
Terlihat diatas langit Xiao Cai berdiri tegap dengan kedua sayap dibelakang punggungnya. dia memiliki pandangan acuh tak acuh, ia menatap beberapa orang yang berada dihadapannya.
Xiao Cai melirik Yu Mei yang masih dengan ekspresi wajah yang penuh keterkejutan, "Saudari Yu Mei, tidak. Seharusnya aku memanggil mu Matriak Sekte Pedang Surgawi Yu Mei ..." Ujar Xiao Cai pelan.
"Mengapa Matriak Sekte Yu Mei membawa sangat banyak pasukan kemari? Apa yang hendak kalian lakukan?" Xiao cai dengan wajah datar ia menatap Yu Mei.
Meskipun, Xiao Cai sedikit telah mengetahui tujuan dari kedatangan Yu Mei beserta puluhan ribu anggota Sekte Pedang Surgawi, ia hanya ingin lebih memastikan apa tujuan sebenarnya kedatangan mereka ke Kota Tian membawa sangat banyak pasukannya.
Yu Mei menatap Xiao Cai dengan tatapan sedih, dia merasakan sakit didalam hati ia ketika mendengar nada bicara Xiao Cai barusan.
Ia juga merasa bingung hendak bagaimana ia akan menjelaskan dan menjawab pertanyaan dari Xiao Cai, "Sa-saudara Xiao Cai, itu ... Sebenarnya, ak-aku mendapat sebuah berita, bahwa salah seorang tetua luar dari sekte Pedang Surgawi ku yang bernama Yu Mo itu membawa 29 Tetua luar lainnya dan membawa ribuan pasukan pergi mendatangi Kota Tian untuk membalaskan dendam putra nya yang memiliki konflik dengan seseorang yang berasal dari Keluarga Xiao, di Kota Tian." Jelas Yu Mei dengan nada gugup dan sangat canggung pada Xiao Cai.
"Oh, lalu?"
Respon Xiao Cai sambil sudut bibir melengkungkan sedikit ke atas.
Yu Mei merasa begitu gugup, dia tertunduk menatap ke bawah dan ia tidak berani kontak mata secara langsung dengan Xiao Cai.
"Setelah itu aku mendapati bahwa Yu Mo beserta seluruh orang yang pergi bersama nya telah mati ... Ap-apakah benar anda yang membunuh mereka semua?"
"Me-mengapa anda melakukan perbuatan seperti itu, Saudara Xiao Cai?" Yu Mei memberanikan diri menatap wajah Xiao Cai dengan tatapan sedikit sendu.
Xiao Cai merajut alisnya, "Mengapa?! Apakah anda tahu apa yang telah putra Yu Mo itu lakukan? Bocah itu telah berani memprovokasi ku ... Bahkan, Tua bangka Yu Mo itu beserta seluruh pasukan yang ia bawa, mereka telah berani menyerang Keluarga Xiao ku." Jelas Xiao Cai tanpa adanya nada kesopanan menjawab pertanyaan Yu Mei.
"Lalu menurutmu, apakah aku akan membiarkan seseorang bisa begitu saja memprovokasi ku dan membiarkan mereka menyakiti seluruh keluargaku? Tentu saja, tidak! Siapapun yang telah berani memprovokasi ku dan berani menyentuh sehelai rambut saja dari keluarga Xiao ku, aku tidak akan pernah merasa segan untuk membunuh orang itu! Bahkan, jika dewa hadir memprovokasi diriku, aku pasti akan membunuh dewa itu!" Teriak Xiao Cai dengan suara yang lantang dan menggelegar.
"It-itu ..."
Segera Riak Wajah Yu Mei cepat berubah menjadi semakin sendu, dia melirik dan menatap Xiao Cai, ia tersentak kaget dan ia tidak menyangka akan mendapat sebuah jawaban dingin dari pemuda yang ia sukai itu.
Seketika, Yu Mei merasa kegundahan dan gelisah didalam hati. Dia merasa bingung harus bagaimana ia akan merespon perkataan Xiao Cai barusan.
Di satu sisi, dia harus bertindak sebagai seorang Matriak Sekte Pedang Surgawi. Yang mana ia memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh anggota sekte.
