
Awas panas!
"Sayang, aku pulang ...!" Suara Edo begitu menggema ke hingga ke penjuru ruangan.
Sepertinya mood Edo benar-benar sedang sangat baik, sampai-sampai di sepanjang perjalanan dari kantor menuju apartemen nya wajah nya begitu berseri-seri.
"Sayang, aku-" Edo tak melanjutkan perkataan nya saat melihat siluet istri nya yang baru saja menghampiri. Edo menatap lekat tubuh sang istri tanpa kedip. Dia bahkan menelan saliva nya dengan susah payah saat mendapati tubuh istri nya terlihat begitu indah dengan lekuk-lekuk tubuh nya tercetak begitu jelas, bahkan kulit mulus nya hang seputih susu itu tampak menerawang di balik lingerie merah transparan pilihan nya.
Hampir seluruh kulit istri nya dapat dilihat nya tanpa membuka kain yang menempel, hanya bagian inti nya saja yang sedikit tertutup dengan kain segitiga, itu pun masih sedikit terlihat karena saking kecil nya kain yang menutupi bagian tubuh paling inti nya itu.
Sedangkan bagian atas nya bahkan semua nya bisa dilihat Edo dengan sangat jelas, kedua bagian da da Elma pun terlihat jelas hingga kedua bulatan kecil warna merah muda muda yang begitu menggoda tampak terlihat dengan jelas. Seketika jiwa lelaki Edo meronta-ronta, bagian bawah nya sudah berdenyut-denyut terasa cenat-cenut tak sabar ingin segera menerkam mangsa nya.
"Sayang, tumben jam segini sudah pulang." Elma tersenyum ceria menghampiri suami nya. Dia melupakan jika saat ini sedang menggunakan lingerie yang sangat menerawang. Tadi nya Elma baru saja mencoba-coba lingerie kiriman Edo yang baru datang.Tak tahu nya satu menit kemudian Edo pun ikut pulang.
"Tentu, sayang. Hari ini aku sudah janji untuk pulang lebih awal karena ingin menghabiskan waktu bersama istri ku yang s e k si." Edo sengaja mengatakan nya dengan suara menggoda, membuat Elma tersenyum malu. Namun sedetik kemudian dia tersadar kalau saat ini dirinya masih menggunakan lingerie pemberian Edo.
"Oh astaga, aku lupa masih menggunakan ini." Kata Elma setelah itu dia menatap tubuh nya sendiri seakan memperlihatkan pada Edo.
"Tidak apa, sayang. Aku menyukai nya. Sangat menyukainya, kau terlihat begitu menggoda." Edo mengerlingkan mata seraya ikut mendekat dan memeluk tubuh sang istri. Lalu di detik berikutnya Edo mendaratkan bibirnya di bibir sang istri, Elma menyambut nya dengan senang hati. Dia pun sangat mendamba ciuman sang suami, bahkan akhir-akhir ini dia yang lebih sering meminta sentuhan dari Edo.
Terkadang saat Edo sibuk dengan kerjaan nya hingga dia merasa ingin di sentuh, tetapi saat akan mengatakan kepada Edo diri nya malu, alhasil yang dia lakukan hanya marah-marah tak jelas pada sang suami karena merasa suami nya sudah tak romantis lagi. Elma merasa Edo sudah tak senang dengan tubuhnya lagi. Padahal setiap malam Edo masih melakukan kegiatan nya rutin, tetapi memang saat siang hari sudah sangat jarang karena Edo lebih sering pulang malam akhir-akhir ini.
"Emhh ... " Elma melenguh tertahan saat tautan bibir itu belum terlepas tetapi tangan Edo sudah menyusup dibalik lingerie menerawang dan memegangi aset menonjol istri nya. Edo me re mas nya pelan namun pasti membuat Elma tak bisa lagi menahan desahaan nya.