
Diatas Langit, Xiao Cai sedang terbang menggunakan Sepasang Sayap Douqi Emas Kemerahan, ia hendak menuju Kota Tian bersama Xiao Wu yang juga terbang menggunakan Sepasang Sayap Douqi Pink disampingnya.
Beberapa saat setelah mereka terbang, Xiao Cai melihat tidak jauh dibawah depannya ada sebuah Pemukiman Penduduk, seperti Sebuah Desa.
Sebelum itu, ia segera memasukan Xiao Shu ke dalam Ruang Binatang, karena Ia belum mengetahui apakah ada Beast memiliki bentuk aneh seperti Xiao Shu dan untuk saat ini ia belum mau banyak orang mengetahui Beast Xiao Shu, itulah alasannya.
Dan tentu saja, Xiao Cai menyembunyikan Kultivasinya hingga tidak terlihat oleh siapapun, kecuali memang ada keberadaan diatas kultivasinya.
"Xiao Wu, kita akan berhenti sebentar disana ..." Ucapnya sambil mengarahkan jari telunjuk kearah desa itu.
"Baik, Tuan."
Wush!
Setelah itu Xiao Cai bergegas melesat turun yang diikuti dengan Xiao Wu dibelakangnya ...
Tap!
Tap!
Dalam sekejap, Xiao Cai dan Xiao Wu telah mendarat ditanah, sambil menghilangkan Sepasang Sayap Douqi dipunggungnya, Xiao Cai melihat Sebuah Gerbang dihadapannya
Lalu ia dan Xiao Wu melangkahkan kaki memasuki gerbang itu ...
Ia melihat suasana yang tidak terlalu ramai dan juga tidak terlalu sepi dengan masih banyak orang yang berlalu lalang di jalanan, dengan terdapat beberapa bangunan yang berdiri cukup mewah dan besar.
"Hei, lihat kesana ..."
"Siapa pemuda itu? Mengapa dia sangat tampan sekali ..."
"Hooh, darimana dia berasal? Apakah dia Seorang Tuan Muda dari suatu keluarga besar, jika iya, aku ingin jadi kekasihnya ..."
"Tsk, mimpi saja, kau ... lihat itu, disampingnya ada seorang wanita cantik."
"Iya, Cantik sekali wanita itu, aku ingin sekali jadi Suaminya ..."
"Brat, apa kau tidak lihat ada pria disebelahnya, Bodoh."
Sekelompok Penduduk setempat melihat kehadiran Xiao Cai dan Xiao Wu di Gerbang Desa, sontak membuat Para Wanita dan Para Pria Muda saling berbisik-bisik melihat wajah mereka berdua.
Mendengar itu, ia hanya menggelengkan kepalanya, sambil terus berjalan dan berkata, "Xiao Wu, ayo kita cari sebuah tempat makan."
Xiao Wu sempat salah tingkah sebentar, namun ia segera mengangguk dan berjalan mengikuti Xiao Cai.
Setelah beberapa lama berjalan, Xiao Cai dan Xiao Wu sampai didepan sebuah bangunan yang lumayan besar ...
"Ruang Imperial Belut?" Ucap Xiao Cai membaca sebuah kalimat yang terpampang diatas bangunan itu.
Melihat akhir kata dari kalimat itu, ia langsung menoleh kesamping dan berkata, "Xiao Wu, kita akan makan disini."
Kemudian, ia langsung melangkahkan kaki hendak memasuki bangunan itu, tetapi saat ia baru berjalan masuk ...
"Salam Tuan Muda Tampan, apa yang anda butuhkan?"
"Tuan Muda, saya bisa memberikan pelayanan spesial buat anda ..."
"Saya bisa memberikan pelayanan yang lebih spesial kepada anda, Tuan..."
Melihat kedatangan seorang Pria Muda tampan, Segera membuat beberapa wanita langsung menghampiri Xiao Cai sambil mengerubunginya.
Merasakan ada yang aneh, sontak membuat bulu kuduk Xiao Cai merinding, ia segera melepaskan diri dari para wanita itu, dan kemudian ia berlari keluar dan menjauh ...
"Tu-..."
*Xiao Cai berlari dengan kecepatan 100km/jam*
...
"Ai ... Ngosh-ngosan ... Aku kira itu Rumah Makan, ternyata Rumah Bordil." Ia sedikit menunduk sambil mengatur nafasnya.
Karena melihat ada kata "Belut", dikiranya itu Sebuah Restoran, ternyata ia salah.
"T-Tuan, anda ..." Xiai Wu menyusulnya dengan memasang wajah yang aneh, ia tidak menyangka Tuannya akan mengajaknya memasuki Rumah Bordil.
"Apaan wajah aneh itu, pasti dia mengira aku suka dengan hal begituan, Tsk ... Sudah tercoreng wibawa ku sebagai seorang Pria."
