
...~Happy Reading~...
"Lo di campakin sama bocah itu? Atau lo emang sengaja memperlakukan gue seperti ini karena permintaan temen kalian, Tania?" ucap Bintang tiba tiba membuat langkah Jesy dan teman nya terhenti.
"Ah, lo masih berani ternyata!" decak nya malas.
"Apakah gue harus takut?" tanya Bintang mendongakkan kepala nya menatap tajam pada Jesy.
"Hahaha! Asal lo tahu, gue gak akan pernah di campakin sama Angkasa. Hubungan gue dan dia hanya vakum sementara! So, gue peringati sekali lagi sama lo, jauhin Angkasa atau—"
"Atau kenapa? Kalau emang lo mau cowok lo jauhin gue, bilang aja sama dia. Kenapa harus gue, kalau dia mau nya di dekat gue, itu berarti lo udah gak berharga buat dia!" balas Bintang dengan berani, ia segera bangkit dan berusaha untuk berdiri.
"Kurang ajar lo ya!" seru Jesy hendak menampar Bintang, namun dengan cepat gadis itu menahan tangan Jesy dan menekan nya dengan kuat.
"Cukup sekali lo tindas gue! Dan gue gak akan biarin siapapun nyentuh wajah gue!" balas Bintang dengan berani.
Namun, meskipun Bintang berani melawan Jesy. Tetap saja pada akhirnya dia yang kalah, karena Jessy membawa banyak pasukan. Dan kini, tubuh Bintang di tahan oleh dua teman Jesy hingga membuat Bintang tak bisa berkutik.
"Lo pikir lo itu siapa? Lo mau lawan gue?" tanya Jesy tersenyum smirk di depan wajah Bintang.
"Kalau lo berani, one by one. Bukan keroyokan seperti ini!" ucap Bintang berusaha melepaskan diri, namun sangat sulit.
"Hahaha, gue hanya memberikan pekerjaan buat kedua teman gue! Dan sekarang rasakan ini,"
Plakkkk!
Sebuah tamparan yang cukup keras berhasil mendarat di wajah Bintang, bahkan wajah itu menjadi sangat merah dan berbekas saking keras nya Jesy menampar nya.
Sakit? Jangan di tanya. Namun Bintang masih berusaha menahan.
"Ambil air nya!" ucap Jesy kepada salah satu murid yang sejak tadi hanya menonton.
Bukan tidak ada yang mau membantu Bintang. Hanya saja, mereka semua takut kepada Jesy, di karena kan Jessy adalah anak dari kepala sekolah di sana. Maka dari itu, mereka tidak ada yang mau membantu Bintang.
Jika tadi Jesy hanya melemparkan balon berisi air. Kini, Gadis itu justru menyiram Bintang langsung dengan air yang berada di ember.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya seorang laki laki yang tiba tiba datang dan menatap beberapa gadis tengah mem-bully Bintang.
"Pergilah, jangan ikut campur!" jawab Jesy dengan ketus.
Laki laki itu menatap pada Bintang, hatinya begitu sakit melihat gadis itu mendapatkan perlakuan seperti itu.
"Baiklah!" Laki laki itu segera pergi, membuat hati Bintang semakin kecewa, bahwa tidak ada yang menolong nya
Namun, ternyata ia salah. Tak berapa lama laki laki itu kembali dengan membawa sebuah ember yang bahkan masih terdapat gagang pel di sana. Dan tanpa aba aba..
Byurr!
Laki laki itu langsung menyiram kepala Jesy dengan air tersebut. Jelas saja, saat itu juga Jesy langsung berteriak dan menatap tajam pada laki laki di sebelah nya.
"Kurang gak? Ntar gue minta sama OB buat bikinin formula baru!" tanya laki laki itu dengan wajah polos nya menatap Jesy.
"Shitt! Lo mau ikut campur hah!" bentak Jesy marah.
"Gue cuma ngasih tawaran. Btw itu formula rasa apel, coba dhe lo cicipi. Kalau minta varian rasa lain, lo bisa request sama pak Tono. Dia punya rasa Strawberry sama lemon juga katanya!" jawab nya santai lalu ia segera merangkul bahu Bintanh dan membawa nya pergi.
"Cowok brengsekkk! Inget Bin, lo kali ini bisa aja kabur. Tapi tidak lain kali!" jerit Jesy semakin marah, kala menghirup aroma apel pada tubuh nya.
"Jes, varian apel nya berasa banget ya?" celetuk salah satu teman nya seraya menahan tawa.
"Diam kalian?" bentak Jesy semakin marah, lalu ia segera pergi meninggalkan tempat itu begitu saja.
...~To be continue......