
Zhin Poh melesat dengan sangat cepat hendak menyerang wanita bergaun putih itu dengan sebuah Tombak Trisula mengikuti gerakannya.
"Matilah kau!"
Zhin Poh telah muncul tepat didepan sosok wanita itu hanya dalam sekali nafas, ia langsung mengerahkan Tombak Trisula kecilnya.
Bzt!
Tombak Trisula berukuran kecil itu melesat dengan sangat cepat membelah ruang, dan jatuh turun kebawah hendak mengenai tubuh wanita anggun itu.
.........
Sosok wanita cantik bergaun putih terlihat seperti berusia 17 Tahun, dia melihat Zhin Poh menyerangnya dengan sebuah Tombak Trisula kecil, ia hanya berdiri anggun, dan ia menampilkan riak wajah acuh tak acuh menatap Tombak Trisula kecil.
Fiuh!
Lalu, ia menghembuskan nafasnya pelan, dan seketika Tombak Trisula kecil yang sedang melesat hendak mengenai tubuhnya tiba-tiba saja lenyap, dan menghilang.
"Ap- apa!"
Zhin Poh terkejut melihat Tombak Trisula nya bukan melesat membunuh wanita itu, melainkan lenyap hanya hembusan nafas dari wanita itu. Ia pun mulai menampilkan riak wajah serius, dan gelap melihat apa yang terjadi barusan.
"Maaf, Nona ... Aku tidak pernah memiliki masalah denganmu dan aku tidak pernah berjumpa denganmu, lebih baik nona serahkan manusia itu kepadaku, anda telah mengikut campuri urusanku ..." Kata Zhin Poh kepada wanita itu sembari menunjuk ke tubuh Xiao Cai. Meskipun ia terlihat berkata sopan pada wanita itu, secara tersembunyi masih ada kesombongan dan kepercayaan diri dari perktaannya.
Wanita itu tersenyum melengkung, lalu ia mengambil langkah maju ke depan, dan ia mendongakkan kepalanya menatap Zhin Poh acuh tak acuh, "Ha ha, Zhin Poh Kaisar Dewa ya ... Memang kita tidak pernah bertemu sebelumnya, tapi karena kau telah berani melukai manusia itu, maka aku tidak perlu berbasa-basi lagi denganmu ..." Perkataan wanita itu terhenti sebentar sebelum wajah cantiknya berubah cepat berganti dingin, "Siapapun yang berani melukai manusia itu, aku pasti akan membunuhnya!" Ucapnya acuh tak acuh.
Wush!
Lalu, wanita itu tiba-tiba menghilang dan muncul tepat diatas kepala Zhin Poh dalam sekejap mata.
Ia menggerakan jari telunjuknya secara horizontal ke depan, dan secara tersembunyi sebuah Qi tak kasat menyelimuti jari telunjuknya.
"Tung- ..." Zhin Poh terkejut melihat wanita itu tiba-tiba muncul diatas kepalanya, dan ia terlambat menyadari gerakan sederhana tiba-tiba dari wanita itu.
"Tid-..."
Dan saat ia baru saja menyadari ada energi yang menyelimuti jari telunjuk wanita itu, ia sudah terlambat bereaksi menghindarinya.
Boom!
Dengan gelombang tangan wanita itu, sebuah energi tak kasat mata menghantam tubuh Zhin Poh dengan sangat keras, dan membunuhnya dalam sekejap mata.
"Cih, hanya seorang Kaisar Dewa berani sekali dia bersikap sombong padaku ..." Ucap wanita itu pelan sembari melihat ke bekas tempat Zhin Poh terbunuh, dan lenyap.
Tap!
Lalu, ia melesat terbang dan berdiri tegap dihadapan tubuh Xiao Cai yang sudah tak sadarkan diri.
"Akhirnya aku bisa bertemu secara langsung denganmu saat aku memiliki wujud ini, tapi sayang sekali anda tidak bisa melihat diriku, dan kekuatan yang anda miliki masih sangat rendah ..." Wanita itu menatap sendu wajah Xiao Cai yang sedang terpejam, dan sedikit air mata membasahi pipi halusnya.
"Maafkan aku, sepertinya saat ini belum saat yang tepat untuk kita bertemu, aku mengharapkan agar lain kali kamu lebih berhati-hati menghadapi segala hal, karena alam semesta sangatlah luas, dan masih banyak hal yang tersembunyi yang belum anda ketahui, aku akan menantikan anda kembali mencapai tempat yang seharusnya milik anda ..."
Wanita itu memunculkan sebuah senyuman hangat dan lembut penuh kasih sayang sebelum tubuh putih Giok nya tiba-tiba berubah menjadi sebuah bayangan kecil berwarna Emas memasuki tubuh Xiao Cai, lalu ia menghilang dalam sekejap mata. Tapi sebelum ia menghilang, sebuah Douqi tak kasat mata menyelimuti seluruh ruang dimensi kehampaan.
Crack!
Setelah kepergian wanita itu, seketika Dimensi kehampaan tiba-tiba retak, dan hancur berkeping-keping.
Wush!
