Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas

Terpaksa Menjadi Wanita Pemuas
Wawancara


Pagi ini Elma sedang bersiap-siap me-ngepack barang-barang yang akan dibawanya pulang ke Indonesia. Begitu antusias nya Elma ingin menemui sang mami hingga dia melupakan makan siang.


Dert ... dert ...,


Terdengar suara panggilan masuk dari ponsel nya, dengan antusias dia mengambil karena dapat dipastikan panggilan itu dari Edo. Dan ternyata dugaan nya salah, karena ternyata nama yang tertera di layar hp adalah pihak HRD tempatnya melamar pekerjaan.


Seketika Elma menepuk kening karena lupa bahwa hari ini adalah jadwal wawancaranya dengan CEO perusahaan alias John Mayer. Seorang laki-laki yang sudah ditunggunya sejak lama dan baru bisa saat ini Elma memiliki kesempatan bertemu dengan nya. Tentu saja Elma tak kamn menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengan nya.


"Halo, Apa benar ini dengan nona Elma Abigail?"


"Ya,saya sendiri." Meski Elma tahu apa yang akan dikatakan pihak HRD tetapi Elma tetap mendengarkan dengan saksama apa yang dikatakan pihaknya.


 "Sekedar mengingatkan hari ini adalah jadwal wawancara Anda dengan Tuan John Mayer, beliau sudah menynggu Anda di ruangan. Jika dalam waktu lima menit Anda tidak datang maka dengan sangat terpaksa Anda kami tolak karena dianggap tidak kompeten dalam bekerja,"


 Perkataan panjang lebar si penelpon sudah tak lagi didengarkan Elma karena dia sudah berlari terbirit-birit kedalam kamar setelah mendengar kata lima menit untuk ganti baju.


"Jadi, bagaimana nona?"


Satu detik ...,


Dua detik ...,


Tiga detik ..., masih tak ada sahutan darinya. Jelas saja Elma tak menjawab karena posisi ponsel dan Elma berjarak lumayan jauh. Sedangkan si penelpon masih masih menunggu jawaban Elma tetapi tak ada sahutan darinya.


"Halo, nona?" Penelpon terdengar sedang menunggu jawaban Elma. "Apa Ada masih disana?"


Sekali lagi tak ada sahutan dari Elma karena saat ini dirinya sedang sibuk meggunakan make up memoles wajah . Dia memang sudah berencana akan tampil cantik bila bertemu John. Bukan hanya cantik, dia juga akan berpenampilan menggoda agar John langsung terpikat padanya dan menjadikan umpan sebagai ajang balas dendam.


"Halo?" Orang di seberang sana sedikit menaikkan intonasi suara nya, tetapi karena lagi lagi tak ada sahutan dari Elma memilih memutuskan panggilan.


 Elma memang diistimewakan oleh pihak sana karena mereka sedkit mendapatkan suapan ari Edo, itu pula sebabnya Elma langsung diterima kerja meski statusnya yang bisa dibilang belum layak karena baru lulus pendidikan sekolah.


 Dan baru saja Asisten pribadi John Mayer menghubungi kalau dia sedang menunggu orang yang akan diwawancarai, jika dalam waktu lima menit tidak juga datang maka ia menganggap tidak diteim bekerja di sana. Dan beberapa orang yang mendapatkan suap dari Edo langsung panik hingga memutuskan agar mnelpon Elma saja karena tak ingin uang yang diterima dikembalikan lagi sesuai kesepakatan. Dalam kesepakatan nya dengan Edo, mereka berjanji akan meloloskan Elma bekerja di sini, dan bila hal itu tak gagal maka uang yang diberikan Edo siap mereka kembalikan.


 Setelah hampir memakan waktu kurang lebih sekitar tujuh menit akhirnya Elma sampai di perusahaan. Dengan terburu-buru di berlari ke arah lift untuk naik ke lantai dua belas dimana tempat CEO perusahaan JM Grup berada.


Setelah pintu lift terbuka, Elma langsung menuju ruangan bertuliskan CEO di depan pintu. Saat membuka pintu tiba-tiba saja dia bertabrakan dengan seorang laki-laki yang sedang merangkul posesif pinggang seorang wanita cantik juga berpakaian sangat minim sehingga beberapa tonjolan-tonjolan tubuh wanita itu terbentuk sempurna, bahkan bagian dada nya hampir terlihat seluruhnya hanya menutupi bagian pucuk nya saja.


"Sorry, Mr. Saya tidak sengaja." Elma lebih dulu meminta maaf saat melihat ekspresi wajah John terlihat murka.


Saat mendengar suara lembut Elma, John yang tadinya hanya memperhatikan wanita di sampingnya kini beralih menatap Elma. Saat pandangan kedua manusia itu bertemu, John seakan terhipnotis oleh kecantikan Elma. Dia tak bisa mengalihkan pandangan darinya, begitupun dengan Elma yang terus menatap John seakan terpesona padanya. Padahal Elma memang sengaja melakukan hal demikian agar dia terlihat terpesona pada John.


"Ehm! Ya, tidak apa-apa." Jawabnya santai setelah berdehem keras untuk menormalkan penglihatan nya setelah melihat tubuh wanita yang menabrak dirinya ternyata begitu menggoda iman. Apalagi saat pandangan John fokus pada dada wanitu itu yang terlihat sangat pas di tangan nya. Otak kotornya langsung membayangkan kedua tangannya meraih dada itu dan meremasnya pelan namun pasti yang terasa begitu kenyal saat dimainkan.


Tanpa sadar tangan yang sejak tadi meramgkul pinggang wanita di sampingnya langsung dia lepaskan begitu saja, lalu mendekati Elma.


"Apa kau yang bernama Elma?" Tanya nya to the poin.


"Ya, saya Elma, Tuan. Saya yang akan melakukan wawancara kerja, tetapi sepertinya saya terlambat." Elma pura-pura tertunduk lesu.


 "Tidak, kau belum terlsmbat, sayang."


Tepat sekali sesuai dugaan Elma, Edo akan lebih mudah didekati oleh wanita-wanita cantik. Dan saat ini dirinya merasa bangga karena berhasil memikat John dengan pakaian yang sangat tebuka.


"mari kita masuk." Penuh perhatian, John menuntun Elma dengan sangat lembut seperti seorang ratu.


"Cih, dasar buaya!" Meski dalam hati Elma meggerutu, tetapi dia tetap menampilkan senyum mempesona nya agar John tak curiga.


 "Terimakasih,' Elma menerima uluran tangan John disambut dengan senyum manis dibibirnya.


Sedangkan wanita yang sejak tadi berada disamping John merasa sangat geram karena John lebih memperhatikan wanita yang baru saja datang.


"Tapi, honey, bukankah kita akan ke hotel untuk melakukan kegiatan panas kita di pagi hari?" Wanita itu semakin merapatkan tubuhnya pada John dan menggodanya.


Elma yang melihat pemandangan seperti itu sangat lah mual. "Apa aku harus menggoda seperti itu juga? Cih, sangat menggelikan!"  Elma tak bisa membayangkan bila dirinya harus bersikap seperti itu pada John.