BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Debat lagi


...~Happy Reading~...


"Jadi ini semua hanya prank? Semua nya ngerjain Bintang?" kata gadis itu dengan berkacak pinggang di depan semua keluarga nya.


Ia menatap satu per satu orang yang ia duga ikut andil dalam rencana busuk Angkasa untuk mengerjai nya.


Ya, Bintang kembali mengumpulkan semua orang kembali saat mengetahui bahwa dirinya ternyata hanya di prank oleh Angkasa.


Mama, Bunda, Willy dan satu lagi manusia lucknat yang tidak hadir, yakni Valdo. Mereka semua ikut andil dalam kebohongan besar yang di rancang oleh Angkasa.


Dan di tambah Willy yang begitu pintar ber akting, hingga membuatnya rencana itu semakin mulus.


"Jangan bilang kalau kecelakaan itu juga sandiwara?" tanya Bintang menatap tajam pada Angkasa, tangan nya mengudara hendak menghantam kaki yang saat ini sedang di perban.


"Jangaaannnn!" pekik Angkasa mencoba untuk menahan tangan Bintang, "Kecelakaan ini beneran, ini sakit beneran Bi. Kalau gak percaya tanya aja sama dokter!"


"Apa kamu masih berharap aku bisa percaya hah!" seru Bintang begitu kesal.


Baru saja dirinya di buat melayang, melambung tinggi ke awan. Kini tiba tiba ia mengetahui fakta yang sangat mengejutkan.


"Sayang, oke aku akui kalau aku salah." Angkasa menarik napas nya dengan cukup dalam, dan ia memasang wajah sayu memelas nya, "Aku emang sengaja bohong sama kamu, dengan bilang kalau mau kuliah di luar negeri. Aku sengaja berpura pura mau batalin pernikahan kita. Tapi aku lakuin itu semua karena aku pengen lihat, seberapa besar cinta kamu ke aku."


"Selama ini, aku doang yang berjuang. Aku tidak meminta kamu untuk ikut berjuang Bi, tapi aku pengen lihat respon kamu. Aku pengen di hargai, dan aku pengen lihat apakah perjuangan ku sia sia atau tidak."


"Apalagi, pas aku lihat kamu telfonan sama kuku Bima energi itu, aku sakit loh Bi. Aku cemburu, pengen marah tapi aku gak berani. Aku takut kalau aku marah, kamu akan semakin muak ke aku, dan kamu balik lagi sama minuman energi itu. Aku salah, aku minta maaf," ujar Angkasa panjang lebar.


"Ckckck, orang buta jiga bisa menilai Bi, kalau telfonan kamu sama dia itu mesra!" cetus Angkasa kembali pada mode merajuk, "Ekspresi kamu itu gak bisa bohong. Kenapa kamu senyum senyum terus begitu, kamu pikir aku gak cemburu!"


"Sa, yang ngehianatin Bima itu aku, aku dan itu semua gara-gara kamu. Ya kali aku harus marah marah sama dia, kan aku yang salah. Dia masih mau temenan sama aku aja aku udah seneng. Kamu tahu dari dulu aku paling takut nyakitin orang, apalagi Bima. Dia yang udah nemenin aku dia tahunan Sa, astaga. Kamu itu bukannya sdar diri udah ngerebut aku dari Bima dan ngerasa bersalah gitu, ini malah cemburu salah alamat!" omel Bintang panjang lebar.


"Baru juga baikan, udah berantem lagi. Jadi ini gimana? Kalian jadi mau nikah apa gak? Kalau gak jadi, ya udah Bintang sama kakak aja, sini Sayang! Kakak juga gak kalah ganteng dari tukang sekoteng itu kok," ucap Raihan tiba tiba berdiri dan memeluk Bintang dari belakang.


"Enggakkk!" seru Bintang dan Angkasa bersamaan kompak menatap Raihan dengan tajam.


"Enggak apa nih? Gak jadi nikah?" goda Raihan dengan tersenyum miring.


"Kak Rai jangan macem macem ya!" ancam Angkasa yang siap hendak melemparkan bantal ke arah kakak sepupu nya.


"Lah gimana macem macem nya Sa? Aku lebih segalanya loh dari kamu, udah ganteng, mapan lagi, ya kan Bi?" tanya Raihan mengedipkan sebelah matanya ke arah Bintang.


"Kakak memang lebih ganteng dan mapan—"


"Bi!" seru Angkasa tak percaya jika kekasihnya memuji laki laki lain di depannya.


"Nah kan, Bintang aja mengakui," ucap Raihan semakin terkekeh.


"Tapi sayang, Bintang gak minat sama DUDA!" imbuh Bintang seketika membuat Raihan memberengut namun di sambut gelak tawa dari semua orang.


...~To be continue......