
πΉπΉπΉ
"Percayalah aku hanya pura-pura pada nya Alya ,aku tak benar-benar mencintainya !" ucap Bara sambil Memegang tangan Alya meyakin kan
prok ..prokk...prokk...suara tepuk tangan berhasil Mengalihkan pandangan Bara dan juga Alya
"JIHAN ?" suara Bara terasa sangat susah mengeluarkan kata-kata melihat Jihan ada dihadapan nya saat ini .
Ini diluar rencana dirinya dan siapa dibalik semua ini?Bara bertanya-tanya di otak nya
Jihan pun mendekat kearah Bara dan juga Alya tatapan Jihan bahkan bukan seperti manusia pada umum nya, bahkan matanya memerah bukan hanya menahan air mata saja namun menahan amarah nya .
Dan ternyata Helena dan Abraham datang kecafe itu juga . Karna mendapatkan pesan singkat orang tua itu tak berpikir panjang lagi ,mereka bergegas pergi meninggalkan mansion menuju cafe tersebut .
Apa yang mereka takutkan selama ini akan terjadi , mereka tak mau begitu .
Dan ternyata sudah ada Jhonatan dan Yohana disana entah siapa yg mengabarkan mereka . seakan semuanya sudah di setting dengan sempurna .
Ada Arin dan asisten Lu disana ,. entah siapa yg mengundang mereka sehingga banyak nya orang yang menyaksikan itu semua .
"Jihan dengarkan aku ...!"Helena mencoba untuk menjelaskan pada Jihan , karna sedari tadi wanita tua itu melihat semua kejadian dari awal Bara meyakinkan Alya .
"No... satu kebohongan saja sudah cukup untuk mempertanyakan semua kebenaran yang sudah ada !"Ucap Jihan tanpa melihat wajah mertua yang selama ini ia sayangi walaupun ngeselin
Semua orang terdiam mendengar ucapan Jihan
Audye seakan mendapatkan tontonan gratis saat itu juga,gadis itu memilih duduk manis melihat semua orang yang pada berdiri tegang .
"Jangan pernah memberikan seseorang harapan palsu karena pada akhirnya itu amat menyakitkan."Jihan menatap manik mata Bara dengan sorot mata tajam nya
"Beberapa bulan kemarin dirimu pernah membuatku terbang bahkan hingga naik ke bintang-bintang, namun kini diriku kau hempaskan jauh ke dalam jurang yang curam. Ragaku memang terlihat masih tetap seperti dulu, tapi tidak dengan hatiku,Tuan Bara" ucap Jihan lagi menatap Bara dengan raut wajah kebencian
Bara tak berkutik ,ia hanya bisa diam melihat kemarahan di wajah istri nya .
"Jihan ..em..maksud ku kk ipar Semua Itu bukan salah kk Baraa tapi salah ku kau boleh menghajarku saat ini juga !!"Rey datang tiba-tiba masuk begitu saja .
Semua orang menatap ke arah rey . Jihan tersenyum sinis melihat laki-laki bernama Rey itu .
Jihan mengambil sendok lalu ia mendekat ke arah Rey ."Apa kau bilang?menghajarmu?apa boleh menusuk mu dengan ujung sendok ini tepat disini ,disini atau disini ,Ah ya ini hanya sendok bukan senjata !" ucap Jihan pada Rey menekan sendok di dada pas didekat jantungnya lalu berpindah di atas kening Rey
"Gleg . . "Rey menelan ludahnya dengan kasar
"Apa menghajar orang seperti mu bisa membuat ku puas atas apa yang telah kau buat tuan Rey Agata Shu!!" tekan Jihan menekan sendok lebih dalam di dada Rey
Semua orang hanya bisa diam dan menunduk , Helena yang biasa terkenal akan garangnya kini diam seribu bahasa .
"Tidak mungkin kan?"Jihan bersuara lagi dihadapan Rey
"Apa begini cara orang kaya menghabiskan uangnya..?" tanya Jihan dengan suara tegas
"Seakan kehidupan orang lain menjadi sebuah mainan baginya ..hm?" ucap Jihan bertanya pada semua orang disana .
