
Edo yang merasa sangat kesal pada Elma memutuskan untuk pergi mencari tempat hiburan. Dan tujuan nya kali ini tidak lain dan tidak bukan adalah night club.
Kota Nevada, yang tepat nya di Las Vegas memang sangat terkenal dengan tempat hiburan. Sayangnya sedari awal Edo menetap disini belum sekalipun menginjakkan kaki nya di club karena memikirkan Elma yang sendirian di apartemen. Padahal sudah sering sekali rekan kerjanya mengajaknya pergi ke club, namun kali ini Edo benar-benar akan pergi ke sana untuk menghilangkan penat karena ulah Elma.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, Edo sampai di night club terbesar di kota ini. Night Club yang memiliki logo JM ini adalah night club paling terkenal di sini. Bukan hanya terkenal wanita nya yang begitu memuaskan para pelanggan, tetapi juga sebagai tempat perjudian terbesar di kota ini dan Edo tahu siapa pemilik tempat ini.
Biasanya orang yang datang kesini adalah para pengusaha kelas kakap yang harta nya tidak main-main.
Saat akan masuk Edo dicegat beberapa penjaga dan disuruh menyerahkan kartu identitas lebih dulu. Setelah dipersilahkan masuk, Edo langsung mengamati seluruh sisi ruangan. Meski terlihat remang-remang dalam penglihatan mata, Edo masih bisa melihat satu persatu wajah orang-orang di sana. Suara keras memekakkan telinga mulai memenuhi gendang telinga Edo.
Di setiap langkah nya, Edo bisa melihat dengan jelas banyak nya pengunjung yang sedang bercumbu di berbagai sudut ruangan.
Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan melakukan penyatuan di ruangan terbuka dengan satu wanita yang digerayangi sampai tiga laki-laki sekaligus.
Siall, ini adalah pengalaman pertama Edo melihat hal gila ini. Bagaimana tidak menyebutnya gila? Jika satu wanita di nikmati oleh tiga pria sekaligus. Satu pria melakukan penyatuan melalui arah belakang dengan posisi wanita nya menungging sedangkan dua pria lagi memainkan bagian tubuh yang lain. Ada yang memainkan buah dadanya dengan sangat brutal dan ada pula yang sedang menikmati bibir itu dengan tangannya tak berhenti memainkan bagian inti wanita nya.
Edo bahkan sampai bergidik melihat nya, bukan karena dia tertarik dan ingin melakukan hal yang sama. Tetapi Edo justru merasa mual melihat tontonan di sekitar nya ini.
Sepertinya Edo sudah salah memilih tempat hiburan, karena bukan merasa penat nya hilang tapi justru semakin dibuat tak karuan.
Saat Edo akan berbalik arah meninggalkan tempat itu, tiba-tiba nama nya merasa terpanggil seseorang.
"Tuan Edo." Sapa seseorang sedikit berteriak yang baru saja mendekati Edo.
Fokus Edo langsung teralihkan pada suara yang memanggil namanya.
Liam adalah salah satu staf manager perusahaan nya, Edo belum terlalu paham orang-orang kantor miliknya. Itu sebabnya dia sedikit sangsi memanggil nama Liam karena ragu salah nama.
Maklum saja, baru satu bulan ini Edo memimpin perusahaan, dia pun belum banyak memiliki kesempatan melakukan pertemuan dengan para bawahan nya.
"Ya, saya Liam, Tuan." Jawab nya tersenyum simpul. "dengan siapa Anda kemari?" Tanya nya lagi. Liam sedikit melihat ke beberapa sisi Edo untuk memastikan orang yang bersamanya tetapi tak ada siapapun.
"Hanya sendiri." Jawab nya singkat.
"Bagaimana kalau kita duduk di sana?" Tunjuk Liam ke salah sofa yang berada tak jauh dari nya.
Edo hanya mengangguk lalu mengikuti langkah Liam.
Saat dia menyusuri jalan menuju sofa, matanya tak sengaja menatap seseorang yang sudah lama ingin ditemuinya. Dialah John Mayer, kebiasaan nya belum pernah berubah sejak dulu. Dia masih saja melakukan hubungan dengan banyak wanita meski sudah memiliki istri sempurna.
Edo tersenyum sinis saat melihat John dengan lihainya menggagahi wanita yang diyakini adalah seorang sekertaris baru John. Bagaimana Edo bisa tahu? Karena Edo sudah sejak dulu mencari informasi tentang John, dan sampai saat ini pun Edo masih terus mencari kelanjutan informasi tentang nya.
...💙💙💙...
...TBC...
note: Untuk bahasa menyesuaikan sesuai tempat. So, anggap saja percakapan itu bahasa mereka disana.