System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Chapter 100 - Xiao Cai terbunuh? Lalu, Siapakah Wanita Bergaun Putih itu?


** Di suatu alam semesta yang sangat jauh.


Terlihat siluet seorang pria sedang duduk bersila dengan kedua Bola Mata sedang terpejam, dia mengenakan pakaian Jubah Emas - Hitam yang terlihat sangat megah dan begitu mewah.


Dia tiba-tiba merasakan sebuah Aura Qi yang begitu akrab, lalu ia mengetahui Aura Qi itu berasal dari tempat sangat jauh dari alam tempat ia sedang berada.


Ia pun membuka matanya yang terpejam, dan tertawa lebar, "Ha ha, pemuda itu ternyata memang sangat berbakat, dia mengingatkanku kepada sosok Yang Mulia ketika masih diusia muda ... "


Sebuah kenangan manis terlintas didalam benaknya, ketika dia mengetahui Aura Qi yang ia rasakan itu berasal darimana. Lalu, untuk sesaat wajahnya berubah menjadi sendu sebelum mata pria itu perlahan kembali terpejam, "Manusia, aku akan menantikan kedatangan mu kemari." Ucapnya pelan.


...****************...


** Dimensi lain, Kembali ke MC.


Diatas langit, Xiao Cai sedang berdiri menginjak kekosongan udara, dia memiliki penampilan sama seperti sebelumnya. Hanya saja, kini ia menampilkan riak wajah kelelahan, dan dengan air keringat mengucur deras membasahi keningnya.


Sebelumnya, disaat ledakan dahsyat terjadi didalam Dimensi Kehampaan, ia telah bergegas cepat bersembunyi, dan memasuki Ruang Pelatihan Ekstra Sistem.


"Huft, aku tidak menyangka menggabungkan seluruh Api Surgawi menguras sangat banyak Douqi ku." Ia sedikit menghela nafas berat, dan ia mencoba mengatur nafasnya kembali dengan dada yang cepat bergerak naik turun.


Ia sangat tahu bahwa menggabungkan seluruh Api Surgawi memerlukan begitu banyak Douqi, tapi ia tetap merasa terkejut dan tidak menduganya, bahwa Douqi yang ia butuhkan untuk menggabungkan seluruh Api Surgawi ternyata memerlukan Douqi sebesar dan sebanyak itu.


Bahkan, Douqi didalam Dantian dan Meridian nya yang memiliki jumlah hampir tak terbatas, kini telah berkurang sangat drastis.


Dengan riak wajah serius melihat lurus ke depan, ia ingin mengetahui bagaimana kondisi Zhin Poh saat ini setelah terhantam teknik Bunga Teratai 23 Kelopaknya, "Apakah Teknik ku berhasil membunuhnya?"


Ia sangat berharap tekniknya dapat membuat Zhin Poh terluka, atau bahkan bisa berhasil membunuhnya.


Jika tekniknya kali ini masih gagal membunuh Zhin Poh, maka ia harus berpikir keras bagaimana lagi cara ia agar bisa menghadapi Zhin Poh itu.


Wush!


Kemudian, riak gelombang Douqi panas yang menyelimuti seluruh didalam Dimensi Kehampaan perlahan mulai menipis, dan menghilang.


Perlahan sosok Zhin Poh mulai terlihat di pandangan matanya, dan ia pun menatap Zhin Poh dengan penuh lekat.


.........


"Argh!" Terdengar raungan kesakitan Zhin Poh.


Sebelumnya, Zhin Poh memiliki penampilan agung dan begitu megah, tapi kini penampilannya telah berubah menjadi mengerikan.


Terlihat tubuh Zhin Poh telah penuh dengan beberapa bekas luka hangus terbakar, pakaian agung dan megah yang dia kenakan sebelumnya juga telah ikut hangus terbakar, serta itu membuat pakaiannya menjadi terlihat compang-camping. Bahkan, kedua tangan ia telah terputus dari tubuhnya.