Sedangkan, disisi lain, saat dia berada di Hutan Beast, ia pernah ditolong oleh pemuda yang berada didepannya. Bahkan, sejak dia pertama kali bertemu dengan Xiao Cai, ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Xiao Cai.
......................
Guru Yu Mei yang berdiri disebelahnya, dia memiliki pandangan melihat kesana-kemari, ia mencoba mencari tahu keberadaan sosok gadis muda yang mana itu menjadi niat tujuan awalnya menyuruh Yu Mei agar menyetujui perkataan Para Tetua.
Tanpa sepengetahuan seluruh orang dari dalam sekte, pria paruh baya itu memiliki tujuan tersembunyi, yaitu untuk menangkap sosok gadis muda yang telah bertahun-tahun lamanya dia berusaha mencari tahu dimana keberadaan gadis itu.
Pria paruh baya itu menghela nafas kecewa, dia belum bisa merasakan dengan jelas Aura Qi dari sosok gadis yang ia cari. Lalu, pria paruh baya itu mengerutkan keningnya, ia mendengar pembicaraan antara Yu Mei dengan Xiao Cai.
Kemudian, pria paruh baya itu merasa bingung melihat sikap Yu Mei tidak seperti biasanya, ia bisa melihat riak wajah kegundahan dan wajah gelisah yang terlihat jelas di wajah Yu Mei.
Ia merasakan keanehan atas sikap muridnya,
"Mei Er, Apakah kau saling kenal dengan Bocah Xiao itu?" Tanyanya.
Yu Mei melihat ke pria paruh baya itu, "Gu-guru ... Ii-itu, sebenarnya ... Aku pernah bertemu sekali dengannya, hanya saja saat itu aku mengetahui nama dia Cai Xiao, bukan Xiao Cai." Jelas Yu Mei dengan nada gugup.
Pria paruh baya itu mengangkat alisnya, "Oh, Mei Er ... Kau merupakan seorang Matriak dari Sekte Pedang Surgawi. Kau jangan terbawa oleh perasaan yang tidak berguna didalam hatimu. Jika kau membiarkan seseorang berani memprovokasi Sekte Pedang Surgawi ku, aku takut reputasi Sekte Pedang Surgawi yang telah aku bangun dengan bersusah payah ini jatuh saat berada di tanganmu."
Yu Mei hanya tertunduk malu, dia memiliki pandangan menatap ke bawah, ia bingung harus menjawab apa perkataan gurunya.
Setelah itu, Pria paruh baya itu menghiraukan Yu Mei, dia mengalihkan pandangannya melirik ke arah Xiao Cai.
"Bocah Xiao, apa kau tidak merasa takut telah memprovokasi Sekte Pedang Surgawi ku?" Tanyanya dengan nada sombong.
"Oh, Patriak Sekte Pedang Surgawi sebelumnya, Yu Shan ..."
Xiao Cai mengetahui nama pria paruh baya dihadapannya, saat ia bertanya informasi tentang pria paruh baya itu pada sistem.
"Brat, Apa Sekte Pedang Surgawi kalian itu sangat kuat?" Dengan wajah menghina, ia menatap Yu Shan sambil melengkung sudut bibir ia ke atas.
Yu Shan tidak menyangka pemuda Xiao didepan dia bisa mengetahui namanya, padahal ia tidak ada memberitahukan namanya. Bahkan, hanya sebagian orang yang mengetahui namanya, karena ia telah lama hidup bersembunyi untuk bermeditasi.
Ia merasa kesal mendengar pemuda Xiao tidak menghormati ia sama sekali, "Bocah Xiao, jangan keterlaluan kau, jaga sikap sopan santun mu kepadaku!" Teriak Yu Shan sambil mengeluarkan Aura Intimidasi pada Xiao Cai.
Xiao Cai masih berdiri dengan tenang, dia sama sekali tidak terpengaruh dan ia merasa tidak tertekan oleh aura intimidasi yang diarahkan kepadanya.
Bahkan, Ia merasa Aura intimidasi yang diarahkan Yu Shan kepadanya itu ia merasa seperti angin sepoi-sepoi.
.........
Yu Shan menatap Xiao Cai dengan ekspresi terkejut, dia merasa kaget melihat Xiao Cai masih bisa berdiri dengan tenang dan tidak terpengaruh sama sekali dengan aura intimidasi nya.
