
Hufft, bermodal menghela nafas akhirnya Elma memberanikan diri membuka celana pembungkus terakhir belut listrik Edo. Dia sudah memantapkan hati untuk melihat nya. Tak apa, anggap saja ini sebagai awal perkenalan agar nanti saat Edo benar-benar meminta hak nya maka Elma tak takut lagi.
Elma membuka celana bokser itu dengan perlahan-lahan tapi pasti, hingga 5 detik kemudian belut listrik itu benar-benar terpampang nyata ada dihadapannya. Astaga! Elma bahkan tak membayangkan sebelum nya jika ternyata ukuran belut listrik itu lebih besar dan lebih panjang dari yang dia bayangkan sebelumnya.
Oh ini nyata?! Ukuran belut listrik Edo sangat besar dan panjang dan melambai-lambai di hadapan Elma. Dia jadi membayangkan apakah nantinya akan muat bila memasuki sungai nya atau tidak?
Benar-benar sangat menakutkan! Elma bahkan tak berkedip melihat nya, antara takut dan ... entahlah apa lagi, yang jelas tatapan Elma terus tertuju pada belut listrik itu. Seakan-akan tidak ada objek lain yang bisa dilihat nya selain belut listrik Edo.
Padahal sebelumnya Elma sudah merencanakan akan menutup mata saat belut listrik itu sudah tak ber-wadah, tapi rencana nya digagalkan karena fokus Elma hanya tertuju pada benda itu.
Tanpa sadar Elma meneguk ludahnya sendiri melihat belut listrik itu bergerak-gerak, daerah inti nya terasa nyeri dan berkedut gatal, ah ... pokoknya susah dijabarkan.
"Bagaimana? Apa kau sudah tidak tahan ingin segera merasakan nya?" Bisik Edo dengan wajah tersenyum penuh arti.
Seketika fokus Elma terpecahkan oleh suara itu, dia kini bisa kembali mengalihkan pandangan pada arah lain. Dia mulai tersadar dan kembali ke dunia nyata setelah tadi memikirkan hal-hal aneh di dunia imajinasi nya sendiri.
"A-apa yang kau katakan?" Elma pura-pura bertanya tidak mengerti, karena inilah cara yang teraman, yaitu pura-pura bodoh agar Edo tak mengetahui apa yang baru saja dia pikirkan.
"Seperti nya aku mengatakan nya dengan cukup jelas." Edo masih menatap manik mata Elma dengan sinar mata yang sangat intens hingga membuat Elma merasa terintimidasi.
"Apa kau menginginkan ini?"
Tanpa diduga sebelumnya, tangan Edo menuntun tangan Elma menuju belut listrik miliknya. Hal itu berhasil membuat mata Elma terkejut hingga kedua bola matanya membulat sempurna.
Meski begitu, tangan nya yang sedikit gemetar itu tetap menyentuh belut listrik Edo karena arahan dari Edo dan dia tak bisa mengelak.
Saat tangan nya merasakan benda itu, wajah Elma benar-benar memerah antara malu dan hal lain yang sungguh tak bisa dijabarkan.
Elma bahkan sampai mengehentikan nafasnya saat memegang belut listrik Edo, apalagi saat ini satu tangan Edo semakin merapatkan tubuh nya hingga dua kulit itu saling bersentuhan. Keadaan Elma yang sudah tak memakai atasan dan Edo yang sudah polos, benar-benar menciptakan percikan-percikan seperti sengatan listrik saat kulit mereka bersentuhan.
"Nyaman?"
Edo kembali melayangkan pertanyaan yang membuat Elma semakin malu, karena saat Edo mengatakan nya, tangan Edo ternyata sudah tak menggenggam tangan nya dan hanya tinggal tangan Elma yang masih memegang belut listrik Edo.
"Ti-tidak!" Elma memalingkan wajah sembari memejamkan mata, ah andai bisa dia ingin masuk ke lubang hitam saja agar tak bisa kembali lagi dan bertemu Edo.
Sekarang Edo pasti mengira Elma adalah perempuan me-sum karena nyaman saat memegang belut listrik tanpa di tahan oleh tangan Edo.