"Argh, kemana kedua tanganku?! Dasar manusia sialan, berani sekali kau melakukan ini terhadapku!"


Ia mendapati kedua tangan ia telah terputus dari badannya. Bagaimana bisa Xiao Cai yang hanya seorang manusia rendahan, berani sekali menghilangkan kedua tangannya. Ia pun menjadi semakin kesal, dan naik pitam.


.........


"Ap-apa! Ba- bagaimana mungkin!"


Xiao Cai terkejut melihat Zhin Poh berhasil selamat dari serangan Bunga Teratai Api 23 Kelopaknya, padahal ia telah menyerang Zhin Poh dengan menggunakan hampir seluruh Douqi didalam tubuhnya.


Dengan berwajah rumit, sebuah perasaan takut yang teramat dalam tiba-tiba melanda hatinya, "Ga- gawat, sekarang, apa yang harus aku lakukan..."


Seketika ia merasa sangat gelisah, harus bagaimana lagi caranya agar ia bisa membunuh Zhin Poh. Sedangkan, ia telah mencoba berbagai macam cara tapi tetap saja itu masih tidak berhasil membunuh Zhin Poh. Bahkan, teknik terkuatnya hanya bisa memberikan dampak kecil pada Zhin Poh.


.........


Ditempat berlawanan, Xiao Cai yang sedang dilanda rasa ketakutan, dan disaat ia sedang sibuk dengan pikirannya, sosok Zhin Poh sedang menatapnya dengan wajah kesal, dan ia terlihat sedang mengalirkan sebuah Douqi penyembuhan ke bekas luka dikedua tangannya, "Ad- ada apa ini? Me- mengapa kedua tanganku tidak bisa tumbuh kembali?"


Ia tersentak kaget mendapati Douqi Penyembuhannya tidak dapat bereaksi mengembalikan kedua tangannya, apalagi Douqi penyembuhannya itu hanya bereaksi menutupi sebagian bekas luka bakarnya.


Lalu, Zhin Poh melirik Xiao Cai dengan penuh benci, "Manusia, aku akan membunuh!"


Segera ia mengeluarkan suatu benda muncul didepannya, "Keluarlah, Senjata Kaisar Dewa ku!"


Trang!


Terlihat dihadapan tubuh besar Zhen Poh sebuah senjata berbentuk Tombak Trisula berwarna Emas yang memiliki ukuran sangat panjang dan begitu besar muncul dari ketiadaan, dan Tombak Trisula besar itu sedang mengambang diam didepannya.


Ia tersenyum lebar melihat senjatanya, lalu pandangannya beralih, dan ia melirik Xiao Cai, "Ha ha, Manusia, aku akan membuatmu menyesal telah menghilangkan kedua tanganku!"


Setelah itu, segera ia mengabaikan Xiao Cai, dan dengan sangat cepat ia mengatakan suatu tekniknya ...


""


Seketika seluruh ruang didalam dimensi kehampaan menjadi berguncang hebat, dan perlahan robekan ruang mulai bermunculan didalam dimensi kehampaan itu.


Lalu, Tombak Trisula yang memiliki jumlah diluar nalar dan memiliki bentuk persis sama dengan senjata dihadapannya, tiba-tiba bermunculan dari kehampaan, dan memenuhi seluruh sudut Dimensi Kehampaan.


Bahkan, kemunculan Tombak Trisula itu membuat seluruh ruang didalam Dimensi Kehampaan itu menjadi sangat terdistorsi, dan dipenuhi dengan aura yang sangat mencekam.


Drt!


Setelah selesai mempersiapkan tekniknya, dengan wajah penuh kesombongan, ia melirik Xiao Cai sambil tertawa remeh, "Ha ha, Manusia ... Lihatlah perbedaan kekuatan kita! Sekarang, apa yang bisa kau perbuat!"


.........