Hal itu membuat ia bertanya-tanya Ranah apa yang dimiliki Xiao Cai. Dia mencoba mencari tahu tentang kekuatan Xiao Cai, tapi segera ia dibuat menghela nafas kecewa. Ia tidak bisa melihat kultivasi Xiao Cai yang sebenarnya.
Yu Shan melihat kekuatan yang dimiliki Xiao Cai hanya berada di Ranah Dou Zong, bahkan ia melihat Qi Dou Zong didalam Tubuh Xiao Cai itu tidak beraturan.
Tentu saja, Yu Shan tidak bisa melihat kultivasi Xiao Cai. Selain, Xiao Cai menyembunyikan kultivasi ia hanya dengan menampilkan Ranah Dou Zong, Aliran Qi didalam Dantian dan Meridian Xiao Cai itu tidak beraturan karena tersegel oleh sistem.
Walaupun dia merasa terkejut untuk sesaat,Yu Shan kembali tenang, ia memberikan sebuah tatapan remeh pada Xiao Cai.
"Ha ha, Bocah Xiao, Aku mengakui bahwa kau sangat berbakat. Kau sudah memiliki kekuatan di Ranah Dou Zong sebelum usia kau genap 20 Tahun, bahkan aku saja membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menembus Ranah Dou Zong ... " Ucapnya.
Xiao Cai sedikit menyipitkan mata kanan nya sembari sepasang sayap douqi dibelakang punggung ia perlahan-lahan menghilang.
"Bagaimana jika kau bergabung dengan Sekte Pedang Surgawi ku? Maka, aku tidak akan memperpanjang masalah atas kematian ribuan anggota sekte ku." Lanjut Yu Shan dengan penuh percaya diri.
.........
Yu Mei mendengar perkataan Yu Shan barusan, wajah cantik dia kembali sedikit cerah, ia melihat dan melirik Xiao Cai,
"Ii-iya, benar Xiao Cai ... Jika anda bergabung dengan Sekte Pedang Surgawi, kami bisa memberi posisi jabatan kepada anda sebagai Tetua kehormatan." Yu Mei berkata dengan penuh semangat pada Xiao Cai.
"Aku tidak tertarik bergabung dengan sekte mu." Ucap Xiao Cai dengan wajah malas.
Ekspresi Yu Shan segera berubah menjadi gelap, ia merasa naik pitam melihat reaksi Xiao Cai, "Bocah Xiao, kau jangan bersikap terlalu sombong! Aku dan seluruh orang Sekte Pedang Surgawi ku bisa membunuh kau dan seluruh orang dari Keluarga Xiao mu itu!"
Kemudian, Yu Shan melirik wajah Yu Mei,
"Yu Mei, Kau pimpin seluruh anggota sekte untuk segera menyerang keluarga bocah Xiao itu, dan jangan biarkan satupun orang yang berada dibawah sana selamat dan berhasil hidup!" Dengan penuh rasa kesal dihati, Yu Shan memberikan perintah kepada Yu Mei.
"Ta- ... Ba-baik, guru." Awalnya Yu Mei ingin menolak perintah gurunya, tapi ketika melihat wajah guru ia yang terlihat sangat marah dan serius, ia tidak berani untuk menolak perkataan dari gurunya.
Tanpa ada memberi reaksi apapun ketika ia mendengar jawaban dari muridnya, Yu shan dengan cepat mengalihkan pandangan, dia melirik Elder Agung yang berdiri tidak jauh di samping Yu Mei.
"Yu Leng, kau beserta Para Tetua sekte lainnya juga ikut membantu Yu Mei agar bisa membasmi seluruh orang yang berada dibawah sana!" Perintah Yu Shan pada Elder Agung itu dengan nada yang tegas.
"Baik, Patriak Sebelumnya, Yu Shan." Yu Leng dengan cepat ia menganggukan kepala nya tanda mengerti, dia dengan penuh hormat melihat ke wajah Yu Shan. Kemudian, ia menatap Xiao Cai dengan sudut bibir melengkung ke atas.
Yu Shan mengangguk puas mendapat jawaban Yu Leng. Lalu, dia mengalihkan pandangan ia kembali menatap ke arah Xiao Cai.
Ia melihat Xiao Cai dengan tatapan penuh dengan kebencian.