"Ehem, kita akan mencari tempat makan ditempat lain saja." Jelasnya sedikit wajah canggung.
Xiao Wu hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Xiao Cai kembali mencari tempat makan dengan diikuti Xiao Wu disampingnya.
Disaat ia sampai di suatu persimpangan jalan, ia melihat disudut jalan ada seorang Gadis kecil yang seperti usia 7 Tahun sedang dikerubungi beberapa orang ...
"Serahkan seluruh uangmu gadis kecil ..." Seorang pria berbaju hitam berusaha mengambil paksa uang gadis itu.
"Ja-Jangan, Tuan, hanya itu uang yang saya miliki." Gadis itu berusaha mempertahankan uangnya.
"Sudah, serahkan kepada kami uangmu ..." Kawanan Pria berbaju hitam itu segera membantu pria yang sedang mengambil paksa.
"Hiks ... Hiks ... Kembalikan uang saya Tuan ... itu untuk mengobati ibu saya yang sedang sakit ..." Tangis gadis kecil itu sambil terjatuh berlutut.
"Haha, jangan harap, kau pikir kami peduli."
Sekelompok orang itu tertawa bahagia setelah berhasil menindas dan merebut uang dari gadis kecil itu sambil mereka hendak berlalu pergi.
Xiao Cai melihat kejadian itu hanya acuh tak acuh, walaupun dia sedikit tersentuh tapi ia bukanlah seorang malaikat, bagaimanapun hal seperti itu sangat wajar di dunia yang kejam.
Sambil menggelengkan kepalanya, ia hendak melanjutkan mengelilingi desa untuk mencari tempat makan ... Tapi ia melihat Xiao Wu hendak menghampiri para orang berbaju hitam itu ...
"Hei, Kalian ... tunggu sebentar, kembalikan uang gadis itu." Teriak Xiao Wu mencegah kelompok itu pergi.
Mendengar teriakan itu, sontak membuat Sekelompok 4 orang itu menoleh melihatnya, "Apakah kau berbicara kepada kami?" Ucap salah seorang dari kelompok itu.
"Kembalikan uang yang kalian rampas dari gadis itu." Tegasnya sekali lagi.
"Haha, Nona Cantik, apakah kau sedang menyerahkan dirimu ..."
"Teman-teman, ada Nona cantik yang bertindak sok menjadi pahlawan kesiangan."
"Haha, lebih baik kita nikmati saja dia, Bos."
Melihat perkataannya dihiraukan oleh mereka, ia merajut alisnya, dan berkata "Kalau begitu, matilah ..."
Wush!
Setelah itu Xiao Wu mengkondensasikan Qi nya hingga mengalir keluar dari dalam tubuhnya, lalu ia melesat memukul kelompok itu ...
Baam!
Baam!
Baam!
Baam!
Seketika Sebuah Pukulan bergantian menghantam keras tubuh kelompok itu, hingga membuat 4 orang itu terpukul terpental sangat jauh ...
Semua penduduk desa yang melihat ada sebuah pertarungan, segera mereka berlari menjauh dari tempat itu.
"Uhuk, siapa gadis itu, mengapa kekuatannya sangat mengerikan." Ucap seorang yang pertama sadar sambil berbatuk banyak mengeluarkan darah segar.
"R-Ranah D-Dou Emperor?" Gumam Seorang lain lagi yang terkejut.
Apa!
4 Kelompok Orang itu terkejut mendengar perkataan temannya, bagaimana seorang Ranah Dou Houang bisa berada disini, kekuatan seorang Ahli Dou Houang sudah dianggap keberadaan yang setara dengan penguasa di Benua Xingchen.
Segera lamunan mereka tersadar ketika melihat gadis itu berjalan didepan mereka dengan memunculkan sebuah senyuman misterius, itu membuat mereka merasakan ketakutan setengah mati ...
"No-Nona, kami akan mengembalikan uang gadis itu ..."
"M-Mohon ampuni kami, Nona ..."
Wush!
"I-iya, Nona ... Ja-..." Belum selesai mereka berempat berbicara, Xiao wu sudah melesat kearah mereka dengan Sebilah Pedang ...
Jleb!
Argh!
Seketika 4 Sekelompok orang itu tidak sempat bereaksi dan langsung terhunus oleh Pedang Xiao Wu, hingga membuat mereka tewas dalam sekejap ...
"Cih, hanya sekelompok orang bodoh berani-beraninya menindas seorang gadis kecil yang lemah." Ia mengambil uang yang telah dirampas mereka, dan berbalik menghampiri gadis kecil itu.
"Gadis kecil, ini uangmu yang telah dirampas oleh mereka." Sedikit menunduk, Xiao Wu memberikan uang gadis kecil yang telah dirampas itu sambil memberikan senyuman hangat.
