BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Ungkapan hati Bima


...~Happy Reading~...


Sementara itu, kini Angkasa sudah tiba di rumah sakit, tempat dimana Bintang di rawat. Kedua wanita hebat Bintang masih setia menunggu di depan ruangan itu bersama dengan Raka dan juga Bima.


Tatapan mata Angkasa begitu menusuk saat harus bertatapan dengan laki laki di sebelah calon kakak ipar nya.


“Kenapa kau masih disini? Pulanglah!” usir Angkasa to the point mengusir Bima.


“Asa,” tegur bunda Jingga menggelengkan kepala nya.


“Dia penyebab kakak kaya gini, Bun!” balas Angkasa tanpa menatap ke arah bunda nya, karena matanya masih menyorot tajam ke arah Bima.


“Aku tahu,” ujar Bima menundukkan kepala nya, ia menarik napas nya panjang lalu membalas tatapan Angkasa, “Tapi bukankah ini yang kau inginkan? Aku melepaskan Bintang, agar kau bisa bersama nya?”


Deg!


Seketika, Angkasa langsung terdiam setelah mendengar kata kata yang di ucapkan oleh Bima.


“Entah sampai berapa lama lagi kalian akan menyembunyikan ini dariku. Tidak ada sedikitpun kepastian yang kalian berikan padaku! Lantas, apakah salah bila aku akan memberikan jalan untuk kalian. Cinta tidak harus memiliki bukan? Maka dari itu, aku melepaskan Bintang, agar dia bisa bahagia dengan mu!”


“Jangan kalian pikir, aku selama ini diam karena tidak tahu menau tentang apa yang kalian lakukan di belakang ku. Aku tahu!”


Deg!


“Bukan aku yang mengkhianati Bintang. Tapi dia yang mengkhianati ku,” imbuh Bima memejamkan mata nya, menahan rasa sesak yang ia rasakan saat ini.


“Apa maksud lo?” tanya Raka langsung memukul bahu kakak ipar nya pelan. Raka membalik badan Bima agar menatap ke arah nya.


“Iya, adik kamu yang mengkhianati ku!” jelas Bima dengan tegas, “Dua tahun lebih aku pacaran sama dia. Aku tidak pernah berani untuk menyentuh nya, aku memiliki adik perempuan, aku tidak mau membuat adik ku juag di perlakukan sama oleh alki laki lain nanti nya. Sebisa mungkin, aku berusaha menjaga Bintang seperti aku menjaga dan menyayangi Ryana.” Untuk sesaat Bima menghentikan penjelasan nya, matanya berkaca kaca, hatinya masih terasa begitu sesak bila ia mengingat luka nya.


“Itulah mengapa aku jarang menghabiskan waktu dengan nya, kenapa? Karena aku tidak mau sampai terlewat batas, aku lebih menjaga jarak dengan nya agar aku bisa mengontrol diriku. Setelah kami lulus nanti, aku baru berencana untuk mengikat nya. Aku memang sering pergi dengan Tania, tapi dia hanya membantu ku untuk mencari pekerjaan sampingan, tanpa sepengetahuan orang tua ku! Aku juga ingin seperti kamu dan Ryana yang bisa menikah muda dan bisa bebas untuk melakukan apa saja.”


“Aku ingin membuktikan kepada orang tua ku dan Bintang, kalau nanti aku bisa menjadi pasangan yang baik dan pantas untuk Bintang. Tapi sepertinya aku kalah! Usaha ku tidak membuahkan hasil, justru sebuah pengkhianatan yang ku terima. Aku mencoba diam dan berpura pura tidak tahu, karena aku tidak mau membuat Bintang merasa bersalah. Aku sayang sama dia Ka, aku ingin bersama nya, tapi takdir tidak menginginkan itu. Dan kamu bisa tanya kepada dia, apa saja yang sudah dia lakukan pada adik mu!” ungkap Bima panjang lebar.


Setidaknya, kini hatinya sudah merasa lega karena sudah berhasil mencurahkan semuanya. Memang selama ini, Bima melihat dan mengetahui hubungan Bintang dengan Angkasa, namun ia selalu berpura pura tidak tahu.


Bima tidak mau membuat Bintang merasa bersalah dan terluka. Namun, kini saat dirinya di salahkan tentang kecelakaan Bintang, ia terpaksa mengutarakan seluruh isi hatinya.


...~To be continue ......