
**Penginapan Bulan Perak, Kota Sijan.
Sebelumnya, Xiao Wu telah menyelesaikan masalah dengan Tuan Muda Yu Lei yang sombong itu dengan menghajarnya sekali Tendangan, hingga membuat Tuan Muda Yu Lei pingsan sampai tidak sadarkan diri.
Tentu Saja, Xiao Cai yang diprovokasi terlebih dahulu, dia tidak perlu mengambil tindakan pembalasan. Ia hanya mengambil cincin penyimpanan ditangan Yu Lei, serta ia juga mengambil beberapa Uang yang berada di Saku Baju Yu Lei.
...
Setelah itu, Xiao Cai menghiraukan berbagai bisikan Para Pegawai dan keterkejutan Para Pengunjung yang menyaksikan pertarungan yang terjadi didalam Penginapan.
Lalu Xiao Cai berjalan menghampiri Resepsionis Penginapan, yang dipanggil Weiwei.
"Nona Weiwei, Apakah aku sudah bisa memesan 2 kamar VIP yang tersisa itu?" Tanya Xiao Cai.
Weiwei sedang melongo melihat kejadian barusan, ia segera tersadar, "B-bisa, Tuan. Oiya, Tuan Muda hendak menyewa berapa lama?" Jawabnya.
Sekarang WeiWei semakin gugup dan takjub melihat pemuda didepannya, dikarenakan selain pemuda itu memiliki usia yang masih mudah dan wajah tampan, pemuda itu juga memiliki seseorang bawahan yang sangat kuat.
Jika ia mengetahui kekuatan Xiao Cai sebenarnya, ia sudah tidak berani lagi menatap Xiao Cai.
"Sehari saja"
"B-baik, Tuan. Mohon Tunggu sebentar."
Xiao Cai membalas dengan anggukan kepala.
Sembari menunggu, ia mengalirkan sedikit kesadaran spiritualnya kedalam Cincin Penyimpanan Yu Lei itu.
"Hehe, aku tidak menyangka, ternyata anak dari Tetua Luar Sekte Pedang Surgawi bisa memiliki kekayaan sebanyak itu." Tawa Xiao Cai.
Setelah ia mengalirkan kesadaran spiritualnya kedalam cincin penyimpanan itu, ia melihat 10 Juta Koin Emas, 10 Senjata Tingkat Bumi, dan beberapa Pill, serta Tanaman Herbal.
Xiao Wu yang melihat senyuman mengerikan Tuannya, ia segera menggelengkan kepala, ia membatin, "Apakah Tuan Xiao Cai sudah gila, mengapa dia senyum-senyum sendiri." Batinnya.
Setelah itu, lamunan Xiao Cai segera buyar saat mendengar suara wanita ...
"Tuan, Total biaya penginapan 20 Koin Emas untuk 2 Kamar." Jelas Weiwei.
"Dikantong ini terdapat 50 Koin Emas, gunakan untuk biaya kamar, biaya ganti rugi dinding yang hancur itu, dan kembaliannya, ambil saja untukmu." Ucap Xiao Cai dengan acuh tak acuh sambil memberikan Sekantong Uang.
Mendengar hal itu, sontak membuatnya sangat bahagia, "Terima Kasih, Tuan Muda." Ucapnya penuh dengan senyuman ceria.
Ia berpikiran, Gaji dia saja hanya 2 Koin Emas/Bulan, dan untuk biaya memperbaiki Dinding yang hancur itu membutuhkan 10 Koin Emas. Bukankah masih banyak Koin Emas yang tersisa.
Dengan semangat, ia berkata, "Mari, Tuan Muda dan Nona Muda, saya tunjukan kamar kalian berdua." Ucapnya sambil menaiki tangga.
Kemudian, Xiao Cai dan Xiao Wu segera mengikuti Weiwei menaiki tangga hingga ke Lantai 4, dimana tempat kamar mereka berdua berada.
Terlihat Kamar itu berada disudut Ruangan Lantai 4, dengan posisi kamar Xiao Cai dan Xiao Wu saling bersebelahan.
"Itu kamar kalian berdua, Tuan dan Nona. Jika kalian membutuhkan sesuatu, silahkan panggil saya saja." Jelas Resepsionis Weiwei sambil menyerahkan Dua Kunci.
Xiao Cai dan Xiao Wu hanya menganggukan kepala, lalu mengambil kunci itu sambil mengucapkan terima kasih.
Membalas dengan anggukan kepala, Resepsionis Weiwei pun berbalik badan, dan segera meninggalkan Xiao Cai dan Xiao Wu.
Begitu juga dengan Xiao Wu, ia berkata, "Saya izin masuk duluan kedalam kamar, Tuan. S-Semoga tidur Tuan nyenyak dan sampai ketemu besok pagi, Tuan." Ucapnya dengan riak wajah malu-malu sambil melangkah anggun masuk kedalam kamarnya.
Dengan menggelengkan kepala, Xiao Cai juga melangkah memasuki kamarnya ...
Krek!
Setelah masuk, Ia merasa cukup puas dengan kamar yang ia pesan, ia melihat didalam kamar dilengkapi dengan berbagai nuansa mewah.