Melihat Tombak Trisula besar dengan jumlah tak terhitung sedang mengambang di setiap sudut Dimensi Kehampaan, sontak membuat Xiao Cai menjadi sangat terkejut, "Sialan, apa ini perbedaan sesungguhnya dari kekuatan setiap ranah kultivasi ..." Ia mengutuk kesal didalam hati.


Ia tidak menyangka melihat perubahan situasi yang terjadi sangat cepat, dan itu membawanya masuk kedalam situasi yang sangat rumit, bahkan sangat berbahaya.


"Ai ... Apapun yang terjadi, aku hanya bisa menghadapi dia dengan mengerahkan seluruh kekuatanku." Sedikit menghela nafas berat, ia merasa pertarungan kali ini telah berubah menjadi pertarungan antara hidup dan mati. Kemudian, Xiao Cai menatap Zhin Poh dengan wajah gelap, dan rumit,


"Zhin Poh, jika suatu saat aku memiliki kesempatan datang ke Alam dewa, aku akan membalas perbuatan mu ini!" Teriaknya dengan suara lantang.


Mengabaikan sosok Zhin Poh, Xiao Cai yang tubuhnya masih belum pulih, dan masih sangat kelelahan, segera ia kembali memfokuskan diri, lalu mempertebal Douqi didalam tubuhnya.


.........


Zhin Poh tertawa penuh remeh melihat aksi Xiao Cai yang masih sangat percaya diri, "Ha ha, manusia, apa kau memiliki kesempatan itu! Cih, jangan bermimpi terlalu tinggi!


Setelah itu, ia juga segera mempertebal Douqi nya, dan dengan sangat cepat ia mengerahkan seluruh Tombak Trisula yang berjumlah tak terhitung itu menuju ke Xiao Cai.


Drt!


Wush!


Seketika Tombak Trisula yang memiliki jumlah diluar nalar itu bergetar sebentar sebelum semuanya melesat dengan secepat kilat ke arah Xiao Cai.


Duar!


Terlihat bekas laju bayangan seluruh Tombak Trisula itu membuat setiap sudut ruang didalam Dimensi Kehampaan bermunculan retakan-retakan, dan juga menciptakan suara ledakan-ledakan di setiap jalur lesatannya. Seluruh udara didalam Dimensi Kehampaan, dalam sekejap mata telah diselimuti aura yang sangat mengerikan.


.........


Seketika riak Wajah Xiao Cai berubah menjadi putih pucat, tubuhnya pun menjadi terasa lemas dan seakan mati rasa, disaat ia melihat seluruh Tombak Trisula berukuran besar itu sedang melesat sangat cepat kearahnya. Hal itu membuat ia mengutuk kesal didalam hati, "Sialan, aku tidak akan bisa menahan semua Tombak Trisula itu ..."


Kemudian, dengan air keringat mengucur deras membasahi tubuhnya, ia menghela nafas berat sebelum ia memejamkan matanya sesaat, dan membukanya kembali, "Ai ... Sepertinya aku hanya bisa berusaha sekuat tenaga menangkis semua serangan Tombak Trisula itu."


Lalu, dia dengan sangat cepat segera mengeluarkan pertahanan miliknya, dan dengan harapan bisa menahan serangan Zhin Poh.


""


""


Wush!


Drt!


Seketika Riak Douqi Emas Kemerahan merembes keluar dari dalam tubuhnya, dan riak Douqi itu melesat dengan sangat cepat membentuk sebuah pertahanan yang segera melindungi seluruh tubuhnya.


Akar Kayu yang berjumlah Ribuan tiba-tiba bermunculan satu persatu dari ketiadaan. Dan akar-akar kayu itu dengan sangat cepat menjalar bersatu, lalu dengan perlahan mulai membentuk sesuatu.


Tap!


Hanya dalam proses sekejap mata, ribuan Akar Kayu yang telah menyatu itu membentuk sebuah siluet Patung Buddha berukuran sama besar dengan Zhin Poh, dan terdapat pula 1000 Tangan dibelakang punggung patung itu.


