Ceo Sang Bos Mafia

Ceo Sang Bos Mafia
Diabaikan!


๐Ÿ’bantu vote ya ๐Ÿ’


"Rey..!"


semua orang Kaget Jika Disana Juga ada rey .


"Hay...!"ucap re menyapa sambil menggaruk-garukan kepalanya yang tidak Gatal .


rey pun menuruni Gebby ,Jihan Dengan Yang lainnya langsung Berlarian Melihat kondisi putri dan putranya .


Bagi seorang ibu,jihan sangatlah menyayangi anak-anaknya takut akan terjadi apa- apa dan terluka .


"Kau baik-baik saja sayang?"Tanya Jihan memegangi pipi Ge lalu meriksa Tubuh el


"Kami baik-baik saja mommy!!"Ucap el dan ge bersamaan .


"Ada paman ini tadi yg nolongi !"Ucap el


"Juga Daddy!!"Seru Ge tersenyum pada bara .


Bara Hanya Tersenyum tipis .


"Maafkan Aku Kk ipar !!"Ucap Rey Lalu hendak pergi dari sana namun ditahan langsung oleh jihan .


"Aku sudah memaafkan mu , Kembalilah kemansion ma dan papi merindukan anak bungsu mereka !!"Ucap Jihan dengan Tulus


Mata Rey Membulat dan Bersinar


"Kau tak bohong kk ipar ? Kau memaafkan aku?"ucap Rey antusias


Dan jihan pun membalas dengan anggukan .


Rey langsung berlarian Memeluki ibu dan ayah nya .


"Maafkan Anak mu yg bandel ini Mam,Pi!!"Lirih rey


semua orang disana Ikut bahagia melihat keluarga itu mulai membaik.


Bara pun juga .


"Lu bereskan ini semua!"Perintah bara dan Lu pun melakukannya.


"Ayo Ge ,el kita Pulang Ke mansion Grandma !!"Ajak jihan dan semua orang pun melewati bara begitu saja , pergi meninggalkan markas Voltusdrak hanya tinggal bara saja sendirian .


Bara Tersenyum Kecil melihat dirinya . Tangan kiri pun iya gunakan untuk menutupi Luka dibagian Punggung kiri Yang Masih mengeluarkan darah .


"sesttt...aghh..!"Ringis bara saat menekat sedikit bekas tusukan pisau dibagian pinggangnya .


Matanya Mulai Berkunang-kunang Namun iya tetap mencoba berdiri dan berjalan Keluar Gedung .


"Mungkin ini hukuman buat ku Ji!"gumam bara lirih .


"Bahkan Kau tak Memperdulikan suami payah mu ini,Kau hanya melewati diriku tanpa Bertanya apa aku baik-baik saja ?"Gumam nya tersenyum kecut


bruukk...


bara tersungkur di pinggir mobilnya "Aghh...!"Wajahnya semakin pucat Bara kembali berdiri lalu membuka pintu mobil ,Iya pun merobek Ujung baju sampai panjang lalu mengikat di pinggang nya . Tak membiarkan darah terus mengalir begitu saja .


"Mungkin Hanya Aku Yang terlalu mencintaimu sampai sekarang Ji namun Kau Tidak !"Bhatin Bara meratapi Kebodohandan nasib nya .


"Maafkan aku yg selalu memaksa mu!"


Iya pun Menghidupkan Mobilnya lalu Menekan Pedal Gas Mencari Kelinik terdekat untuk Mengobati lukanya .


Tak Lama Bara pun Menemui Klinik Yang Masih buka jam 7 malam itu .


bara pun Masuk Terdapat Dokter perempuan Muda yang diketahui Namanya Dokter Kania .


"Mari tuan Berbaringlah di ranjang, saya akan memeriksanya terlebih dulu !!"Ucap dokter kania lagi .


"Keluarga Tuan ada?Untuk Mengurus Yg lainnya !"Tanya dokter kania sambil membersihkan sisa darah dengan kapas


Bara hanya diam dia memberikan Kartu black card miliknya "Gunakan itu dok,dan tolong bius aku sampai besok pagi . buat luka ini mengering !!"Ucap Bara dengan wajah datar nya .


"keluarga?Bahkan aku memiliki istri juga anak,Tapi aku rasa mereka tidak mencemaskan aku !!"Batin bara


"Kau benar ji,Kau hanya bersama ku demi anak-anak.maafkan aku yang selalu memaksakan untuk terus bersamamu!"Gumam bara matanya sedikit basah .


Dokter kania melihat ujung sudut mata pasien nya itu basah namun iya tetap profesional .


Dokter kania pun Menyuntikan obat bius


Lidocaine injeksi/suntik


Digunakan untuk menimbulkan efek mati rasa pada sebagian area tubuh tertentu bara,Sebagai obat bius lokal untuk menghilangkan rasa sakit yang sifatnya sementara .


Dokter kania heran kenapa pasien nya ingin di suntik bius padahal lukanya tidak terlalu dalam walaupun sakit bagi orang dewasa menurut dokter kania itu hal yang wajar .


Bara Pun Memejamkan Matanya dan malam itu bara terlelap Di dalam klinik


"jihan!"


********


Dimansion semua orang sudah masuk kamar masing-masing termasuk jihan hanya Ge yang Masih Duduk Di Ruang tengah Menunggu daddy nya dengan Cemas .


Ge Sedikit Kesal dengan Orang-orang Di mansion Yang Tak Menanyakan Keberadaan Daddy nya Termasuk Mommy Ge sendiri .


"Daddy Kenapa Belum Pulang Ge Kawatil Hiks!!"Lirih Bocah itu .


"Ge tadi Langsung Masuk Mobil saja Ga Liat daddy lagi ,Maafin Ge Daddy!!"Ucap ge masih mondar-mandir di ruang tamu .


"Apa Ge keluar aja ya Diem-Diem!!"Ucapnya sambil mengusap air mata hendak membuka pintu namun langkah nya diketahui jihan


"Kenapa belum Tidur Ge ?Ini sudah Malam ,kembali lah ke kamar mu!!"Perintah jihan


"Nggak Mau Ge mau nunggui Daddy Disini!!"Ucap Ge tanpa melihat mommy nya


jihan semakin kesal jika berbicara pada nya tapi tak menatap wajah nya ,jihan merasa itu tidak sopan .


"bicara itu lihat Mommy Ge !!"Teriak Jihan Sedikit membentak putri nya yang suka semena-mena .


"Ya!"Jawab Ge singkat .


melihat wajah mommy nya sekilas


"Sekarang Masuk Kamar dan tidurlah besok kita akan pulang Ke apartemen !"Perintah jihan


"Ge Mau nunggu Daddy Mom!"Ucap Ge lagi


"Daddy mu itu punya kaki Ge dia bisa kapan saja pulang,Dah Jangan Bersikap Berlebihan . Masuk KeKamar Mu sekarang ?"Jihan Lagi - lagi membentak putri nya .


"Kau Tau Mom,Daddy Ku Terluka bahkan pinggang daddy ku tertusuk pisau . Maafkan Ge yang Berlebihan!!"Ucap Ge menangis lalu berlarian Kekamar nya .


"Tertusuk!"


Bersambung...


Jangan pelit Like dan komen ya๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„jangan lupa tekan favorit nya ๐Ÿ™


salam sayang


"putry"