"Bocah Xiao, aku akan membuatmu menyesal telah memprovokasi Sekte Pedang Surgawi ku!" Teriaknya dengan suara yang lantang.
Wush!
Yu Shan mempertebal Douqi dari dalam tubuhnya. Sebuah Douqi berwarna hijau merembes keluar dari dalam tubuh ia hingga menyelimuti seluruh area disekelilingnya.
......................
Xiao Cai berdiri dengan santai diatas udara kosong. Dia dengan wajah acuh tak acuh melihat tindakan yang dilakukan Yu Shan barusan.
Wush!
Kemudian, Xiao Cai juga segera mempertebal Douqi didalam Dantian nya. Tidak butuh waktu lama, Aura Qi berwarna Emas Kemerahan merembes keluar hingga menyelimuti seluruh tubuhnya.
Dia menaikan Kultivasi ia hingga ke ranah Dou Zun, yang mana Ranah Dou Zun itu setara dengan Ranah yang dimiliki Yu Shan.
Gelombang Aura Qi Emas kemerahan itu dengan sangat cepat menyelimuti udara disekitarnya.
Diatas langit, Terlihat riak Gelombang kejut dari Aura Qi berwarna Emas kemerahan dengan Gelombang Aura Qi berwarna Hijau itu segera bergerak menjadi saling berbenturan satu sama lain, hingga membuat udara yang sedang berhembus menjadi sangat mencekam dan terdistorsi.
Siapa saja yang terkena dampak benturan dari Kedua Aura Qi itu akan membuat wajah orang yang merasakan nya berubah menjadi wajah putih pucat pasi.
Xiao Cai tersenyum puas melihat Douqi nya, lalu ia menatap Yu Shan, "Mari, aku ingin mencoba kekuatan dari orang yang telah membangun reputasi Sekte Pedang Surgawi hingga menjadi terkenal di Benua Xingchen!" Ucap nya dengan nada acuh tak acuh.
Wush!
Xiao Cai melesat terbang dengan menginjak kekosongan udara, ia bergegas menyerang Yu Shan.
Yu Shan melihat Xiao Cai telah melesat ke arahnya, dia mempertebal Douqi nya sebelum ia juga bergegas melesat terbang menghadapi Xiao Cai, "Kemari lah kau, bocah!" Teriaknya.
......................
Crack!
Xiao Cai menginjak udara kosong, dia melesat terbang secara lurus ke depan ke tempat Yu Shan, itu membuat bayangan Qi Emas kemerahan muncul hingga merobek ruang di setiap tempat jalur bekas pijakan kaki nya.
Terlihat Jejak Aura Qi Emas kemerahan dengan Aura Qi Hijau merobek kehampaan ruang di udara kosong.
Lalu, Xiao Cai menggerakan tangan kanan nya yang telah dipenuhi dengan Douqi Emas kemerahan. Dia mengarahkan sebuah pukulan keras ke wajah Yu Shan.
Baam!
Baam!
Xiao Cai melayangkan pukulan secara bertubi-tubi pada Yu Shan. Dia menggunakan kekuatan fisiknya, dari menggerakan tangan ia hingga menggerakan kakinya.
Yu Shan terus berusaha mencoba menangkis serangan dari Xiao Cai, hingga membuat Riak Gelombang kejut dari Dua warna Douqi menyelimuti seluruh udara tempat pertarungan itu terjadi.
......................
**Tempat Keluarga Xiao Berdiri.
"Apakah Cai Er mampu menghadapi Patriak Sekte Pedang Surgawi yang sangat terkenal waktu dulu?" Gumam Xiao Xin, ia merasa khawatir melihat putranya.
"Ai ... Sepertinya, sekarang masalah telah berubah menjadi lebih rumit." Xiao Zhan menghela nafas berat.
Xiao Zhan dan Xiao Xin melihat Puluhan Ribu pasukan Sekte Pedang Surgawi diatas langit hendak bergegas menyerang ke tempat ia beserta seluruh Keluarga Xiao dan Penduduk Kota berdiri.
Tap!
Tiba-tiba Xiao Wu dan Xiao Ying muncul dengan anggun, mereka berdua berdiri tepat dihadapan Xiao Zhan dan Xiao Xin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
#BERSAMBUNG ...
.
.