
...~Happy Reading~...
Hari berganti hari dengan begitu cepat. Tanpa terasa, kini waktu ujian nasional sudah tiba. Kesehatan Bintang sudah sangat membaik, bahkan gadis itu sudah bisa berjalan lagi, akan tetapi Dokter masih melarang Bintang untuk berlari.
Jadilah, selama ini, dirinya tidak pernah lagi mengikuti kegiatan olah raga apapun.
Angkasa sudah tidak lagi berada di kelas sepuluh, melainkan hari ini, dirinya mengikuti di kelas yang sama dengan Bintang.
Selama beberapa hari ke depan, tepat nya selama ujian, Angkasa akan terus berada satu kelas dengan Bintang. Dan itu juga yang akan menjadi babak penentuan, apakah dirinya bisa lolos di ujian itu atau tidak.
Jika dirinya berhasil mndapatkan nilai bagus dan lulus, maka hari pernikahan nya akan terlihat di depan mata. Namun, jika dirinya agar tidak bisa menyelesaikan soal Ujian. Maka tak hanya dirinya, akan tetapi bunda Jingga juga harus bersiap siap kehilangan Bintang.
Ya, kehilangan Bintang. Karena jika Angkasa gagal dalam ujian ini, maka Bintang akan menetap di rumah keluarga Nolan. Bukan keinginan Bintang, namun ini permintaan Angkasa sendiri, agar dirinya bisa bersemangat untuk mendapatkan cinta sejati nya.
Brukk
Angkasa langsung mendudukkan dirinya di bangku kosong yang berada di depan Bintang, “Yank, gak ada cita cita buat beliin aku minum kah? Ujian tadi, kayaknya udah buat separuh eh salah, hampir seluruh otak ku kehabisan tenaga. Dia butuh cairan yang bisa buat fresh lagi,” ucap Angkasa menatap kekasih nya dengan mata berbinar penuh harap.
“Tinggal ngomong aja sih, noh Ibu kantin juga deket!” cetus Bintang berdecak dan kembali fokus dengan ponsel nya.
“Sama calon suami gak boleh gitu, dosa loh,” ucap Angkasa lagi dan langsung merebut ponsel Bintang.
“Astaga, Asa! Balikin gak!” seru Bintang berusaha merebut ponsel nya.
“Kmau gak selingkuh dari aku kan?” tanya Angkasa dengan mata yang memicing tajam.
“Apaan sih, selingkuh selingkuh. Gak jelas, buruan balikin ih!”
“Sun dulu,” ucap Angkasa langsung menyodorkan sebelah pipi nya ke arah Bintang.
Yang benar saja, kini mereka sedang berada di kantin, dan Angkasa meminta cium. Ingin rasanya Bintang langsung mencium pipi Angkasa dengan wajan penggorengan milik ibu kantin. Agar laki laki itu merasa puas akibat ciuman super dupet HOT nya.
“Nah begitu kek dari tadi, kan itung itung latihan jadi istri yang sholeha, hihihi,” gumam Angkasa terkekeh, lalu ia membuka ponsel Bintang karena penasaran dengan siapa gadis pujaan hatinya itu bertukar pesan.
“Ah duo cabe! Dah lah skip aja, obrolan gak mutu!” Angkasa berdecak saat membuka sebuah groub chat antara Bintang dan dua sahabat nya. Jadilah Angkasa memilih untuk menutup obrolan itu dan kembali menatap ke arah Bintang yang sedang mengantri minuman di lapak ibu kantin.
‘Ah jadi ini cewek baru Angkasa?’
“Hemm dapet berondong ya,’
‘Halah, palingan juga Cuma di jadiin rumah singgah doang, kaya yang lain.’
“Bahasa lo terlalu bagus rumah singgah!’
‘Terus apa dong?’
“Babu, hahahha!’
“Iya, lo bener. Tuh lihat aja, buktinya dia mau di suruh suruh beliin minum begitu.’
‘Lagian cewek kaya gitu mau di jadiin pacar sama Angkasa, mimpi kali!’
‘Bener banget, bodoh aja dia, Cuma di jadiin babu doang. Dalih jadi pacar padahal Cuma mau nindas doang!’
Obrolan obrolan tak berfaedah dari beberapa siswa dan siswi yang ada di kantin, mengenai kedekatan Angkasa dan Bintang beberapa bulan ini. Mmebuat Bintang hanya bisa pasrah. Ia tidak suka keributan, jadilah ia memilih untuk diam dan tidak meladeni mereka. Walapun sebenarnya, dalam hatinya ia sangat marah dan kesal.
‘Tahan Bintang. Sabar, anggep setan lewat, jangan di denger!’ gumam Bintang dalam hati, menarik napas panjang lalu ia segera kembali ke meja nya dengan membawa segelas minuman dingin untuk sang paduka raja setan.
...~To be continue .......