BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Kemarahan Asa


...~Happy Reading~...


Brakkk!


"Asa!" bentak Bintang terkejut saat tiba tiba Angkasa menggebrak meja kantin dengan begitu keras.


Sementara itu, Angkasa yang sudah di bentak oleh Bintang, tidak memperdulikan nya sama sekali. Kini fokus nya, menatap kepada seluruh pengunjung kantin dengan sorot mata yang begitu tajam.


Ia berjalan dengan begitu pelan, sambil mengepalkan tangan. Menghampiri beberapa siswa yang duduk tak jauh dari nya.


Ya, sejak tadi Angkasa mendengarkan semua ocehan dan gibahan dari teman teman nya tentang Bintang. Itulah sebab nya ia sampai menggebrak meja karena kesal dan marah juga tidak terima.


"Apa kalian sudah bosen sekolah disini?" tanya Angkasa pelan, namun terdengar begitu menakutkan.


"Jawab!" bentak Angkasa dan ia langsung membalik meja di depan nya hingga membuat beberapa siswa dan siswi di sana langsung menjerit histeris.


"Sa, maafin kita. Beneran, tadi itu kita—"


"Masih berani lo bela diri hah!" seru Angkasa langsung menjambak kasar rambut panjang gadis di depan nya.


"Auuwwhhh sakit!!! Angkasa lepasin, sakit banget! Angkasa lepas!" jerit nya meronta meminta bantuan, namun naas karena teman teman nya justru malah meninggalkan nya begitu saja lantaran tidak mau berurusan dengan Angkasa, anak pemilik sekolahan.


"Lo lihat, bahkan mereka malah pergi ninggalin lo!" ucap Angkasa dengan tersenyum smirk, "Masih mau bully cewek gue hem? Ayo silahkan. Gue pengen denger sekali lagi!" imbuh Angkasa dan semakin kuat menjambak rambut tersebut.


"Aaaaa sakittt!" jerit nya, namun tidak ada yang membantu sama sekali.


"Asa udah, lepasin! Jangan begini!" ujar Bintang mendekati Angkasa dan berusaha meredan emosi laki laki tersebut.


"Lepasin kamu bilang? Mulut nya itu pedes banget Bi! Dia udah ngatain kamu!" seru Angkasa tak Terima.


"Denger lo, kuping lo belom budek kan? Lo di rumah udah bersihin kuping lo kan! Masih bisa denger gimana cewek gue malah biarin lo gitu aja!" bentak Angkasa kepada gadis tersebut.


"I—iya Sa. mAafin gue, maaf," ucap gadis itu pelan dan bergetar menahan tangis.


"Minta maaf sama cewek gue bego!!" seru nya dan kembali menjambak rambut itu dengan cukup kencang.


"Auuwhhhh sakittt! iya ampun Sa, ampunnn!" jerit nya semakin histeris, "Kak Bintang, maafin aku, aku minta maaf kak hiks hiks." imbuh nya menatap Bintang dengan penuh penyesalan.


Ya, dia memanggil Bintang kakak, karena saat ini dirinya masih berada di bangku kelas sebelas. Dia adalah adik kelas Bintang, namun juga kakak kelas bagi Angkasa.


"Udah Sa, lepasin aja. Udah ayo ah!" kata Bintang menarik tangan Angkasa dan mengajak nya segera pergi.


"Kali ini lo selamet, tapi sekali lagi lo dan genk lo itu berani ngatain cewek gue lagi, abis lo semua!" ancam Angkasa langsung melepaskan jambakan rambut itu dan menggandeng Bintang pergi meninggalkan kantin.


"Pelan pelan Sa, kaki ku masih belum bisa lari!" seru Bintang berusaha melepaskan tangan Angkasa.


"Aku lagi emosi Bi, jangan banyak bicara!" ucap Angkasa langsung menghentikan langkah kaki nya.


Laki laki itu menatap Bintang dengan begitu kesal. Napas nya masih naik turun lantaran menahan emosi, lalu ia memejamkan mata nya sekilas dan menarik napas nya dengan cukup panjang.


"Kamu lama jalan nya!" imbuh Angkasa, lalu tiba tiba ia langsung mengangkat tubuh Bintang dan menggendong nya ala bridal style.


"Asa!" pekik Bintang terkejut, "Turunin aku ih!"


"Ssttt udah diem! Jangan makin mancing emosi aku Bi." ucap Angkasa dengan tegas, "Kamu itu terlalu lembut, terlalu lembek. Gampang banget maafin orang! Aku kesel sama kamu?" imbuh nya berdecak.


...~To be continue... ...