BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Yakin


...~Happy Reading~...


Di luar kamar tidur Langit dan Jingga, seorang pemuda remaja tengah mengintip dan mencuri dengar pembicaraan orang tua serta kakak nya.


Sebuah senyuman yang begitu lebar, menggambarkan bagaimana bahagia hatinya saat ini. Mendengar rencana dan permintaan yang bunda yang begitu cerdas, membuat nya merasa sangat bahagia.


'Gue pengen loncat rasanya?' gumam laki laki remaja yang tak lain dan tak bukan ialah Angkasa.


Ya, setelah dirinya di buat kesal dengan perdebatan nya bersama Raka, kini seketika rasa kesal dan amarah nya musnah seketika saat mendengar permintaan cerdas dari sang bunda.


'Iks kenapa Ayah malah gitu sih. Gak seneng banget kalau anak bahagia!' cetus Angkasa berdecak saat mendengar penolakan dari ayah nya.


'Dia ayah kandung gue bukan sih? Kenapa malah begitu!' jerit Angkasa dalam hati.


Sementara itu, di dalam kamar, Bintang masih menatap perdebatan kedua orang tuanya dengan kepala berdenyut pusing. Jika boleh memilih, tentu saja dirinya memilih mendengarkan sang ayah, karena ia belum siap untuk menikah, apalagi dengan Angkasa.


Namun, jika dirinya bersuara dan mendukung ayah nya, menolak permintaan sang bunda, tentu saja ia juga takut bila bunda nya akan kembali terpuruk.


"Ayah, Bunda... " panggil Bintang membuat perdebatan keduanya berhenti, "Bukan Bintang tidak mau menikah dengan Asa. Tapi, bukankah lebih baik, Bunda bertanya dulu kepada Asa nya. Bintang tidak mau, jika keinginan Bunda akan membuat hubungan kami nanti nya renggang."


"Bukankah Bunda pernah bilang, kalau pernikahan itu hanya satu kali seumur hidup. Bintang tidak mau membuat Asa menyesal nanti nya, maafkan Bintang Bunda," tutur Bintang pelan dan sangat hati hati.


"Asa setuju kok!" Sontak saja ketiga pasang mata itu langsung menatap ke arah sumber suara, dimana ternyata Asa sudah berjalan menuju tempat tidur bunda nya.


"Nah kan, Asa sudah setuju," seru bunda Jingga seketika kembali sumringah, "Bunda juga yakin, bila Asa bisa melindungi kamu Sayang. Meskipun usia Asa masih berada satu tahun di bawah mu, tapi Bunda yakin, kalau Asa bisa menjadi suami yang baik buat kamu. Asa pasti akan bisa bahagiakan kamu Sayang," ujar bunda Jingga dengan gemas langsung memeluk Bintang.


"Ayah... " Bintang menatap ayah nya, seolah meminta pertolongan, namun sang ayah tidak mampu melawan.


"Bintang mau kok, iyakan Sayang??" tanya bunda Jingga yang semakin membuat hati Bintang dilema.


"Baiklah," jawab Bintang setelah berfikir beberapa saat, "Tapi, Bintang akan menikah saat sudah lulus sekolah. Dan Bintang mau, Asa bisa lulus bareng dengan Bintang!"


"Jika dia bisa, maka Bintang akan bersedia menikah dengan adik Bintang sendiri. Tapi, jika Asa—"


"Aku mampu!" jawab Asa dengan cepat memotong pembicaraan Bintang.


Tentu saja mendengar jawaban Asa, membuat Bintang sedikit tersentak dan terkejut. Ia sengaja memberikan syarat itu agar dirinya dan Angkasa tidak menikah, namun mengapa laki laki itu langsung mengiyakan.


"Tapi kamu tidak boleh menggunakan kekuasaan ayah!" ucap Bintang penuh penekanan.


"Untuk itu, ayah juga setuju!" imbuh ayah Langit yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.


"Ayah!" rengek bunda Jingga menatap kesal pada suami nya.


"Bunda tenang saja, Asa pasti bisa menyusul Kakak. Dan Asa yakin, keinginan Bunda akan segera Asa wujudkan. Demi bunda, apapun akan Asa lakukan," ucap Angkasa dengan drama nya.


'Tentu saja akan gue lakuin, karena keinginan Bunda adalah impian Asa, hohoho!' gumam Angkasa dalam hati bersorak bahagia.


'Semoga saja Asa gagal mengejar kelulusan ku!' gumam Bintang dalam hati nya


...~To be continue... ...