Terlihat Patung Buddha 1000 Tangan itu berdiri tegap didepan Xiao Cai, dan terlihat sedang menginjak diatas kekosongan udara.


.........


Xiao Cai yang berlindung dibalik "Pertahanan Nol Mutlak" nya, ia tersenyum tipis melihat kedua tekniknya. Dengan sangat cepat ia berusaha mengontrol, dan menggerakan Patung Buddha 1000 Tangan itu.


Wush!


Baam! Baam!


Didalam kendali Xiao Cai, 1000 Tangan yang dimiliki Patung Buddha itu mulai bergerak dengan sangat cepat, dan 1000 Tangan Patung Buddha itu segera menangkis seluruh Tombak Trisula yang sedang melesat sangat cepat kearah Xiao Cai.


.........


Dari kejauhan, Zhin Poh hanya melengkungkan sudut bibirnya, dan melihat acuh tak acuh apa yang sedang dilakukan Xiao Cai.


"Ckckck, sungguh tindakan yang sia-sia."


Segera ia semakin mengontrol, dan membuat kecepatan seluruh Tombak Trisula nya semakin melaju sangat cepat.


Wush!


Boom! Baam! Boom!


Terlihat sebagian Tombak Trisula itu terus membabi buta menghujani, dan dengan sangat keras menghantam Patung Buddha 1000 Tangan.


Begitu juga dengan Patung Buddha itu, 1000 Tangan Patung Buddha itu segera bersiaga cepat menangkis, dan memukul kembali seluruh Tombak Trisula Zhin Poh.


Duar!


Pada awalnya, 1000 Tangan Patung Buddha itu mampu menangkis serangan, dan menghilangkan beberapa Tombak Trisula. Tetapi, karena jumlah Tombak Trisula terlampau banyak, itu membuat Patung Buddha 1000 Tangan tidak lagi sanggup bertahan, dan sekejap mata menjadi hancur berkeping-keping.


Wush!


Setelah Patung Buddha 1000 Tangan hancur, Tombak Trisula yang masih berjumlah sangat banyak itu terus melesat semakin cepat menghantam Pertahanan Nol Mutlak Xiao Cai.


Boom!


Duar!


Ledakan!


Seketika Tombak-tombak Trisula itu dengan sangat keras menghantam pertahanan terakhir Xiao Cai, hingga menciptakan ledakan-ledakan destruktif yang sangat dahsyat terjadi didalam Dimensi Kehampaan.


Ctar!


Hantaman keras dari Tombak-tombak Trisula membuat guncangan hebat, dan seakan siap kapan saja menghancurkan seluruh ruang.


Tidak berselang lama, pertahanan terakhir Xiao Cai tidak dapat bertahan lebih lama lagi.


Duar!


Pertahanan Nol Mutlak Xiao Cai pun akhirnya tertembus dan hancur dalam sekejap oleh Tombak Trisula.


Boom! Boom!


Tombak-tombak Trisula lainnya tidak berhenti, dan masih terus menerus melesat menghujani, serta menghantam tubuh Xiao Cai.


.........


"Argh!" Terdengar jelas suara raungan kesakitan dari Xiao Cai.


Sepertinya, ia sudah merasa tidak sanggup lagi menahan rasa sakit dari Tombak-tombak Trisula yang bertubi-tubi menghantam dirinya.


Drt!


Namun, Tombak Trisula yang masih berjumlah banyak itu tiba-tiba berhenti bergerak. Dan, Tombak-tombak Trisula itu dengan sangat cepat melesat bergabung menjadi satu, lalu membentuk sebuah Tombak Trisula raksasa yang memiliki ukuran besarnya berkali-kali lipat dari seluruh Tombak Trisula sebelumnya.


Wush!


Segera Tombak Trisula raksasa itu melesat dengan sangat cepat menghantam tubuhnya.


