BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Jackpot


...~Happy Reading~...


“Kok malah kesini?” tanya Bintang mengerutkan dahi nya, saat Angkasa justru mengajak nya ke taman bunga, bukan ke kelas nya.


Angkasa melihat ke arah jam di tangan nya, “Masih ada sepuluh menit lagi Bi, kita masih bisa santai disini. Aku masih emosi loh, nanti kalau aku gak bisa fokus sama pelajaran gimana?” ucap Angkasa mencari alasan agar masih bisa berduaan dengan Bintang.


Angkasa mendudukkan Bintang di sebuah tempat duduk yang terbuat dari bambu di tengah taman tersebut, lalu ia sendiri memilih untuk duduk berjongkok di depan gadis pujaan hati nya.


“Ngapain sih Sa? Jangan kaya gini deh,” Bintang langsung memalingkan wajah nya saat Angkasa terus menatap ke arah nya.


Malu, itulah yang Bintang rasakan. Ia masih belum terbiasa di perlakukan semanis itu oleh orang yang sudah ia anggap adik nya sendiri. Selama ini, Bintang masih belum bisa membalas perasaan Angkasa sepenuh nya. Meskipun ia pernah menyukai laki laki itu, namun itu sudah sangat lama. Dan perasaan itu sudah terganti dengan sosok Ryan atau Bima.


“Bi, bisa gak sih kalau kamu hanya cinta sama aku?” tanya Angkasa pelan sambil menggenggam tangan Bintang.


“Sa, sebentar lagi sudah bel masuk loh. Ayo ih,” ajak Bintang berusaha mengalihkan pembicaraan.


“Bi, apa tidak bisa sedikit saja kamu mencintai aku? Apa kamu masih berat lupain si kukubima itu?”


“Sa, apaan sih. Kenapa harus bahas Bima?” kata Bintang langsung menghela napas nya dengan cukup berat, “Hubungan aku dan Bima itu sudah selesai. Jadi tolong jangan sangkut pautin itu lagi!” imbuh Bintang dengan penuh penekanan.


“Aku cinta banget loh Bi sama kamu. Aku rela lakuin semuanya untuk kamu, tapi aku merasa disini hanya aku saja yang mencintai mu.” Ujar Angkasa begitu lirih dan pelan.


Entah apa yang terjadi pada Angkasa. Setelah memarahi beberapa siswi yang mem-bully Bintang tadi. Tiba tiba ia berubah menjadi seperti itu, melow dan penuh tuntutan.


“Sa, kita udah kenal dari kecil. Kita selalu bersama, kita sudah seperti saudara, apakah kamu masih belum bisa mengenal ku?” tanya Bintang menundukkan kepala nya, jemari tangan nya menangkup kedua pipi Angkasa, hingga membuat bibir itu seketika langsung memanyun.


Gadis itu menatap langit langit, menarik napasnya panjang lalu memejamkan mata nya sebentar. Mencoba menikmati setiap hembusan angin yang membawa harum aroma bunga di sekitar nya.


“Berarti kamu memang tidak mencintai ku? Kamu terpaksa menerima ku?” tanya Angkasa merasa begitu sedih.


“Sa!”


“Ayo kita ke kelas!” ajak Angkasa segera berdiri lalu ia mengulurkan tangan untuk menggandeng tangan Bintang.


“Kamu marah?” tanya Bintang pelan, namun Angkasa segera menggelengkan kepala nya dengan cepat. Walaupun sebenarnya, ia memang sedih dan kecewa, karena selama ini dirinya masih belum berhasil untuk merebut hati Bintang dari Bima.


Apakah Angkasa akan menyerah? Tentu saja tidak, dalam kamus kebesaran seorang Angkasa, tidak ada kata menyerah. Kata itu hanya pantas untuk seorang pecundang, dan dirinya bukanlah seorang pecundang.


“Sa!” tiba tiba Bintang menarik bahu Angkasa hingga membuat laki laki itu berbalik dan menghadap nya.


Suatu hal yang tidak pernah Angkasa kira dan bayangkan. Dimana saat dengan tiba tiba Bintang langsung berjinjit di depan nya dan menggapai tengkuk nya untuk menyatukan bibir mereka.


Cup!


Tentu saja, Angkasa langsung membulatkan mata nya dengan sempurna. Ia tidak menyangka jika ternyata Bintang bisa berbuat sejauh itu. Padahal, biasanya Dirinya lah yang akan mencium gadis itu. Namun kini, dirinya merasa seperti habis mendapatkan jackpot atau durian runtuh.


...To be continue ......