Kemudian, Xiao Cai langsung merebahkan dirinya ke kasur, sembari menunggu matanya terpejam, ia mengalirkan kesadaran spiritualnya melihat kedalam Ruang Binatang.
...
*Didalam Ruang Binatang.
Terlihat Sosok Gadis cantik berpakaian berwarna Merah sedang memasang Wajah kesal, ia adalah Xiao Ying, Seekor Phoenix Api.
Disampingnya, terdapat Seekor Rakun yang memiliki ukuran seperti Kucing biasa, Rakun itu sedang melihat kesamping dengan Mata Berkilau.
Rakun itu adalah Xiao Shu, Seekor Beast Tailed.
"Piwit, Piwit ... Nona cantik, Boleh kenalan?" Dengan sedikit bersiul, Xiao Shu mengusap kedua telapak tangannya sambil melangkah mendekati Xiao Ying.
Xiao Ying menoleh sambil tersenyum, lalu ia mengangkat tangan kanannya ...
*PLAK*
Mengharapkan mendapat jawaban bagus, malah yang ia dapatkan Sebuah Tamparan yang mendarat dipipinya.
"Oh, Yang Mulia Xiao ... Kapan aku keluar dari tempat ini, masa aku harus bersama Rakun sialan itu setiap hari." Gumam Xiao Ying sambil menatap jijik ke Rakun Shu.
Kehidupan damainya terganggu saat Seekor Rakun muncul tiba-tiba didalam Ruang Binatang ini.
"Aww, sakit sekali tamparan gadis itu ..." Merasakan sakit, Xiao Shu memegangi pipinya.
"Cih, Dasar Gadis munafik." Lanjut Rakun Shu mengutuknya.
"A-Apa kau bilang!" Mendengar perkataan Rakun itu, sontak membuat Xiao Ying marah dan hendak menamparnya kembali.
"Gawat, Rubah Betina itu marah ..." Ucap Xiao Shu langsung bergegas melarikan diri.
"Dasar, Rakun sialan. Kemari kau ..." Sambil mendengus kesal, Xiao Ying segera mengejar Xiao Shu.
"Aww, A-Ampun Nona ..." Xiao Shu berlari sambil berlompat-lompat menghindari Sebuah Pukulan.
Terjadilah kejar-kejaran antara Dua Binatang itu.
...
Xiao Cai menggelengkan kepala melihat kelakuan Dua Bawahannya itu, ia tidak menyangka Xiao Shu memiliki sifat seperti itu.
Lalu ia pun akhirnya memejamkan mata dan langsung tertidur.
...****************...
**Kediaman Keluarga Xiao, Kota Tian.
Disebuah Ruangan yang lumayan luas, Terlihat Seorang Wanita paruh baya sedang menangis didalam Sebuah Kamar ...
"Hiks ... Hiks ... Cai'er, Dimana kamu nak? Sudah lama sekali kau tidak pulang, ibu sangat mengkhawatirkan dan merindukanmu." Ucap Wanita itu sembari menangis tersedu-sedu.
Ia sangat mengkhawatirkan putranya yang tiba-tiba menghilang dan hingga sampai sekarang putranya belum pernah kembali.
Walaupun sebagian Tetua Keluarga Xiao dan Penduduk Kota Tian mengatakan bahwa Putra nya telah meninggal, ia tetap tidak mempercayai Kabar Burung tersebut.
"Xin'er ... Sudah, jangan menangis terus. Aku percaya Xiao Cai pasti baik-baik saja." Seorang Pria Paruh baya berjalan menghampiri istrinya.
Begitu melihat istrinya, Ia merasakan kasihan, karena sudah beberapa bulan ini istrinya menangis terus hingga membuat mata istrinya sembab dan bengkak karena putranya menghilang tidak tau pergi kemana.
Berbagai cara juga telah ia lakukan untuk menemukan Putranya, tetapi hasilnya nihil, ia tidak menemukan sama sekali keberadaan putranya.
"Hiks, hiks, hiks ... Suami ...." Sambil menoleh melihat pria itu, ia berdiri dan memeluknya.
Pria itu mencoba menenangkan istrinya sambil membalas pelukannya.
Tidak lama kemudian, suara Ketukan Pintu memecah pembicaraan mereka ...
Tok!Tok!
"Biar aku saja yang membukakan pintu ..."
Mendengar ketukan pintu Xiao Zhan melepaskan pelukan istrinya, lalu ia bergegas membukakan pintu ...
Krekk!
Ketika pintu terbuka, ia melihat seorang Prajurit yang berlutut ...
"S-Salam, Patriak. Mohon maafkan saya yang telah lancang menganggu istirahat anda." Ucap Prajurit itu dengan penuh hormat.
"Berdirilah ..." Sambil menganggukan kepala, ia membantu prajurit itu berdiri.
Ia terkejut, tidak biasanya prajurit keluarga Xiao tengah malam begini menganggu istirahatnya jika tidak ada informasi penting, atau dalam keadaan darurat.
