
...~Happy Reading~...
"Selamat pagi, Tante Naura, calon mama nya Asa," ucap seorang anak remaja saat bertamu pagi pagi sekali di rumah keluarga Nolan.
"Astaga, Angkasa. Kamu kenapa bisa disini jam segini?" tanya tante Naura sedikit terkejut dengan kedatangan Angkasa, adik angkat dari putri nya yang mungkin sebentar lagi akan menjadi menantu nya
"Tadi, Asa naik motor Tante. Jadinya cepet sampai sini," jawab Asa dengan polos.
Naura langsung menepuk kening nya, ternyata benar bahwa Angkasa hampir mirip sebelas dua belas dengan putranya, Raka.
Yang di maksud oleh Naura mengapa sudah berada di sana, pasal nya kini jam baru menunjuk angka setengah enam pagi. Dirinya baru saja selesai mandi dan baru akan membuatkan sarapan untuk keluarga nya. Namun tiba tiba Angkasa sudah datang bertamu, sepagi itu.
"Tante, Asa mau ketemu kak Bintang," ucap Angkasa dengan memasang wajah polos nya menatap calon ibu mertua nya.
"Sepertinya dia masih tidur. Kamu langsung aja ke kamar dia, barusan Tante dari sana dan pintu nya gak di kunci kok," ujar tante Naura yang memberikan lampu hijau untuk Angkasa, seketika membuat mata anak remaja itu langsung berbinar.
"Terimakasih Tante, Asa akan langsung meluncur!" ucap Angkasa dengan cepat langsung berjalan sedikit berlari menuju kamar Bintang yang berada di lantai dua.
Angkasa sudah pernah datang saat mengantarkan Bintang waktu itu. Makanya ia sudah tahu dimana letak kamar gadis pujaan hati nya.
Cklek!
Angkasa langsung membuka pintu kamar Bintang dengan sangat hati hati. Langkah nya sangat pelan namun pasti, ia mendekati ranjang tempat tidur Bintang.
Tuyul yang di maksud oleh Angkasa adalah Arga, calon adik ipar nya. Anak satu itu ternyata sangat rusuh dan suka menggoda nya, makanya Angkasa sedikit kurang suka karena Arga terlalu banyak bicara alias cerewet menurut nya, tanpa ia sadari bahwa sebenarnya itu juga sifat nya sendiri.
"Sayang... " panggil Angkasa pelan, seraya mencolek colek hidung Bintang yang masih terpejam.
"Sayang, bangun dong. Aku kangen banget tau sama kamu," gumam Angkasa lirih, lalu ia ikut merebahkan badan di samping Bintang dan memeluk nya.
Sementara itu Bintang yang merasa ada yang mengusik nya, membuat tidur nya sedikit terganggu. Ia mulai membuka mata nya pelan, hingga saat ia menemukan wajah Angkasa tepat di depan wajah nya, seketika ia langsung membola dengan sempurna.
"Asa!!" pekik Bintang langsung beringsut bangun, mengubah posisi menjadi duduk, "Ngapain lo disini! Dan gimana lo bisa masuk! Ini— gue di kamar gue di rumah Mama. Kena— emmmttt."
Omelan Bintang langsung terhenti saat dengan tiba tiba Angkasa membungkam bibir itu dengan bibir nya. Angkasa mencium bibir yang sudah sangat ia rindukan itu dengan penuh cinta, melum mat nya dengan cukup dalam. Menyesap dan juga menghisap hingga membuat gadis itu melenguh karena nya.
"Kangen banget Bi," bisik Angkasa dengan napas terengah saat sudah melepaskan ciuman itu.
Angkasa langsung melingkarkan kedua tangan Bintang di leher nya. Lalu ia menindih tubuh Bintang dengan sangat hati hati, membuat gadis itu hanya bisa pasrah.
"Jangan begini Sa," ucap Bintang memejamkan mata nya erat saat lagi lagi Angkasa mencium dan menjelajahi area bibir dan leher jenjang nya.
"Kamu jahat Bi, kamu menghindari aku," balas Angkasa dan semakin intens memberikan pelajaran kenikmatan kepada gadis yang di cintai nya.
...~To be continue......