BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Om Kiano


...~Happy Reading~...


Raka segera mengangkat tubuh Mama Naura ke kamar. Begitupun dengan Bintang yang turut mengekor di belakang nya. Walaupun ia masih sulit untuk mempercayai dan menerima sebagai keluarga, namun tak bisa di pungkiri bahwa ia juga ikut merasa khawatir saat melihat wanita dewasa yang menyebut sebagai ibu nya jatuh pingsan.


"Tolong tungguin Mama sebentar. Gue telfon om Kiano!" ujar Raka, lalu ia segera keluar untuk menelfon om nya.


"M—Mama... " gumam Bintang begitu lirih, kini ia hanya berdua dengan Mama Naura. Dan ia memberanikan diri untuk duduk di sebelah nya. Menggenggam jemari tangan itu dengan begitu perlahan dan penuh kelembutan.


"Apakah benar aku putri mu?" gumam nya lagi, mengamati setiap inci wajah wanita muda yang tengah terbaring di atas tempat tidur itu.


Cklek!


"Kok bisa Mama kamu pingsan, kenapa?" tanya seorang laki laki yang memakai pakaian dokter memasuki ruangan kamar Mama Naura.


Sontak mendengar ada yang masuk membuat Bintang langsung menoleh dan menatap siapa yang datang.


"Raka? Astaga, kamu mau ngapain pakai kaya gitu? Lagi ada acara di sekolah apa gimana?" tanya laki laki itu menggelengkan kepala nya saat melihat sang keponakan duduk dengan menggunakan seragam perempuan dan rambut yang tergerai bebas.


"Pakai wig segala, nyolong dimana? Jangan bilang punya Ryana?" celetuk nya lagi.


"S—saya bukan Raka Om," jawab Bintang seketika membuat laki laki yang berprofesi menjadi dokter itu menghentikan langkah nya tepat di depan Bintang.


Laki laki itu mengamati dengan begitu intens. Ia pikir, keponakan nya sedang cosplay menjadi seorang gadis. Setelah beberapa tahun lalu, Raka cosplay menjadi Jaka Tarub.


Namun, setelah mendengar suara Bintang yang ternyata sangat berbeda dengan Raka membuat laki laki itu percaya bahwa dia memang bukan Raka.


"Kamu siapa?" tanya nya.


"Om, Mama gimana?" tanya Raka yang baru saja memasuki ruangan kamar tersebut.


"Ka, dia—"


Mengerti akan kebingungan Om nya, membuat Raka langsung menarik nafas panjang, "Dia Kara! Dan Ra, dia om Kiano!"


"Kara?" Kiano langsung mendudukkan diri tepat di depan keponakan nya, "Serius kamu Kara?"


Bintang menggelengkan kepala nya dengan cepat, "Saya Bintang!"


"Om, bisa gak kalau kami melakukan tes DNA. Om butuh apa buat ngetes, soalnya gak mau buka baju buat di lihat ada tanda nya atau gak!" ujar Raka seketika membuat Bintang kembali membulatkan mata nya dan menatap laki laki itu dengan tajam.


Sementara itu, Kiano masih mengamati wajah Bintang dengan begitu intens. Wajah nya sangat mirip dengan Raka. Hanya saja ini versi wanita. Untuk keluarga Nolan yang sudah biasa melihat Raka dan mengenal keduanya, tentu saja tidak bisa membedakan nya.


Namun, untuk orang luar yang hanya melihat sekilas maka mereka tidak ada sadar bahwa Raka dan Bintang memang lah mirip.


"Maaf Om, bukankah datang kemari untuk memeriksa kondisi Tante? Dia—"


"Astaga aku lupa!" Kiano segera bangkit dan memeriksa kondisi kakak ipar nya.


Sedangkan Bintang memilih untuk mundur dan diam diam untuk keluar. Bintang berniat untuk kabur dan pulang sendiri tanpa sepengetahuan Raka serta om Kiano, karena dua laki laki itu tengah fokus memeriksa Mama Naura.


Namun, baru saja dirinya berjalan mundur hingga pintu. Tiba tiba langkah nya terhenti saat merasakan bahwa tubuh nya menabrak sesuatu. Membuat gadis itu langsung mendongakkan kepala nya ke atas dan melihat siapa yang ia tabrak.


Deg!