Sedikit mengangkat alisnya, ia bertanya, "Ada perihal apa kau malam-malam datang kesini?" Tanyanya.
"G-Gawat, Patriak. Itu ... Tetua Pertama, Xiao Feng sedang menuju kemari dengan membawa beberapa pasukan, sepertinya Tetua Xiao Feng hendak melakukan pemberontakan ..." Jelas Prajurit itu dengan Raut Wajah Panik.
"Bahkan, Tetua Kedua dan Tetua Ketiga telah mencoba menghalanginya, tetapi mereka dikalahkan dan sekarang terluka sangat berat." Lanjut Prajurit itu.
"A-Apa!"
Mendengar berita itu, Sontak membuat Xiao Zhan terkejut, ia tidak menyangka bahwa Tetua Xiao Feng akan melakukan pemberontakan, dan ia tidak mengetahui apa alasan Tetua Xiao Feng melakukan itu.
Tidak mau berlama-lama, segera ia berkata, "Cepat kau kumpulkan Prajurit yang masih setia pada Keluarga Xiao, dan segera evakuasi orang-orang dari Keluarga Xiao yang tidak bersalah." Perintahnya.
"Baik, Patriak." Segera Prajurit itu berbalik dan pergi menjalankan apa yang telah diperintahkan kepadanya.
"Zhan-Gege, Ada apa?" Seorang Wanita berjalan menghampiri Xiao Zhan.
Mendengar suara istrinya, ia berbalik dan menatap istrinya, "Tidak ada apa-apa, Xin'er. Lebih baik kau segera istirahat. Aku akan menyelesaikan urusanku terlebih dahulu ..." Ucapnya berbohong sambil mencium kening istrinya.
Xiao Xin merajut alisnya, ia berkata, "Apakah serius tidak ada apa-apa?" Tanyanya melihat sedikit keanehan suaminya.
Xiao Zhan hanya menganggukan kepalanya dengan canggung.
"Huft, Baiklah ... kalau begitu aku tidur duluan." Sambil menghela nafas ringan, Xiao Xin berbalik dan bergegas beristirahat.
Setelah melihat istrinya kembali masuk kedalam kamarnya, Riak Wajah Xiao Zhan kembali serius dan dingin.
Tap!
Lalu ia melompat bergegas pergi ke suatu tempat.
...****************...
*Kembali Ke Xiao Cai.
Sesaat Xiao Cai telah tertidur, ia tersentak kembali terbangun dari tidurnya ...
"T-Tidak ... Ibu, Ayah ...." Teriak Xiao Cai dengan terlihat Air Keringat membasahi keningnya.
Ia bermimpi buruk didalam tidurnya, hingga membuat suatu firasat buruk terlintas didalam hatinya.
"Semoga saja itu hanya mimpi." Gumamnya.
Sesaat ia hendak kembali melanjutkan tidurnya, ia terkejut ketika mendengar deringan sistem ...
[Dudu ~ Gawat, Tuan. Sistem mendeteksi Keluarga Xiao dalam bahaya!]
Apa! Keluarga Xiao dalam bahaya?
Mendengar pemberitahuan sistem, membuat ia segera tersadar firasat buruk apa yang baru saja ia rasakan.
"Sistem, segera beritahu aku lokasi tepat Kediaman Keluarga Xiao berada, aku akan berteleportasi kesana." Ucapnya.
[Baik, Tuan.]
Tanpa berlama-lama lagi, ia langsung bangkit berdiri dan melangkah keluar dari Kamarnya, lalu ia segera menghampiri kamar Xiao Wu ...
Tok!
Ia mengetuk Pintu Kamar Xiao Wu ...
Krek!
Tidak berselang lama, Pintu Kamar Xiao Wu terbuka ...
Terlihat Xiao Wu sedang Wajah mengantuk terkejut melihat Xiao Cai yang tiba-tiba mengetuk pintunya.
"Hoaam ... ada apa, Tuan?" Tanyanya sembari menguap.
Sedikit mengerutkan kening, Xiao Cai berkata, "Kita akan berangkat sekarang, ada kejadian yang tidak terduga." Jelasnya dengan nada acuh tak acuh.
"A-A ..." Belum Selesai Xiao Wu berbicara, Ia sudah mulai menghilang menjadi bayangan transparan.
""
Xiao Cai telah mengetahui lokasi tepat Kediaman Keluarga Xiao berada, tanpa menunggu reaksi Xiao Wu, ia langsung memegang badan Xiao Wu, lalu ia menggunakan Elemen Ruangnya.
Wush!
Terlihat Xiao Cai dan Xiao Wu perlahan-lahan menjadi bayangan transparan dan menghilang dalam sekejap dari tempat mereka berdiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hi, Sobat.
Terima Kasih sudah meluangkan waktu membaca cerita yang tidak seberapa dari saya.
Jika Sobat menyukainya, jangan lupa 👍, ❤️ And Vote nya, jika berkenan.
Siapa yang memberikan 👍❤️, Saya do'a kan semoga Sobat mendapat pacar👏, Bagi yang sudah punya pacar, Semoga dapat pacar yang Kedua ...👏🎉