Duar!


Ledakan!


Seketika terjadi sebuah ledakan yang secara rahasia memiliki daya penghancur sangat mengerikan.


Jika disana terdapat makhluk hidup selain Xiao Cai dan Zhin Poh, maka sudah pasti makhluk hidup itu akan tewas dalam sekejap mata akibat terkena ledakan dahsyat itu.


Apalagi, ia yang menjadi target serangan, dan sebagai tempat ledakan itu terjadi, sudah pasti ia tak akan sanggup menahannya. Walaupun jika ia sanggup menahannya, pasti dampak yang ia terima dari serangan dahsyat itu sangat merugikannya.


Wush!


Benar saja, tubuhnya dibuat terpukul terbang hingga Ribuan Kilometer jauhnya oleh Tombak Trisula, dan ledakan dahsyat itu.


.........


Ketika Xiao Cai sedang mengambang di kehampaan, dan saat ia tak berdaya menghentikan kecepatan laju tubuhnya, di suatu sisi kehampaan, terlihat sebuah Tombak Trisula yang berukuran lebih kecil tiba-tiba muncul, dan melesat sangat cepat menuju kepadanya.


Jrash!


Dalam sekejap mata, Tombak Trisula itu menghunus, dan menembus tubuhnya tepat di bagian jantung.


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


Xiao Cai merasa sangat terkejut, dan ia dibuat terbatuk. ia juga banyak memuntahkan darah segar keluar dari dalam mulutnya.


Ia tidak menduga Tombak Trisula Zhin Poh yang berukuran lebih kecil yang tidak tahu entah muncul darimana tiba-tiba saja sudah menghunus tubuhnya.


"Argh, ap-apakah aku akan mati disini? Apakah kehidupan keduaku akan berakhir menyedihkan seperti ini ..." Ucapnya terbata-bata, sembari ia memegangi jantungnya yang terasa begitu sakit.


Ternyata aku telah terlampau tinggi diri. Aku berpikiran bahwa dengan mendapatkan sebuah sistem di kehidupan keduaku itu membuat aku beranggapan bahwa aku telah menjadi yang terkuat di Dunia Douqi ini, tapi ternyata aku salah. Masih banyak hal tentang kekuatan sesungguhnya dan keberadaan tersembunyi yang masih tidak aku ketahui dan belum aku temukan.


Berbagai macam jenis pikiran dan kegundahan hati terlintas didalam pikirannya, ia mengingat kembali hari-hari saat kedatangannya untuk pertama kali ke Dunia Douqi, bahkan seluruh kenangan dan seluruh peristiwa yang ia alami selama berada di Dunia Douqi juga terngiang didalam benaknya.


"Uhuk, sepertinya aku akan mati disini ..." Dengan tubuh yang masih terbaring terkapar, dan mengambang pelan di Kehampaan Ruang, ia kembali mengeluarkan banyak darah segar keluar dari dalam mulutnya.


Tes! Tes!


Bahkan, lubang di jantungnya yang tertembus Tombak Trisula itu masih mengeluarkan banyak darah. Dan menetes dengan cepat jatuh ke bawah.


Deg! Deg!


Lalu, perlahan pergerakan jantungnya mulai melambat, dan kesadaran ia juga mulai menghilang. Ia hanya menatap kosong ke atas langit-langit Dimensi Kehampaan.


Tap!


Tiba-tiba sosok besar Zhin Poh muncul, dan berdiri didekatnya, ia tertawa bahagia melirik Xiao Cai, "Ha ha ha, manusia, akhirnya kau hendak mati juga, Ha ha ..."


Xiao Cai mengalihkan pandangan bola matanya, dia melirik Zhin Poh untuk sebentar, tapi pandangan ia kembali melihat kosong ke atas langit.


"Ha ha, kalau begitu ... Sekarang, matilah kau!" Segera Zhin Poh dengan menggunakan Douqi nya untuk mengontrol Tombak Trisula kecil itu.


