
...~Happy Reading~...
“Mama!” teriak Raka saat memasuki rumah nya, “Anak ganteng dan cantik pulang!”
“Itu mulut bisa gak sih gak usah nyablak begitu!” cetus Bintang langsung menutup telinga nya.
“Udah setelan pabrik!” jawab Raka acuh, lalu ia membawa Bintang untuk mencari keberadaan sang mama.
“Turunin gue Ka!” ucap Bintang masih berusaha untuk meronta dan meminta turun, namun laki laki itu masih enggan untuk melepaskan Bintang begitu saja.
“Mama di dapur!” seru mama Naura dari arah dapur.
Deg!
Seketika itu juga, Bintang terdiam. Ia sudah tidak memberontak lagi. Jantung nya berdegup dengan sangat cepat. Hanya mendengar suara seorang wanita, membuat tubuh nya sedikit bergetar dengan napas yang memburu seperti habis berlari maraton.
Takut? Ya, itulah yang di rasakan oleh Bintang. Entah mengapa ia merasa takut hanya mendengar suara wanita itu.
“Mama, anak cantik Mama pulang!” ucap Raka mendudukkan Bintang di kursi yang berada di meja makan.
“Kalian berdua bolos? Ckckck Raka, Raka gak bagus kamu mengajak istri kamu untuk bolos begitu. Mama gak suka, kalau sampai Papa kamu dan jga Daddy kamu tahu kalian bolos, image kamu akan semakin buruk tau gak! Gak cukup kamu mabuk mabukan ke rumah mertua kamu, dan sekarang kamu mengajak istri kamu untuk bolos. Mau jadi apa sih kamu, astaga Raka Raka!” Omel mama Naura panjang lebar sambil terus meneruskan acara masak nya, ia belum berbalik dan melihat siapa yang di bawa oleh putra nya.
“Istri’ gumam Bintang terkejut dan saat itu juga ia langsung menatap ke arah Raka, “L—Lo udah nikah?”
Deg!
Mendengar suara anak perempuan yang nampak terkejut dengan status Raka, seketika itu juga membuat tangan mama Naura yang sejak tadi sibuk dengan spatula langsung terhenti.
“Ma, ini bukan Ryana!” ucap Raka menghela napas nya berat.
“Ryana?” gumam Bintang sekali lagi, lalu ia nampak berfikir beberapa saat.
“Iya, Ryana itu istri gue. Kami sama sama masuk Gaharu setelah kami menikah,” jawab Raka yang entah mengapa tak berniat untuk berbohong akan status nya, lagipula ia percaya bahwa Bintang tidak akan membeberkan rahasia nya kepada siapapun.
Hanya mendengar suara gadis yang di bawa oleh Raka, bisa membuat jantung mama Naura berpacu dengan begitu cepat. Sama dengan yang di rasakan oleh Bintang, wanita muda itu merasa perasaan nya kini tak menentu, dan tanpa berlama lama, ia segera berbalik dan menatap gadis yang kini tengah duduk di depan putra nya.
“Mama, dia Kara kan?” tanya Raka menatap ibu nya dengan tersenyum tipis.
Tes.
Air mata mama Naura seketika langsung mengucur deras membasahi pipi nya. Napas nya kian tercekat dan jantung nya semakin berdetak begitu cepat, benarkah itu putri nya? Putri yang sudah sangat lama hilang, dan kini sudah sebesar itu, dan ya, wajah nya masih sama dengan Raka. Hanya saja, gadis itu kini terlihat sangat kurus, berbeda dengan masa bayi nya yang terlihat begitu gembul.
“Raka gue mau pulang,” cicit Bintang menundukkan kepala nya, tak bisa ia pungkiri, melihat ibu dari Raka meneteskan air mata seraya mendekat ke arah nya, membuat hati nya kian terasa sesak.
“Bin, plis. Kalaupun emang lo bukan Kara adek gue, setidaknya, biarkan nyokap gue lihat lo sebentar aja!” pinta Raka dengan penuh permohonan.
“G—gue ... “
“Kara ... “ panggil mama Naura begitu lembut, dan entah sejak kapan kini wanita itu sudah berdiri tepat di depan Bintang dan juga Raka, membuat gadis itu langsung mendongak dan menatap wajah serta mata sayu wanita di depan nya.
Bila di lihat, wajah ibu Raka masih sangat muda, dan mungkin seumuran dengan Bunda nya. Dan tak bisa ia pungkiri juga, bahwa ternyata ia juga merasa sangat mirip dengan wanita itu. Bintang merasa seperti sedang bercermin, terlebih rambut mereka sama sama di ikat ekor kuda, membuat keduanya sangat terlihat mirip.
...~To be continue .......