mobilnya menuju mall terdekat yang banyak permainan anak-anak .
Ge duduk Dipangkuan aunty arinnya .
"Eehheem."Ge berdehem diantaran orang dewasa itu , Asisten lu hanya melirik Ge sekilas lalu kembali menyetir dengan fokus
"Ge harap kita Ga saling Main bisu-bisuan ya ."Cicit Ge pada kedua orang Dewasa disamping nya itu .
"Ge."Ucap Arin
Ge memutar bola mata jengah
"Ya baiklah aunty Ge diem."Cicit nya dengan malas .
"Haram adalah salah satu bumbu yang ada di dapur kan ?"Tanya Ge pada kedua orang dewasa itu
"Garam Ge Garam."Ucap arin diiringi lu Dengan Gemes nya menatap Ge
"Hehe."
Ge kembali melamun menatap luar jalan Namun seketika iya merasa mendapat ide
"Ahha...bagaimana kalau Ge menyanyi aja supaya aunty dan Paman terhibur ."Usul Ge
"Tidak...tidak...Ge sebentar lagi kita akan sampai fokus dan duduk lahd dengan diam ."Ucap Arin langsung menolak Usul Ge , arin Tau jika Ge menyanyi suara cempreng juga Cedal Membuat gendang telinga nya sakit dan bisa tuli seketika .
Lu Hanya menahan senyum melihat dua orang di samping nya itu .
"Ya baiklah Aunty celewet ."Cicit Ge mengumpat Arin namun masih bisa didengar
"Ge.."Ketus arin
"Hehe...solly."Ucap nya lalu kembali mebenamkan wajahnya di pelukan aunty nya .
"Sorry Ge bukan solly."Lu kembali membenarkan ucapan Ge yang seenaknya itu .
"Anaknya Cantik Ya tuan dan nyonya Kayak Nya butuh Baby boy satu lagi deh biar pas ."Ucap Orang-orang disana
Membuat arin membulatkan bola mata nya.
Lu hanya tersenyum melihat reaksi arin "Terimakasih,Doakan saja agar kami cepat diberi momongan , Permisi ."Ucap Lu se enaknya lalu pamit sambil menggenggam tangan Arin dengan tangan kanan nya sedang tangan kiri Lu menggendong Ge .
Benar-benar seperti pasangan serasi dua orang tersebut .
"Paman Ge mau Main itu Boleh?"Tunjuk Ge pada mainan anak-anak disana
"Boleh , Ini kartu nya Ge tinggal main sepuasnya Paman dan aunty menunggu di bangku itu okey ."Ucap Lu dan Ge membalas anggukan nya .
Lu menarik tangan arin untuk duduk di bangku Yang kosong itu .
"Ga usah dipegang juga , aku ga buta dan bisa berjalan sendiri ."Cicit Arin Memasang wajah jutek nya .
"YA kau benar tidak buta mata tapi buta cinta."Ejek Lu pada Arin membuat arin Kesal .
Lu menatap wajah Arin Lalu Tersenyum kecil bahkan senyuman itu pun sangat tak terlihat .
"Jangan menatap ku seperti itu nanti kau akan jatuh cinta pada ku ."Cicit arin dengan cuek nya
"Kau tau kan aku tak mencintaimu ,Jadi Lihat pandangan mu kearah lain saja ."ucap arin lagi namun seakan ditampar oleh perkataan asisten lu
. "Cinta adalah sebuah kenyataan untuk mereka yang berani, bukan milik mereka yang hanya bisa memuji dalam hati dan mengagumi dalam mimpi."Ucap Lu
"Aku juga Tak mencintai mu Tapi bukan berarti aku tak berani menikahi mu ,catet itu ."Ucap lu menunjukan Telunjuknya di kening arin yang luas .
bersambung ...
Tinggalkan jejak nya ya ππΉ
like , komen juga favorit nya vote juga ya π
salam hangat
"Putry"