"Tidak salah?" Edo tersenyum penuh arti.
Tanpa banyak berkata-kata, Edo mengangkat tubuh Elma seperti karung beras. Elma yang terkejut langsung berteriak-teriak keras dan melayangkan protes. Kaki dan tangan nya tak dibiarkan menganggur, dia memukuli bagian tubuh mana saja yang bisa di jangkau menggunakan tangan nya, sedang kaki nya terus meronta-ronta memukul angin berharap dia bisa terlepas dari gendongan Edo.
Kicep! bibir Elma langsung terkatup rapat, tangan dan kaki nya tak lagi berani bergerak. Dia bahkan sampai menahan nafas karena takut akan membuat tubuh nya bergerak.
Meski begitu, dalam hati Elma terus saja memberikan sumpah serapah pada Edo, laki-laki yang seenak mau nya sendiri. Memberikan pekerjaan yang sangat memberatkan nya, lalu memperlakukan diri nya dengan seenak sendiri. Lalu memberi ancaman pengobatan mami Elma sebagai kambing hitam, benar-benar menyebalkan.
"Dasar, badak bercula satu! Awas saja, suatu saat akan ku balas semua perlakuan mu setelah aku mampu." Gerutu Elma dalam hati. Dia sangat dongkol pada Edo yang sedikit-sedikit mengancam nya akan menghentikan biaya pengobatan sang mami. Jika sudah seperti ini, Elma sudah tak bisa berkutit lagi.
"Sekarang cepat lakukan tugas mu selanjutnya." Perintah Edo setelah menurunkan tubuh Elma di lantai kamar mandi.
"Tugas?" Elma kembali tak mengerti tugas apa yang akan Edo berikan padanya.
"Ya, mandi kan aku."
Gluk ...
Lagi lagi Elma meneguk ludahnya kasar, bila dia memandikan Edo, sudah dipastikan dia kembali akan berhadapan belut listrik itu.
"A-akan ku lakukan." Meski dengan sangat sungkan, Elma tetap tak melayangkan protes karena dia tahu tak ada gunanya jika protes sekalipun karena Edo akan mengulang mengancam nya.
Elma mengikuti Edo yang sudah berada dalam bathtub kosong, dengan cekatan dia mengisi air dengan temperatur air sedang.
Meski segala fasilitas yang ada di kamar mandi ini tidak ada di rumah nya, tetapi bukan berarti Elma tak mengetahui apapun karena dulu saat kecil dia sudah terbiasa dengan fasilitas seperti di apartemen Edo.
Dia sedikit membasahi rambut dan seluruh permukaan kulit Edo, lalu memberikan shampoo serta sabun yang tersedia. Dengan gerakan lembut Elma sedikit memberinya pijatan di kepala Edo, laki-laki itu terasa menikmati setiap gerakan tangan Elma saat berada di kulit nya.
"Hoam ..." Edo tiba-tiba menguap dengan mata tertutup karena menikmati pijatan. "sepertinya aku tidak jadi mengeksekusi mu malam ini, aku akan memberimu waktu sampai besok pagi." Edo berkata dengan mata masih terpejam, rasanya matanya begitu berat untuk membukanya.
"Yessss ...," Elma bersorak dalam hati. Akhirnya dia masih aman sampai menunggu besok pagi.
Sepertinya pijatan Elma memberikan efek kantuk tersendiri pada tubuh Edo, sampai-sampai dia tak bisa mencegah nya untuk tidak tertidur di kamar mandi.
"Yaah ... dia tertidur." Gumam Elma, lalu dengan cepat dia membersihkan seluruh tubuh Edo karena ingin cepat-cepat membawanya keluar dari kamar mandi.
...💙💙💙...
Masih slow alur sampai nunggu 20 bab, because untuk mengantisipasi adegan dewasa sebelum kontrak.😁
Mohon bersabar ya teman-teman kalau menurut kalian alur yang ku buat ini terlalu bertele-tele. But, kalau sudah 20 bab, insyaallah akan ku buat alur cepat. Thanks all...🤗