"Apakah urusanmu sudah selesai, Xiao Wu?" Xiao Cai yang hanya berdiri melihat tindakan Xiao Wu tadi, ia bergegas kembali dan menghampirinya.
"Eh, T-tuan ... Maaf saya bertindak tanpa persetujuan Tuan." Xiao Wu menoleh, dan berdiri melihat kedatangan Tuannya.
"Tidak apa-apa, aku mengapreasi tindakan kebaikanmu itu."
"T-terima kasih, Tuan." Xiao Wu tertunduk malu.
Ia melakukan itu karena ia tersentuh dan tau bagaimana rasanya jika berada diposisi gadis kecil itu, karena dulu saat ia masih kecil, ibunya mati dihadapannya, dan ia tidak memiliki kesempatan untuk mengobati ibunya.
"Gadis kecil, sudah jangan menangis lagi, mereka sudah dihajar sama kakak ini ..." Ucap Xiao Cai menenangkan gadis kecil imut yang masih menangis.
"B-Baik, Paman." Sambil menghapus air matanya, gadis kecil itu kembali tenang.
"Hello, aku masih muda, jangan kau panggil aku dengan sebutan Paman." Kesal Xiao Cai.
"Maaf, Pa-Tuan."
"Ai ... Sudahlah."
"Gadis kecil, Apakah kau sudah makan? Jika belum ... ayo ikut, kami hendak pergi makan didekat sini." Ajak Xiao Wu.
"S-serius, Kak? A-apakah boleh? Saya takut merepotkan kalian ..."
Lalu Xiao Wu menoleh kesamping, "T-Tuan, A-apakah bo-..." Belum selesai berbicara, Xiao Cai sudah memotong perkataannya.
"Iya, terserah kau saja." Ucapnya acuh tak acuh sambil melambaikan tangan berbalik dan melangkah pergi menuju restoran terdekat.
"Terima kasih, Tuan ..." Menunduk sedikit, ia menoleh kesamping, "Ayo gadis, kecil kita pergi makan."
Lalu Xiao Wu dan gadis kecil itu segera berjalan mengikuti Xiao Cai...
...
Tidak berselang lama mereka berjalan, Xiao Cai tiba disebuah Rumah Makan, "Huft, Akhirnya ketemu juga." Menghela nafas ringan, ia melangkah masuk ...
"Salam, Tuan dan Nona. Apa ada yang bisa saya bantu?" Ucap salah satu pegawai restoran itu.
"Apakah ada meja yang kosong? Kami ingin memesan makanan." Tanya Xiao Cai melihat suasana agak ramai didalam restoran tersebut.
"Ada Tuan, Mari Tuan."
Lalu Pegawai restoran itu mengarahkan Xiao Cai beserta kelompoknya duduk di suatu meja yang kosong didekat jendela.
"Silahkan, dilihat menu nya Tuan." Pegawai itu memberikan daftar menu makanan.
Kemudian Xiai Cai melihat-melihat list menu yang tersedia, lalu menatap Xiao Wu untuk sebentar ...
"Saya memesan makanan yang sama dengan yang Tuan pesan." Jelas Xiao Wu.
"Kami memesan makanan dan minuman yang paling mahal disini dengan 3 porsi." Ucap Xiao Cai acuh tak acuh kepada pelayan restoran itu.
"Baik, Tuan. Mohon tunggu sebentar." Sambil mencatat pesanan, pelayan itu berbalik pergi.
Sembari menunggu pesanan datang, Xiao Cai melihat gadis kecil yang duduk disamping Xiao Wu, "Siapa Namamu, gadis kecil?" Tanyanya.
"Nama saya Lala, Tuan." Jawab gadis kecil itu.
"Oh, Lala ya ... Apakah kau mengenali siapa kelompok tadi itu?"
"Mereka adalah sekolompok preman yang suka menindas masyarakat di desa, Tuan."
"Oh." Xiao Cai hanya merespon dengan anggukan kepala.
Lalu mereka bertiga berbincang-bincang sebentar, dan tidak lama kemudian seorang pegawai datang menghampiri mereka dengan membawa 3 porsi makanan dan minuman ...
Tap!
"Permisi, Tuan dan Nona. Mohon maaf jika sudah lama menunggu, ini makanan dan minuman yang kalian pesan." Ucap pegawai itu sambil meletakan tampa makanan diatas meja.
"Terima kasih, Nona."
"Baik, Tuan. Jika ada kebutuhan lain, silahkan panggil saya saja." Lalu pegawai itu berbalik pergi meninggalkan Meja Xiao Cai.
Sambil menatap makanan diatas Meja, ia berkata, "Mari silahkan dimakan, Xiao Wu, Lala." Ucapnya.
"Baik, Tuan." Jawab mereka berdua serempak.
