
...~Happy Reading~...
Tok .. tok ... tok ...
Satu dua kali Bintang mencoba mengetuk pintu kamar Angkasa, namun laki laki itu tidak ada tanda tanda akan membukakan pintu untuk Bintang, membuat gadis itu hanya bisa menghela napas nya dengan berat dan bertanya tanya, sebenarnya ada apa dengan Angkasa.
“Sa,buka pintu nya dong?”
“Angkasa ... Asa?” Bintang masih berusaha untuk terus memanggil dan membujuk Angkasa agar mau membukakan pintu untuk nya.
“Pulang aja Bi, gue capek mau tidur!” ucap Angkasa dari dalam kamar nya tanpa mau membukakan pintu untuk Bintang.
Deg!
Setelah sekian lama Angkasa sudah mengganti panggilan menjadi aku- kamu, kini laki laki itu kembali menggunakan kata lo-gue kepada Bintang. Tentu saja gadis itu terkejut dan semakin merasa bingung dengan apa yang terjadi kepada Angkasa.
“Sa, lo itu Kesambet apaan sih hah? Tadi di puncak lo baik baik aja, kenapa pas sampai rumah lo jadi kaya gini sih?” teriak Bintang sambil terus menggedor pintu kamar Angkasa.
Brakkk!
Dengan tiba tiba, gadis yang biasanya lembut dan penyabar itu akhirnya habis kesabaran, ia menendang pintu kamar Angkasa dengan cukup keras hingga membuat sang pemilik kamar langsung membuka pintu nya.
Cklek!
“Apa lo? Mau ngajakin gue ribut, iya hah? Mau mancing emosi gue? Ayo sini!” tantang Bintang seolah mengambil ancang ancang, rasanya ia sudah cukup sabar dalam menghadapi sikap Angkasa yang tiba tiba langsung berubah seperti tidak jelas.
“Bukannya gue suruh lo pulang?” ucap Angkasa dengan raut wajah datar nya menatap pada Bintang.
“Gue capek Bi, gue males debat gak penting. Mending sekarang lo juga pulang ke rumah orang tua kandung lo, atau—“
“Kayaknya sebutan kadal buntung itu, gak Cuma untuk Raka doang. Tapi juga bisa di pakai sama manusia kaya lo Sa! Sumpah gue benci banget sama lo, benci banget!” pekik Bintang tiba tiba ia langsung menendang kaki Angkasa hingga membuat laki laki itu hampir terjatuh kalau saja tidak berpegangan pada sisi pintu.
“Bi!” seru Angkasa menatap tak percaya dan sedikit mendengus kesal.
“Apa?” tanya Bintang dengan penuh emosi, “Cowok brengsek lo ya Sa. LO yang udah maksa gue buat putus dari Bima, lo juga yang udah bikin gue ngembaliin perasaan yang udah gue buang jauh jauh. Dan setelah perasaan itu datang dan tumbuh lagi, dengan gampang nya lo nyuruh gue buat berhenti agi. Lo pikir gue ini cewek apaan hah? Bangkee lo, banggsat, kurang ajar, brengsek, gue benci banget sama lo, gue benciii!”
“Lo yang maksa gue buat menikah, dan saat gue udah siap, lo dengan mudah buat batalin gitu aja. Lo pikirin harga diri gue gak sih? Lo anggep gue cewek apaan hah!”
Sejujurnya, Angkasa tidak tega melihat Bintang yang sudah menangis dan berteriak marah kepadanya seperti itu. Ia sangat ingin menarik gadis nya itu ke dalam pelukan nya, namun apalah daya, ia tidak bisa melakukan hal itu karena suatu hal.
“Jadi lo udah mau ngaku kalau cinta sama gue?” tanya Angkasa yang kembali memasang raut wajah datar nya.
Deg!
Seketika itu juga, Bintang langsung terdiam dan menghentikan tangisan nya. Ia kembali menatap Angkasa dengan tatapan yang sulit di artikan.
“Benarkah kalau perasaan lo ke kukubima itu udah musnah? Benarkah kalau lo emang udah—“
“Lupakan! Anggap aja gue tadi ke sambet Jin iprit!” saut Bintang dengan cepat langsung menghapus air mata nya, “Gue balik! Dan gue pastiin gue gak bakal nemeuin lo lagi!” imbuh nya lalu ia benar benar pergi meninggalkan depan kamar Angkasa.
...~To be continue ......