BINTANG Untuk ANGKASA

BINTANG Untuk ANGKASA
Respon Bunda


...~Happy Reading~...


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, kini akhirnya Bintang dengan di antar oleh Raka langsung pulang ke rumah Gaharu. Awalnya, Naura masih berat untuk membiarkan Bintang pergi secepat itu, karena dirinya masih sangat ingin bersama dengan putrinya.


Namun, wanita itu tidak mau memaksa, ia takut bila nanti justru malah membuat putrinya tertekan.


"Lo gak usah mampir ya?" ujar Bintang pelan saat hendak turun dari mobil.


"Kenapa?" Raka langsung menatap saudara kembar nya, "Gue yang akan bilang sama orang tua angkat lo. Biar bagaimana pun, gue kakak lo. inget itu!" imbuh nya, lalu ia segera turun dari mobil.


Menghela napas berat, Bintang akhirnya ikut turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan Raka.


Sebenarnya, Bintang belum siap memperkenalkan Raka kepada keluarga angkat nya. Ia masih takut untuk berbicara kepada Bunda. Terlebih, dengan sifat Raka yang begitu lemes dan bar bar, Bintang begitu takut bila laki laki itu nanti akan salah berbicara dan melukai hati bunda nya.


"Assalamu'alaikum," ucap Bintang saat membuka pintu.


"Walaikumsalam, astaga Sayang, kamu kemana saja? Bibi bilang, kamu gak pulang pulang, Bunda khawatir," ujar bunda Jingga yang langsung memeluk putri nya dengan begitu erat.


"Emm maaf Bunda. Bintang—"


"Selamat sore Tante," ucap Raka langsung memotong ucapan Bintang, seketika membuat bunda Jingga langsung melepaskan pelukan nya dan menatap sosok laki laki yang memiliki wajah seperti putrinya.


Tentu saja, bunda Jingga sangat terkejut melihat itu. Dan tanpa banyak bertanya kemana Bintang pergi juga dengan siapa, sepertinya pikiran bunda Jingga sudah tahu jawaban nya.


Wanita itu langsung menutup mulut nya dengan tangan saat menatap wajah Raka dan juga Bintang secara bergantian.


"K—kamu... "


"Bunda, bisa Bintang bicara?" Gadis itu menggenggam jemari tangan ibu nya, lalu mengajaknya untuk duduk di sofa, dimana Raka juga ikut duduk di seberang keduanya.


"Perkenalkan Tante, nama saya Raka. Saya saudara kembar Kara, dan ya selama beberapa hari ini, Kara tidak bisa pulang kemari karena dia menginap di rumah kami," tutur Raka pelan dan sopan.


"K—Kara?" bunda Jingga menggelengkan kepala nya dengan lemah, lalu menatap putrinya kembali, seolah meminta penjelasan lebih detail lagi.


"Iya Bunda. Bintang sudah menemukan keluarga kandung Bintang," Gadis itu menundukkan kepala seraya meremas kedua tangan nya.


Deg!


Lagi dan lagi, jantung bunda Jingga seolah seperti terhantam benda besar yang menusuk relung hatinya. Bukan ia tidak bahagia, hanya saja, bila Bintang sudah berhasil bertemu orang tua kandung nya, itu berarti putrinya akan segera pergi dan meninggalkan nya.


Bunda Jingga langsung menggelengkan kepala, air mata sudah tak kuasa untuk ia bendung lagi. Tubuh nya bergetar dengan napas yang seperti tercengat di tenggorokan.


"Enggak!" tiba tiba bunda Jingga berteriak dan berdiri begitu saja, "Kamu anak Bunda Sayang? Sudah berapa kali Bunda katakan, kamu anak Bunda!" jerit nya tiba tiba hingga membuat Raka dan Bintang begitu terkejut.


"Tante.. "


"Diam kamu!" bentak bunda Bintang seketika menunjuk wajah Raka, "Dia putri ku! Kamu dan kalian tidak akan ada yang bisa mengambil nya dariku!"


"Bunda tenang dulu, Bunda—" Bintang langsung memeluk bunda nya, ia ikut menangis dan tidak menyangka bila akan mendapatkan respon se dasyat ini dari bunda Jingga.


"Kamu anak Bunda, kamu bukan anak orang lain. Kamu anak Bunda Sayang, kamu anak Bunda!"


Bruk!


"Bunda!" pekik Bintang bersamaan dengan Angkasa yang baru saja tiba, laki laki itu segera berlari menghampiri keributan yang sedang terjadi di ruang tamu nya.


...~To be continue......