
...~Happy Reading~...
Sejak kepulangan nya dari puncak beberapa waktu yang lalu. Nyatanya Bintang benar benar menepati ucapan nya, dengan tidak datang lagi ke kediaman Gaharu.
Keseharian Bintang hanya diam di rumah, bermain ponsel, membaca novel atau kadang shoping bersama Ryana.
Drrrtt... Drrrtt...
^^^*Asa buntung*^^^
^^^Aku pergi Bi, terimakasih untuk waktunya selama ini. Tidak perduli apakah kamu sudah mencintai ku atau belum, yang jelas aku sangat sangat mencintai kamu. ^^^
^^^Kelak, jika waktu mengizinkan kita untuk kembali bertemu, aku harap kamu sudah memaafkan ku dan kita bisa melanjutkan apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya. Jaga diri baik baik... ^^^
Bintang:
Pergilah! Pergilah yang jauh sekalian. Semoga di sana lo bisa nemuin kebahagiaan lo, dan mungkin emang cewek bule di sana lebih bisa bikin lo puas. Pergilah! Gue gak perduli!
Bintang berdecak dan langsung melemparkan ponselnya ke atas meja. Wajahnya langsung di tekuk, tangan nya dengan cepat meraih cemilan di depan nya dan langsung memakan nya dengan brutal untuk meluapkan rasa kecewa nya.
Ya, dirinya masih sangat kecewa lantaran selama beberapa hari ini, Angkasa benar benar menghilang dari hidup nya.
Angkasa benar menjauhi nya, tidak pernah menghubungi nya lagi, bahkan hanya sekedar mengirimkan pesan chat saja tidak Angkasa lakukan. Membuat hati Bintang semakin sakit dan merasa semakin kehilangan sosok tersebut.
"Kenapa Ra?" tanya Ryana nampak mengerutkan dahi saat melihat wajah kesal dari saudara ipar nya.
Namun, mendapatkan pesan chat dari Angkasa yang hanya ingin berpamitan, membuat nya kembali kesal dan kecewa.
Tanpa sadar, air matanya menetes, ia ingin menahan atau melarang agar laki laki itu tidak pergi. Namun, ia tidak bisa melakukan itu, rasanya masih sangat sulit dan ia merasa akan percuma karena keputusan Angkasa yang sudah bulat.
Beberapa hari yang lalu, bunda Jingga juga memberikan kabar padanya, bahwa Angkasa akan berangkat hari ini untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Maka dari itu, Bintang merasa kesal namun juga sedih dan tidak rela.
"Lah, kok nangis? Ra, kamu kenapa?" tanya Ryana semakin di buat bingung.
"Huaaaa aku mesti gimana Na hiks hiks hiks." tangis Bintang pecah, gadis itu langsung memeluk saudara ipar nya dengan begitu erat.
"Gimana apanya sih? Maksudnya apa? Sumpah aku bingung." ucap Ryana dengan mengerutkan dahinya.
"Angkasa beneran pergi Na hiks hiks hiks." gumam nya dengan suara parau.
Ryana yang baru paham langsung menganggukkan kepala nya, "Bukankah ini yang kamu mau hem? Mungkin, dengan ini kamu bisa menggapai cita dan impian kamu. Berfikirlah positif Ra, aku yakin, Angkasa melakukan ini demi kamu juga," tutur Ryana pelan.
"Aku tuh tahu banget sifat dia Na. Dia itu sama saja kaya suami kamu, kadal buntung hiks hiks. Kamu gak tau gimana dia dulunya, pacar dia itu berceceran dimana mana. Masih mending Raka yang sebulan satu cewek. Angkasa tuh dalam sebulan bisa lebih dari tiga, setahun dia masuk SMA dia udah macarin lebih dari tiga lusin cewek di sekolah Na hiks hiks hiks." ungkap Bintang panjang lebar sambil terisak di pelukan Ryana.
Tiga lusin? Banyak juga batin Ryana menggelengkan kepala nya. Ryana berfikir, mungkin ini juga yang membuat Bintang ragu akan kesetiaan Angkasa karena takut, kelak Angkasa akan kumat lagi.
Sama seperti dirinya yang masih merasa sedikit was was dengan penyakit kadal buntung suami nya, yang walau tidak separah Angkasa.
...~To be continue... ...