Wush!


Dan dalam sekejap mata, Tombak Trisula itu melesat dengan cepat menghampiri Zhin Poh. Lalu, ia mengarahkan Tombak Trisula kecil itu kembali kearah Xiao Cai.


Wush!


Tombak Trisula kecil itu melesat dengan sangat cepat hendak kembali menghunus tubuh Xiao Cai.


Pandangan mata Xiao Cai perlahan sudah mulai meredup, dan kesadarannya juga sudah mulai menghilang. Ia merasakan Tombak Trisula kecil yang telah menusuknya tadi, sedang melesat sangat cepat kearahnya, dan hendak kembali menghunus tubuhnya.


"Selamat tinggal semuanya ..." Ucap Xiao Cai dengan nafas berat sebelum kedua bola matanya mulai tertutup, dan sebelum kesadarannya menghilang.


"Ha ha ... Manusia, tujuanku sebenarnya mencari mu, dan harus turun tangan langsung membunuhmu itu adalah karena aku merasakan bahwa dirimu sesungguhnya adalah reinkarnasi dari musuh bebuyutan ku yang mati jutaan tahun silam, dan ia dahulu merupakan seorang yang memiliki kekuatan sangat mengerikan ..." Kata Zhin Poh sembari tertawa puas disaat Tombak Trisula itu sedang melesat, dan sedikit lagi hendak menghunus, serta meledakan tubuh Xiao Cai yang sudah kehilangan kesadaran.


Duar!


Setelah itu, Tombak Trisula Kecil itu menghantam tubuh Xiao Cai dengan sangat keras, hingga membuat suara ledakan yang sangat menggema.


Dan riak gelombang Douqi menyelimuti seluruh di Dimensi Kehampaan, hingga menutupi semua pandangan mata.


Setelah suara ledakan menggema itu menghilang, dan riak gelombang kejut Douqi juga telah menghilang, terdapat sebuah pemandangan yang tidak terduga.


Tap!


Terlihat sosok seorang wanita bergaun putih dengan memiliki paras sangat cantik tiba-tiba saja muncul, dia sedang berdiri dengan anggun diatas kehampaan udara. Terlihat pula ia memiliki tatapan dingin dan tajam melihat ke sosok Zhin Poh.


Dan dibelakang sosok wanita cantik itu, terdapat sebuah Lingkaran Qi tak kasat mata yang terdapat pula didalamnya sosok Xiao Cai sedang terbaring dan sudah tidak sadarkan diri, serta tubuhnya yang telah dipenuhi dengan banyak luka. Yang paling utama adalah, jantungnya telah berhenti berdetak.


Zhin Poh melihat situasi yang tidak terduga, dia melihat kemunculan tiba-tiba wanita itu yang ia sendiri tidak tahu sejak kapan wanita itu berada disini, itu membuat riak wajah bahagianya berubah cepat menjadi gelap, "Si-siapa kau?!" Tanyanya pada wanita itu.


Wanita cantik nan anggun itu tidak membalas perkataan Zhin Poh, dia hanya menoleh kebelakang dan melihat sebentar ke sosok Xiao Cai sambil memunculkan sebuah senyuman hangat. Dan seketika wajah cantik dan anggunnya berubah menjadi sangat sendu, lalu dengan riak wajah cepat berganti dingin, ia kembali menatap tajam Zhin Poh.


"Aku? kau tidak cukup pantas, dan kau terlalu hina untuk mengetahui siapa diriku." Jelas Wanita bergaun Putih dengan acuh tak acuh.


"Dasar, sialan ... Berani sekali kau menghinaku!" Teriak Zhin Poh dengan penuh kesal, saat mendengar jawaban wanita itu.


Wush!


Segera Zhin Poh melesat dengan sangat cepat hendak menyerang wanita itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


#BERSAMBUNG ...


.


.