Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Tidak Akan Memberi Maaf


Satu Minggu berlalu, Edo dan Elma kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Setelah berbagai bujukan dan rayuan Edo, akhirnya Elma menuruti permintaan suami nya agar tak ikut campur dalam balas dendam ke John.


Memang benar, sebenarnya tanpa dia turun tangan pun suami nya ini sangat bisa diandalkan. Tetapi karena rasa sakit hati nya membuat Elma ingin sekali turun tangan.


"Akh ..! Siall..! Kenapa harga saham kita turun sebanyak ini?!"


Brakk


John melemparkan map yang batu saja asisten nya berikan. Setelah mengecek ternyata map itu berisi tentang laporan saham nya yang turun drastis membuat nya frustasi.


"Kenapa ini bisa terjadi?! Kalian memang tidak bisa di andalkan! Saya tidak mau tahu, kembalikan harga saham kita seperti semula!" Amarah John menggebu-gebu, dan yang menjadi sasaran amarah hanya bisa menundukkan kepala sembari menggerutu.


Bukan nya mereka yang tak becus dalam bekerja, tetapi John sendiri lah yang sering berleha-leha sebagai pimpinan. Dia bahkan sering mangkir dari acara-acara penting perusahaan nya demi menuruti hawa na f su nya. Dan bila sudah seperti ini, yang menjadi sasaran amarah adalah bawahan nya, bukan dia yang akan introspeksi diri.


"Maaf, Tuan. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi memang seperti nya perusahaan sudah tidak bisa tidak bisa di sel-"


"Saya tidak menerima alasan!"


Brakk.


John kembali menggebrak meja dan hal itu sukses membuat asisten John tersentak.


"Sekarang keluar lah. Aku ingin sendiri!" John memijit pelipisnya setelah melonggarkan dasi yang terasa mencekik leher nya.


Jari jemari nya meraih ponsel yang sejak tadi berada di atas meja kebesaran nya.


"Halo, Honey. Aku membutuhkan mu sekarang juga."


John tetap lah John, si penjahat kelamin yang tak akan pernah berubah tabiat nya meski di timpa berbagai masalah. Dia memanggil salah satu wanita simpanan nya ke kantor untuk menghilangkan penat. Karena bagi nya, cara menghilangkan penat yang paling mujarab adalah dengan ber cinta dengan banyak wanita.


Setelah menunggu sekitar lima belas menit, akhirnya wanita yang ditunggu nya datang ke ruangan John dengan pakaian yang sangat minim hingga aset-aset berharga wanita itu tak terhalang apapun.


"Honey, i miss you.." Terdengar teriakan melengkung dari wanita yang baru saja membuka pintu ruangan CEO.


John yang tadi nya memejamkan mata, seketika tersenyum cerah melihat tubuh se ksi wanita di depan nya.


"Miss you to, honey." John merentangkan satu tangan nya dengan satu tangan lagi menepuk pa ha nya memberi isyarat agar wanita itu duduk di pangkuan John.


Dan dengan senang hati wanita itu duduk di pangkuan John, bahkan dia sengaja menggesek-gesekkan bokong nya saat bersentuhan langsung dengan inti John.


"Kenapa kau lama sekali tak menghubungi ku?" Rajuk wanita itu sembari da da nya dengan sengaja dia tempel kan di dagu John.


John tak menggubris perkataan wanita itu karena saat ini dirinya sudah sangat terang sang


"Aku sibuk, Honey. Sekarang lebih baik, cepat puaskan aku." Bisik John tepat di telinga wanita itu sembari mengu Lum nya.


Wanita yang bernama Maria itu tak menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan John. Dia langsung melancarkan aksinya dengan mencium rakus bibir John sedang tangan nya meraba raba tubuh John dan dengan lihai nya kemeja yang di pakai John sudah terlepas dari tubuh nya.


Mereka terlalu terbuai menikmati sesi percintaan kali ini hingga tak sadar bahwa sejak tadi banyak orang memperhatikan aksi be jad John bersama wanita nya.


Terlebih istri John yang sudah sangat geram dengan tindakan suami nya, dia tidak akan memberi maaf atas penghianatan suami nya itu.