Kemudian, Xiao Cai, Xiao Wu dan Lala menyantap hidangan yang telah mereka pesan dengan sangat lahap.
...
Setelah selesai menyantap makanannya, Xiao Cai bergegas membayar biaya makan dan minum seharga 5 Koin Emas.
"Terima Kasih, Tuan. Lain kali mampir kemari ya." Ucap pegawai restoran itu.
Lalu Xiao Cai, Xiao Wu dan Lala bergegas keluar dari restoran itu.
"Gadis kecil, kita akan berpisah disini, kami akan segera pergi." Ucap Xiao Cai.
"Eh, iya Tuan. T-terima kasih sudah membantu Lala dan mengajak Lala makan." Jawab Lala dengan tulus.
"Tidak apa-apa, kakak senang bisa membantu Lala." Xiao Wu sedikit menunduk dan memegang pundak kecil Lala.
"Hiks ... T-terima kasih, kakak cantik." Ucapnya sambil memeluk Xiao Wu dengan badan kecilnya itu.
"Sudah, Sudah ... Tenang, tidak ada yang perlu ditangisi." Sambil membalas pelukan gadis kecil itu.
"Gadis kecil, aku mendengar tadi bahwa ibumu sedang sakit, ini terima ada sedikit uang untuk membantu biaya pengobatan ibumu." Ucap Xiao Cai sambil menyerahkan sekantong Uang yang berisi 100 Koin Emas.
"Eh, T-tidak perlu Tuan, Lala tidak diajarkan Ibu untuk meminta-minta kepada orang lain ..." Jawab Lala dengan wajah imut kecilnya itu.
"Tidak apa-apa, terima saja. Apakah Lala tidak mau membawa Ibu Lala berobat dan melihat Ibu Lala kembali sembuh?" Xiao Wu juga ikut berbicara.
"Tentu saja, Lala M-Mau kak." Lala tertunduk sedih.
"Makanya terima saja pemberian kakak tampan itu ya, tidak baik menolak rezeki loh."
"T-Terima kasih, Tuan." Ucapnya sambil dengan malu-malu mengambil sekantong Uang dari Xiao Cai.
Xiao Cai hanya membalas dengan anggukan kepalanya.
"Sampai Jumpa ya, Lala. Semoga ibu Lala segera sembuh."
"Sampai Ketemu lagi, Gadis Kecil."
Xiao Cai dan Xiao Wu bergegas berlalu pergi meninggalkan Gadis Lala ...
"Tuan, dan Kakak cantik ... Siapa Nama kalian berdua?" teriak Lala sedikit mendongak.
Sambil tersenyum dan menoleh kebelakang, "Xiao Cai dan Xiao Wu." Jawab Xiao Wu.
"Oh, Tuan Xiao Cai dan Kakak Xiao Wu ya ... suatu saat Lala akan membalas kebaikan kalian berdua." Gumam Lala didalam hatinya.
ia sangat bersyukur berjumpa dengan orang yang telah berbaik hati kepadanya, ia pikir di Dunia kejam ini sudah tidak ada lagi yang berbaik hati kepada orang biasa.
Lalu, ia bergegas berbalik dan melangkah kembali pulang.
...
Setelah itu Xiao Cai yang telah hampir sampai didepan pintu keluar-masuk Desa, ia berencana membeli Dua Kuda untuk ia gunakan dalam perjalanan menuju Kota Tian, ia malas menggunakan Sayap Douqi nya untuk terbang, ia ingin saja agar petualangannya lebih terasa ...
"Xiao Wu, segera cari orang yang menjual Dua Ekor Kuda, kita akan melanjutkan perjalanan kita menaiki Kuda." Ucap Xiao Cai sambil menoleh kesamping dan memberikan Sekantong uang yang berisi beberapa Koin Emas.
"Eh, kita tidak menggunakan Sayap Douqi terbang, Tuan?" Jawab Xiao Wu tersentak bingung.
Xiao Cai hanya menggelengkan kepalanya
Ia berpikir, mengapa Tuannya ingin melanjutkan perjalanan menaiki Kuda, bukankah menggunakan Sepasang Sayap Douqi lebih cepat sampai.
Namun, ia tidak mau mempertanyakan keputusan Tuannya.
"B-Baik, Tuan." Xiao Wu mengambil Sekantong Uang itu, dan berlalu pergi mencari tempat penjualan Kuda.
Dengan anggukan kepala melihat kepergian Xiao Wu, ia segera bergegas melangkah keluar Desa.
Tap!
Xiao Cai telah tiba tidak jauh dari Gerbang masuk Desa ...
"Keluarlah kalian, aku sudah menyadari hawa keberadaan kalian yang sedari tadi sedang mengikuti ku." Ucap Xiao Cai dengan wajah tenang dan nada acuh tak acuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...