Terlihat tubuh Xiao Cai dengan sendirinya melesat terbang keluar, dan pergi meninggalkan dimensi kehampaan itu.
...***...
** Kota Tian, Kekaisaran Tang.
Terlihat pemandangan dalam Kota Tian telah hancur berantakan sama seperti sebelumya. Sebagian wilayah dalam kota sudah rata menjadi tanah. suasana kota sangat sepi, para penduduk kota telah banyak pergi meninggalkan kota, mereka pergi mengungsi ke kota lain, sebagian ada yang masih tetap tinggal didalam kota menunggu suasana diluar kota reda.
Kerusakan Kota Tian disebabkan pada saat Keluarga Xiao berperang dan berhasil membunuh Dua Patriak dari Dua keluarga besar Kota Tian, yang otomatis Keluarga Xiao menjadi keluarga besar satu-satunya yang berada di Kota Tian.
Kerusakan Kota Tian juga disebabkan akibat pertempuran antara Keluarga Xiao dengan Sekte Pedang Surgawi yang notabenenya Sekte itu salah satu keberadaan kuat di Benua Xingchen, khususnya Kekaisaran Tang. Oleh karena itu, para penduduk Kota tidak berani meminta ganti rugi atas kerugian yang mereka terima kepada Sekte Pedang Surgawi, apalagi meminta pertanggung jawaban Keluarga Xiao, yang sudah mengalahkan Sekte Pedang Surgawi dihadapan mereka semua.
Mereka hanya bisa berharap pihak keluarga Kekaisaran bisa mengetahui kabar tentang peristiwa itu, dan mencarikan jalan keluar bagi mereka yang terdampak dari pertempuran besar itu.
Keberuntungan para penduduk Kota Tian sangat besar, utusan Kekaisaran Tang ikut menyaksikan pertempuran yang terjadi dari awal hingga sampai akhir, bahkan utusan Kekaisaran Tang yang hadir itu Kaisar Tang sendiri yang berada disana, yaitu Ratu Yi Xian.
Di suatu sudut dalam Kota Tian, Terlihat sosok Ratu Yi Xian didampingi oleh seorang pria paruh baya yang diketahui pria itu adalah seorang Patriak dari Keluarga Huang yang berada dipusat Ibu Kota Kekaisaran sedang berdiri dihadapan kelompok penduduk
"Patriak Huang, apakah semua penduduk sudah berkumpul disini?" Tanya Yi Xian pada Patriak Huang, ia melihat dan menghitung kumpulan manusia yang berkumpul dihadapannya.
Yi Xian menganggukan kepalanya, "Kau bawa seluruh penduduk ke Ibu Kota kekaisaran Tang, sekaligus bawa juga seluruh orang dari keluarga cabang mu yang berada di Kota Tian, aku masih ada urusan disini, aku nanti akan segera menyusul kalian ..."
"Baik, Yang Mulia, harap anda berhati-hati ..."
"Iya, pergilah ..." Yi Xian menganggukan kepalanya kepada Patriak Huang sebelum ia mengepakkan sepasang sayap Douqi di punggungnya, dan ia melesat terbang kembali menuju ke luar Kota Tian.
.........
** Wilayah luar Kota Tian.
Pemandangan luar kota lebih mengerikan daripada pemandangan yang ada didalam kota.
Terlihat tumpukan mayat manusia tergeletak dimana-mana, bau amis genangan darah yang sangat menyengat di hidung mengalir deras diatas permukaan tanah.
Dan di satu sisi luar kota, terdapat beberapa kelompok orang disana, kelompok orang itu adalah Keluarga Xiao yang sudah menyelesaikan dan memenangkan pertempuran melawan Sekte Pedang Surgawi.
Keluarga Xiao yang dipimpin oleh Patriak Xiao Zhan, mereka semua menampilkan riak kelelahan dan penampilan yang sudah berlumuran darah. Tapi dibalik rasa lelah mereka, terdapat sebuah senyuman bahagia dan penuh suka cita tersinar di wajah mereka.
"Hidup Keluarga Xiao!"
"Hidup Keluarga Xiao!"
"Hidup Keluarga Xiao!"
Sorakan bergemuruh dari orang-orang keluarga Xiao, dengan penuh bahagia telah melepas penat, dan penuh rasa lega telah lepas dari ancaman kepunahan dari sebuah pertempuran yang berkepanjangan.
Xiao Zhan menampilkan senyuman puas melihat seluruh anggota keluarganya, dan ia berjalan maju menghampiri mereka, "Keluarga Xiao ku, sebelumnya kita telah melalui sebuah pertarungan yang sangat sulit, sekarang Keluarga Xiao ku tidak akan mudah diprovokasi, apalagi dipandang sebelah mata oleh semua orang, ini adalah kemenangan milik semua orang ..."
"Siapapun yang berani memprovokasi ataupun menyakiti Keluarga Xiao ku, maka aku tak akan gentar menghadapinya!" Teriak Xiao Zhan dengan suara lantang dan penuh bahagia.
"Hidup Patriak Xiao Zhan!"
"Hidup Keluarga Xiao!"