Tak ada yang menjawab , ayah Jho lebih sangat merasa bersalah dan terpukul melihat penderitaan putri nya itu .
ayah Jho mendekat untuk merangkul tubuh anak nya namun dengan cepat tangan Jihan menghentikannya .
"Stop.... Ayah, di banyak cerita yang kudengar, di banyak film yang kutonton, anak perempuan akan menyandarkan kepalanya pada bahu tegas milik ayahnya, membiarkan air matanya membasahi bahu milik ayahnya. Tapi ayah, kenapa bahumu itu terlalu jauh untukku bersandar?βCicit Jihan air mata nya mulai menganang jika mengingat kembali kepedihan nya bersama bunda semasa kecilnya dulu .
ia mengusap air mata nya yang terus mengalir tak ada yang berani satupun mendekati Jihan bahkan Arin yg sudah menatap ibah pada teman nya itu hanya bisa diam menahan sesak .
"I've been trained since childhood to accept all the treatment of rich people, so don't pity me sir jhonatan!"( Aku sudah terlatih sejak kecil untuk menerima semua perlakuan orang kaya,jadi jangan mengasihani aku tuan jhonatan!)ucap Jihan penuh penegasan .
Semua orang disana tak berani menatap Jihan melihat kehancuran dan kekecewaan nya membuat mereka semua bungkam.
Jhonatan kembali menitihkan air matanya,ia sudah kalah dan menyerah sebagai ayah yang pengecut .
Jihan menatap Helena dan abraham bersamaan .rasa sayang nya yang baru ia tanam dalam hati untuk kedua orang tua dihadapan nya itu seketika menjadi kebencian dalam sekejap .
Bagaimana bisa mereka memanipulasikan kematian seseorang ?ah ya semua karna uang .
"Aku tak menyangka kau sejahat itu !!" ucap Jihan menatap ibu mertua nya dingin
"Jihan ..!!"Bara sedikit membentak karna Ibunya seakan sedang dihakimi menantu nya sendiri .
"Diam lah Bara !!"Helena pun membentak Bara agar membiarkan Jihan meluapkan emosinya .
Jihan tak menghiraukan ibu dan anak itu .
"Aku sangat menyayangi mu bahkan pelukan dari seorang ibu yang sudah tujuh tahun ini tak pernah aku rasakan ada di dirimu ,Tapi ternyata semua itu hanyalah kebohongan mu saja kan ?"ucap Jihan dengan wajah datar namun pedas kata-kata nya
"cukup Jihan..!"Bara kembali berteriak .
Helena tak menjawab satu patah kata pun .
"Apa kau selalu berbohong lalu menutupi kesalahan mu dengan uang yang kau punya ibu mertua?"tanya Jihan namun seketika Bara menarik tangan Jihan ke arah nya
"Sudah cukup Jihan !!"Bara sudah mulai emosi
"Lepaskan tangan mu yang kotor itu bajingan !!"Jihan menepis tangan Bara dan
Plakkk....satu tamparan mulus dipipi Bara
"Selamat atas pengkhianatanmu yang sudah membuatku kecewa, dan terima kasih sudah mengingatkanku akan kesadaran tentangmu." ucap Jihan tersenyum iblis menatap semua orang disana
"Apa maksudmu !!"tanya Bara
"Cih...!"Ucap jihan
"Kembalikan bunda ku sekarang juga !!"Ucap nya namun penuh dengan penekanan .
bersambung.....
Hallo ... terimakasih yg masih setia di cerita Remahan k'put,Yang Mau Lanjut up komen dong biar tambah semangat dan jangan lupa like juga ya ππjangan jadi ghost readers dong hihiπππ
terimakasih yg sudah sabar menunggu k'put up ππ
terimakasih kk baik yg sudah memberi k'put setangkai πΉ ππdan juga vote nya
terimakasih buat kk baik yg menyempatkan memberi π pada setiap Bab Ku ππ
terimakasih juga buat kk baik yg sudah sempat mengetik komen di kolom komen bab ku untuk menyemangati dan support juga krisan nya ππ
see you
"Putry"