BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Kesepian


...~Happy Reading~...


"Sayang, makan ya. Mama suapin?" tawar mama Naura, namun gadis itu masih menggelengkan kepala nya.


"Tapi Kara belum lapar, Ma," cicit gadis itu begitu lirih.


"Sayang, kamu kenapa? Ada yang kamu pikirkan? Cerita sama Mama," ujar mama Naura langsung menggenggam tangan Bintang dengan lembut.


Meskipun Naura tidak begitu dekat dengan putrinya. Namun, ia tahu dan memiliki feeling yang cukup kuat, dengan apa yang sedang di rasakan oleh putri nya.


Seperti sekarang ini sejak kepulangan Bintang dari rumah sakit. Putri nya selalu murung dan menyendiri. Ia selalu menolak untuk di jenguk oleh siapapun, termasuk oleh Angkasa sekalipun.


Ya, sepulang dari rumah sakit. Bintang memutuskan untuk ikut pulang ke rumah keluarga Nolan. Karena Bintang ingin menghindari Angkasa. Maka dari itu, ia menolak di jenguk oleh siapapun.


"Raka kemana Ma?" tanya Bintang pelan, karena sejak dirinya pulang dari rumah sakit, ia belum bertemu lagi dengan Raka.


Laki laki itu hanya menjenguk nya sekali saat dirinya baru sadar dari koma. Dan hingga kini, ia belum lagi datang untuk menemui nya. Padahal, tujuan nya memilih untuk pulang ke rumah keluarga Nolan, agar dirinya tidak kesepian dan bisa memiliki teman.


"Mama juga tidak tahu, mungkin di apartemen atau mungkin di rumah Ryana. Kenapa Sayang?" kata mama Naura balik bertanya.


Ryana... Itu berarti saat ini Raka berada di rumah Bima. Benarkah? tanya Bintang pada dirinya sendiri.


Bima... Dirinya sangat merindukan sosok itu. Entahlah, dirinya masih berada di ambang dilema akan perasaan nya yang masih belum pasti akan menetap kepada siapa.


Bintang nyaman dengan Angkasa, ia menyukai adik nya itu. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya ia juga sangat tersiksa jika harus mengakhiri hubungan nya dengan Bima.


Entah apa yang di mau oleh hatinya. Ia ingin memiliki kedua laki laki itu.


"Biasanya satu minggu sekali, Raka akan mengajak Ryana untuk. menginap disini. Tapi, ini sudah hampir satu bulanan. mungkin Ryana juga belum datang kemari." jawab mama Naura sedikit menghela napas nya berat.


"Kenapa Ma?" tanya Bintang mengerutkan dahi nya.


"Kandungan Ryana sedikit lemah, Sayang. Jadi dia harus bed rest," jawab mama Naura sedih.


Ya, bagaimana ia tidak sedih. Saat mengetahui bahwa menantu dan ketiga cucu nya kurang sehat. Bahkan, sudah hampir satu bulan ini, Ryana harus berada di tempat tidur.


Dan yang lebih membuat wanita itu sedih, hingga saat ini ia belum bisa menjenguk menantu nya. Karena ia masih sibuk untuk mengurus Kara.


"Bed rest? R—Ryana hamil?" pekik Bintang terkejut.


"Iya Sayang, dan kamu tahu, mereka akan memiliki tiga bayi sekaligus," balas mama Naura tersenyum, hingga membuat Bintang semakin tak bisa berkata kata.


Benarkah Ryana hamil? Tiga bayi sekaligus? Bagaimana bisa? batin Bintang bingung.


Mengingat, kini usia Ryana sama dengan nya dan mereka masih sangat muda. Hamil tunggal saja bahaya apalagi kembar tiga sekaligus.


Glek!


Bintang langsung menelan saliva nya dengan begitu sulit, membayangkan Ryana yang hamil dengan perut besar berisi tiga bayi sekaligus.


Ingin rasanya, Bintang menemui Ryana. Namun, keadaaan nya tidak memungkinkan. Ia masih belum bisa berjalan, dan Ryana pun masih harus bed rest. Mungkin, dirinya harus mengurungkan niat nya, menunda untuk memberitahu statusnya dan Raka kepada Ryana sampai saat kaki nya sudah pulih nanti.


...~To be continue......