
PART INI MENGANDUNG ADEGAN DEWASA, MOHON BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN!
Edo tak membiarkan Elma terlepas sebentar pun, kini dua manusia itu sudah berada di atas kasur berukuran king size dengan posisi tubuh Elma berada di bawah Edo.
Laki-laki itu terus melancarkan aksi nya dengan memainkan setiap inchi tubuh Elma tanpa ter lewatkan sedikit pun. Dan kali ini, leher jenjang Elma menjadi sasaran nya. Edo terus menye sap sesekali memberi gigitan hingga meninggalkan bekas merah kebiruan.
Elma yang merasakan tubuh nya seperti tersengat listrik hanya bisa memejamkan mata sembari menahan suara nya agar tak mende sah.
"Keluarkan, sayang. Tidak perlu menahan nya, aku ingin mendengarkan suara indah mu yang sudah lama tak ku dengar." Edo membisikan kalimat itu seraya meng ulum telinga Elma, dan hal sukses membuat Elma meloloskan de sa han. Edo tersenyum miring mendengar nya, dia semakin gencar memancing gai rah Elma hingga suara desa han pun tak bisa lagi dia tahan.
Saat ini Edo mulai membuka kain bagian atas yang di kenakan Elma, setelah bisa membuka nya setengah, tatapan Edo tak bisa ter alihkan dari dada kenyal Elma yang setengah nya masih tertutup oleh kain penutup nya berwarna hitam namun setengah nya lagi sudah terpampang nyata di depan mata Edo.
Akhirnya bagian yang menjadi favorit Edo sudah berada dihadapan nya, dan tanpa menunggu lama Edo langsung mencium dua dada itu yang sudah nampak kulit mulus nya, dan dengan sabar dia mulai membuka kain penyangga itu perlahan. Kain penyangga itu sedikit demi sedikit mulai terlepas dari dan terpampang lah dua dada sintal yang menjadi favorit Edo. Laki-laki itu menyeringai dalam hati, lalu tanpa aba-aba di meraup habis dua da da Elma dengan kedua tangan dan sesekali memainkan puncak nya. Hal itu sukses membuat Elma bergerak tak karuan karena merasakan tubuh nya seperti tersengat listrik.
Mata Elma terbelalak lebar saat merasakan bagian bawahnya juga di mainkan Edo dengan sangat kejam. Seluruh persendian Elma bahkan terasa lemas saat tangan Edo tak berhenti memainkan bagian bawahnya. Mulut nya tak henti-henti nya meracau, menyebut nama Edo dan meminta lebih.
Tentu saja Elma meminta lebih saat Edo tak berhenti memainkan bagian tubuh nya hingga membuat area bawah nya menginginkan suatu yang lebih.
"Aku mulai, sayang," Bisik Edo sembari mengarahkan senjata nya memasuki lubang rahasia Elma setelah semua kain yang terlepas pada kedua nya di lepaskan Edo.
Dan dalam sekali hentakan, tubuh keduanya menyatu. Akhirnya mereka melakukan hubungan badan untuk pertama kali nya di dalam pesawat yang sedang lepas landas setelah keduanya saling mengungkapkan cinta.
Dua manusia itu melebur menjadi satu, saling berbagi kehangatan, kenikmatan hingga keringat membanjiri dua tubuh yang sedang menciptakan kenikmatan dari penyatuan mereka.
Baik Edo maupun Elma sama-sama lupa kalau saat ini mereka sedang dalam pesawat dan suara nya begitu mengganggu para pekerja nya yang ada di luar kamar hingga salah satu di antar mereka menggunakan earphone karena tak kuat dengan teriakan Edo yang terus mengagumi Elma, juga Elma yang sedari awal tak berhenti men de sah.