Ceo Sang Bos Mafia

Ceo Sang Bos Mafia
Chapter 185


Bonus Asisten Lu dan Arin


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


"Aghhhh...."Arin berteriak dan langsung menggenggam tangan suaminya dengan sangat kencang


''Sakit...Aghhhh. ..sayang sakit."Ucap arin kepada Lu


Dokter yang paham akan kondisi Arin yang sudah memasuki tahap akan melahirkan langsung mendekat dan menyiapkan peralatan "Tahan....tarik nafasnya nyonya ,Kepalanya tidak usah diangkat menundukan aja liat kebawah dn coba kembali mengejan ya."Ucap dokter memberi aba-aba kepada pasien nya itu


"Aghhhh. .sttttssss. ..."Arin mengerang sambil meremas tangan suaminya dengan sangat kuat


"Tarik nafas nya lagi dan kembali buang dan ulangi ya ."Ucap dokter lagi dan Arin menuruti


"Ho...ho....eghhhhhh..Aghhhh..."Arin kembali mengejan membuat asisten lu ikut merasakan apa yang sedang istrinya rasakan .


Krakkkk....Jari Lu terasa di remas dan tekan dengan kuat oleh arin ."Tahan sayang kamu pasti bisa,ayo demi baby kita."Ucap Lu lagi


Arin kembali menarik nafas dalam-dalam dan memposisikan kan kakinya dengan benar lalu mengejan dengan sekuat tenaga nya "Aghhhhhhhhhhhhhh...Eghhhhhh. ....Aghhhhhhhhhhhhhh."


"Owekkkk...Owekkkk. ...."Seketika situasi meneganngkan itu pecah saat suara tangisan bayi .


Lu mematung melihat bayi merah mungil yang baru saja keluar dari dalam perut istrinya dan sedang dibersihkan oleh dokter sedangkan arin lemas seketika,tubuhnya menggigil karna banyak nya air ketuban yang keluar


Lu pun mengambil kain yang dibawa oleh ibu mertua nya dari mansion dan langsung menutupi bagian tubuh istrinya yang basah agar tidak kedinginan lagi .


"Sayang anak kita sudah lahir."Ucap Lu menundukan wajah nya melihat manik mata Arin .


"Selamat tuan bayi anda perempuan Ucap dokter itu lagi lalu memberikan bayi yang sudah dibersihkan itu pada Lu .


Lu menggendong bayi kecil itu dihadapan arin dengan sangat hati-hati"Anakku, ketika tangisanmu menggema, maka yang papa pikirkan pertama kali adalah bagaimana kelak kau bisa menjadi anak yang begitu membanggakan Papa yang sederhana ini."Gumam Lu menimang-nimang bayinya .


Lu mensejajarkan kepalanya kepada wajah Arin Arin"Terimakasih sayang live you."Seru Lu lalu mengecup kening arin sekilas


Β "Nak, kamu adalah harta berharga untuk papa, Sampai kapanpun selama papa masih hidup, papa akan menjagamu dengan sepenuh hati."Gumam Lu bahagia


"Tuan kami akan memindahkan nyonya arin keruangan nya."Ucap sang dokter diiringi suster nya


"Ya baiklah."Lu pun menjauhkan dirinya sambil menggendong putri kecilnya .


Setelah proses pemindahan arin masuk keruangan nya disana sudah berkumpul seluruh keluarga besar termasuk keluarga Bara yang sudah menganggap Lu bagian dari mereka juga .


Ge sedari tadi hanya diam sambil menatap wajah bayi nya aunty Arin dan paman Lu nya "Ge apa kau tak ingin memberi selamat kepada aunty juga paman mu."Ucap Daddy Bara membuyarkan lamunan Ge namun lain yang ditanya lain pula yang Ge Jawab


"Paman ini bayi kenapa cembelut terus?kayak aunty arin."Cicit Ge masih merasa Heran



"Pupsst."Asisten Lu menahan tawa nya .


"Ge tidak boleh bicara seperti itu."Ketus Mommy jihan pelan


"Apa sih mom,benelan loh mom coba aja liat . manyun aja ni bocil."Cicit Ge lagi bertingkah konyol


Sedangkan orang-orang disana hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Bersambung ....


Putry