Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Sakit Hati


"Huft," Akhirnya Elma bisa bernafas lega karena telah keluar dari ruangan Joh n yang menurutnya sangat menyeramkan. Bukan tempatnya yang menyeramkan seperti dalam film-film horor, melainkan pemilik ruangan itu lah yang sangat menyeramkan. Elma bahkan tak habis pikir tadi, wawancara kerja macam apa yang menanyakan sudah memiliki kekasih atau belum, sudah pernah berhubungan badan atau belum, suka di atas atau di bawah, dan yang terakhir yang membuatnya sangat geli menanyakan berapa ukuran b r a yang di gunakan. Sungguh itu adalah pertanyaan yang sudah melanggar norma. Andai Elma tidak sedang mengingat niat mendekati John, tentu saja dia sudah menampar mulut lancang John. Atau bahkan mencekoki nya menggunakan cabai super pedas supaya mulutnya sekalian terbakar cabai itu sebelum besok di bakar ke api neraka.


dan yang membuat Elma kesal, bukan hanya pertanyaan saja yang melenceng, tetapi tangan John yang tak henti-henti nya berusaha menyentuh bagian tubuh Elma. Untung saja Elma pintar mencari alasan sehingga tak satu kali pun John berhasil menyentuhnya kecuali menyentuh tangan Elma.


"Akhirnya aku terbebas juga dari kandang singa garong itu," Elma cekikan sendiri sembari melangkahkan kaki karena mendapatkan julukan baru untuk John yang menurutnya sangat pas yaitu "SINGA GARONG". Mungkin kalau hanya kucing garong itu masih biasa-biasa saja. Tetapi karena John adalah moyang nya garong maka dia akan menjuluki nya sebagai singa garong.


Dan untuk kedepan nya bila Elma di ajak tidur John, dia sudah menyiapkan segala nya selama satu tahun ini. Meski membutuhkan tak sedikit uang dari hasil menabung, tetapi dia tak menyesal karena dengan cara inilah dia akan aman menggoda John tanpa takut di perk osa olehnya.


"Aku harus segera pulang untuk menyiapkan keperluan ku yang belum selesai untuk pulang ke Indonesia." Elma sedikit berlari kecil menuju parkiran. "Kenapa rasanya aku senang sekali sebentar lagi akan bertemu Edo?" Lagi-lagi Elma berperang pada diri sendiri. "apa benar aku mencintainya?' Gumam nya lagi. Elma menggelengkan kepala berkali-kali berusaha menepis hal itu. Bukan nya di tak mengakui kalau Elma tak mencintainya, tetapi dia sedang berusaha menepis rasa cinta itu agar tak semakin besar hingga pada akhirnya akan menyakiti dirinya.


Saat baru saja memarkirkan mobil dan hendak keluar dari sana, tiba-tiba saja dia seperti melihat Edo yang baru keluar mobil dan berjalan beriringan dengan wanita cantik ke menuju restoran. Elma kembali menajamkan penglihatan untuk memastikan apa yang dilihatnya. Ternyata dia tidak salah lihat, itu adalah Edo! Entah mengapa hatinya merasa teriris saat melihat ada seseorang di samping Edo. Dia adalah seorang wanita yang umurnya bisa di tebak lebih dewasa dari nya. Pakaian nya anggun dan wajahnya cantik. sangat serasi berdampingan dengan Edo yang seorang pengusaha muda dan sukses.


Seketika mood Elma menjadi berantakan, "Jangan sakit hati, Elma. Bukan kah kau sudah membentengi hati mu agafr tak jatuh cinta padanya? Lalu kenapa tetap saja kau merasa sakit hati?" Elma berulang kali menguatkan hati nya sembari memegang dada kirinya yang terasa nyeri.


Bahkan perut yang tadinya terasa lapar mendadak kenyang, Elma memutuskan untuk tidak jadi turun dan melanjutkan pulang. Sepanjang perjalanan Elma hanya melamun, membayangkan Edo yang pasti sudah banyak menghabiskan waktu dengan para wanita nya. Elma pun yakin, laki-laki seperti Edo  mana mugkin bisa tahan tak melakukan hubungan intim. Ah ... membayangkan hal itu justru membuat Elma semakin tak kuat hati nya.


(BAGI YANG SUDAH MEMBACA BAB SEBELUMNYA BERJUDUL DRAFT HARAP BACA KEMBALI KARENA TULISAN DI SANA SUDAH BERUBAH DAN LEBIH PANJANG. TIDAK TAHU KENAPA TIBA-TIBA DRAFT TER UPLOAD, PADAHAL UNTUK CERITA ASLI LEBIH PANJANG DARI TULISAN YANG ADA DI DRAFT.