
"Dengan memberikan virus mematikan pada alat kelamin nya sehingga dia akan tersiksa akibat penyakit yang menggerogoti. Bukan begitu?" Edo menaikkan sebelah alisnya.
"Bagaimana kau bisa tahu?" Elma begitu terkejut dan menatap tak percaya suami nya yang mengetahui rencana dirinya. Padahal dia sekalipun tak pernah menceritakan rencana nya pada orang lain.
Mendengar pertanyaan istri nya, Edo tersenyum penuh arti.
"Kau lupa kalau aku memiliki ilmu telepati?" Edo mendekatkan wajah nya hingga kedua wajah itu tak berjarak. Hembusan nafas Edo menerpa kulit wajah Elma sehingga dia merasakan kulit nya meremang.
"Te-telepati?" Tanya nya lagi. Dia teringat setahun lalu saat mereka masih di Indonesia, Edo pernah membohongi nya dengan mengatakan Edo memiliki ilmu telepati.Dan bodoh nya dia percaya begitu saja, tetapi selang beberapa hari Edo berkata telah membohongi nya. "Kau ingin membohongi ku lagi ya?!" Mata Elma membulat, menatap tajam sang suami.
Edo justru terkekeh melihat reaksi istri nya. "Jadi kau tak percaya aku memiliki ilmu telepati?" Tanya lagi dengan bibir masih tersenyum penuh arti.
"Tentu saja sekarang aku tak percaya." Jawab nya lugas. Mana mungkin Elma akan mempercayai untuk kedua kali.
"Ternyata istri ku ini sudah semakin pintar." Edo mengacak-acak rambut Elma dengan bibir tak berhenti untuk tidak tersenyum.
"Kau belum menjawab kenapa kau tahu rencana ku?" Elma mengembalikan topik yang sedang mereka bahas.
"Tentu saja aku mengetahui semua tentang mu. Memesan topeng sama persis dengan wajah mu, lalu meracik obat kimia menjadi parfum yang membuat siapapun mencium nya akan merasa candu."
Elma semakin tak habis pikir dengan suami nya ini yang ternyata benar-benar mengetahui semuanya.
"Apa selama ini kau menyuruh orang untuk membuntuti ku?" Tanya nya penuh selidik.
"Issh ... jadi benar selama ini kau menyuruh orang untuk membuntuti ku? Kau itu sangat tidak asyik!" Elma mencebikkan bibir sembari memukul lengan suami nya nya sedang memeluk erat pinggang nya.
"Kau sangat lucu jika bibir mu seperti ini. Membuat ku ingin sekali memakan mu." Bisik Edo tepat didepan telinga nya.
Elma membelalakkan mata nya saat merasakan lidah Edo juga ikut bermain disana. Itu artinya jika Elma tak segera menghentikan aksi sang suami maka pertempuran sengit panas tak akan bisa dihindari.
"Sudahlah jangan bahas lagi. Sebaiknya kau segera pergi jika tak ingin rapat mu kembali tertunda." Elma mencoba melepaskan belitan tangan Exo, namun justru suami nya semakin mempererat tangan nya.
"Tidak semudah itu, sayang." Edo kembali membuat ulah dengan menjilati telinga sang istri.
"Edo, hentikan." Elma menahan nafas saat merasakan geli di telinga yang menjalar ke bagian tubuh lain.
"Aku tidak akan menghentikan nya sebelum kau berjanji pada ku." Bahkan suara Edo kembali berubah parau. Tapi dia berusaha mengendalikan diri karena bukan saat yang tepat untuk menyerang sang istri.
"Apa maksud mu?" Elma kini menatap Edo serius.
"Berjanjilah agar tak perlu balas dendam. Serahkan semuanya pada ku, aku akan melakukan apa yang kau mau." Edo menatap serius wajah istri nya. Kali ini dia benar-benar berharap istri nya ini tak akan keras kepala dan mau menuruti keinginan nya. Dia tak akan mungkin rela tubuh wanita nya berdekatan apalagi sampai disentuh oleh John Mayer
"Aku akan membuat John Mayer seperti yang kau inginkan. Kehilangan harta, tahta, wanita dan keluarga. Lalu aku akan membuat nya merasakan sakit yang teramat hingga dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri daripada merasakan sakit yang menggerogoti tubuh nya." Tatapan Edo yang penuh harap membuat Elma merasa tak tega dengan suami nya.