Suara gemuruh penuh suka cita orang-orang Keluarga Xiao kembali terdengar memenuhi luar Kota Tian.
Setelah itu Xiao Zhan menganggukan kepalanya pelan, lalu ia berbalik badan, dan menghampiri beberapa sosok yang familiar disana.
"Suami, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kediaman Keluarga Xiao kita sudah hancur akibat pertarungan sebelumnya, kita sudah tidak punya tempat tinggal lagi, dan aku merasakan sesuatu yang buruk sedang menimpa putra kita Xiao Cai ..." Xiao Xin berjalan ke samping, ia menatap sendu ke Xiao Zhan.
"Itu ..." Wajah Xiao Zhan berganti menjadi gelap, dan serius. Ia tersentak mengingat kembali bahwa semua masalah ini masih belum berakhir, ia teringat bahwa putranya masih belum kembali dari pertarungan saat melawan Yu Shan. Lalu ia pun terdiam memikirkan apa langkah selanjutnya yang harus ia lakukan.
Xiao Wu mendengar pembicaraan antara ayah dan ibu nya itu, dia berjalan anggun menghampiri mereka, "Ayah, ibu ... Maafkan aku telah mendengar pembicaraan kalian berdua, apakah aku boleh menyampaikan sesuatu kepada kalian berdua?" Ucap Xiao Wu kepada Xiao Zhan dan Xiao Xin.
"Wu Er, tidak apa-apa nak, kau hendak menyampaikan apa?" Ucap Xiao Xin sambil menggelengkan pelan kepalanya.
"Iya Wu Er, kau sudah kami anggap sebagai putri kami, dan berkat bantuan darimu juga kami bisa melalui semua masalah ini, sampaikan lah nak, apa itu?" Ucap Xiao Zhan juga dengan nada penuh lembut.
"Ayah, Ibu, sebenarnya Cai Gege mempunyai sebuah wilayah didalam Hutan Beast, sekaligus tempat itu juga dijaga oleh rakyatku sendiri, itu bisa kita gunakan untuk memulihkan diri dan menjadi tempat tinggal kita sementara waktu, setelah kita berhasil memulihkan diri dan beristirahat dari badai pertempuran ini, ayah dan ibu bisa memikirkan bagaimana langkah selanjutnya ..." Jelas Xiao Wu. Ia hanya menjelaskan sebagian cerita tentang wilayah Hutan Beast, ia merasa bahwa ia tidak pantas menceritakan seluruh peristiwa yang terjadi di Hutan Beast, lebih baik Xiao Cai saja yang langsung menyampaikan kepada mereka berdua.
"Ap-apa! Xiao Cai punya wilayah didalam hutan beast? Bu-bukankah menurut rumor beberapa waktu lalu bahwa Hutan Beast telah hancur menjadi daratan kosong saja? Bagaimana mungkin Xiao Cai bisa memiliki wilayah disana ..."
Xiao Zhan dan Xiao Xin tersentak kaget mendengar perkataan Xiao Wu barusan, mereka berdua saling memandang satu sama lain. Berbagai pertanyaan terlintas didalam benak mereka berdua. Tapi mereka tidak mau meragukan ucapan Xiao Wu, dan mempertanyakan lebih lanjut, karena putra mereka berdua sudah beberapa kali membuat mereka terkejut sampai hampir mati.
"Baiklah Wu Er, kami akan mengikuti usulan darimu nak, tapi kita akan berangkat setelah Xiao Cai kembali kemari ..." Jelas Xiao Xin.
"Iya Wu Er, ayah setuju dengan ucapan mu, dan sesuai dengan perkataan ibumu kita akan berangkat setelah Xiao Cai kembali dari pertarungannya ..." Jelas Xiao Zhan juga.
Xiao Wu tersenyum bahagia dan ceria menatap wajah kedua orang tuanya.
Lalu, Xiao Zhan melirik ke tempat lain yang tidak jauh beberapa langkah dari tempat mereka sedang berdiri, "Wu Er, apakah kita akan membawa Matriak Sekte Yu Mei?" Tanya Xiao Zhan pada Yu Mei.
"Iya, kita akan membawanya juga, dan jika nanti Cai Gege kembali baru kita tanyakan kepada Cai Gege bagaimana menangani Yu Mei itu ... " Ucap Xiao Wu sambil melirik ke arah Yu Mei.
Xiao Zhan hanya menganggukan kepalanya pelan. Dan diikuti Xiao Xin yang hanya mendengar pembicaraan suami dan putri barunya itu sambil ikut menganggukan kepalanya pelan.
Setelah itu Xiao Zhan menyuruh Xiao Xin untuk mengumpulkan seluruh anggota Keluarga Xiao tentang rencana perpindahan sementara ke suatu wilayah didalam Hutan beast, dan menjelaskan alasannya kepada mereka semua mengapa Xiao Zhan memberikan instruksi dan mengambil keputusan seperti itu.
Sedangkan, Xiao Zhan, Xiao Wu, dan diikuti dengan Long Tian dan Sun Ki berjalan menghampiri seorang wanita yang sedang diikat yang berada didekat mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
#BERSAMBUNG ....