System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Ch.59 - Tiba Di Keluarga Xiao!


Keluarga Xiao, adalah salah satu dari 3 Keluarga besar yang berada di Kota Kecil di Kekaisaran Tang, yang bernamakan, Kota Tian.


Meskipun termasuk dalam 3 Keluarga besar, Keluarga Xiao merupakan urutan peringkat terbawah dari Dua Keluarga lainnya.


Halaman Depan Keluarga Xiao, Seorang Pria Paruh baya berusia 30-an memiliki Riak Wajah tenang sedang berdiri tegap didepan beberapa Orang-orang dari Keluarga Xiao, beserta Para Ratusan Prajuritnya yang bersenjata lengkap.


Pria itu adalah Patriak Keluarga Xiao, sekaligus Ayah pemilik tubuh yang ditempati Xiao Cai, Bernama Xiao Zhan. Ia memiliki Kultivasi di Ranah Da Dou Shi*9.


Disampingnya, berdiri Dua Keponakannya, yaitu Xiao Li dan Xiao Mei.


Xiao Li merupakan Seorang Putra cukup tampan, anak dari Tetua Kedua, Xiao An. Ia lebih tua setahun dari Xiao Cai, dia juga memiliki kultivasi di Ranah Dou Zhe*7.


Sedangkan, Xiao Mei adalah Seorang Gadis cukup cantik, ia merupakan Putri dari Tetua Ketiga, Xiao Bu. Ia berusia 16 Tahun, Ranah Kultivasinya berada di Dou Zhe*9.


Beberapa saat, Riak Wajah Xiao Zhan segera berubah dengan Kening sedikit berkerut, ia melihat 3 Orang muncul sedang menunggangi Kuda berjalan mendatanginya, ia juga melihat Ribuan Prajurit yang bersenjata lengkap dibelakang 3 Orang itu.


Setelah menatap lekat-lekat, ia mengetahui 2 dari 3 orang itu adalah Tetua Pertama Xiao Feng berada ditengah, dan anaknya, sekaligus keponakannya, yaitu Xiao Ning berada di samping kanan.


Sedangkan yang disebelah kiri Xiao Feng, ia tidak mengetahui siapa sosok itu, karena sosok itu menggunakan penutup wajah dan Ahli menyembunyikan kultivasinya.


"Haha, Akhirnya kau berada disini, Saudara Xiao Zhan." Salah seorang diantara 3 orang itu mengambil langkah maju sambil melemparkan 2 sosok manusia ...


Wush!


Dua orang yang dilempar itu sebelum terjatuh ketanah, Xiao Zhan segera berlari menangkap dua sosok itu ...


Tap!


Xiao Zhan berhasil menangkap Dua sosok yang dilempar itu.


Seketika rasa amarahnya semakin memuncak ketika mendapati 2 Sosok yang sudah tidak sadarkan diri dan sedang terluka sangat berat itu, ialah Tetua Xiao An dan Tetua Xiao Bu.


Lalu ia menoleh kesamping, melihat dua keponakannya, "Tolong, Kalian rawat sebentar ayah kalian." Ucapnya sembari memapah Tubuh Kedua Tetua itu.


Melihat Dua sosok yang tidak sadarkan diri dan penuh luka itu, segera membuat Xiao Mei dan Xiao Li bergegas menghampirinya ...


"Ayah ..." Teriak sedih Xiao Li dan Xiao Mei sembari menyambut tubuh ayah mereka, lalu mereka berdua pelan menganggukan kepala kepada Xiao Zhan.


Setelah itu Patriak Xiao Zhan berbalik badan dan ia kembali melihat ketempat Tetua Xiao Feng beserta orang-orangnya berada ...


Xiao Zhan mengetahui kekuatan Tetua Xiao Feng berada di Ranah Da Dou Shi*7. Sedangkan, Xiao Ning berada di Ranah Dou Shi*1.


"Apa maksud kau melakukan semua ini, Tetua Xiao Feng?"Tanyanya dengan menekan amarahnya sambil sedikit mengeluarkan aura intimidasi.


"Aku sudah lama ingin melakukan ini, seharusnya si Tua bangka sialan itu menyerahkan posisi Patriak kepadaku, tapi malah dia menyerahkannya kepadamu, aku tidak terima itu ..." Jelasnya dengan riak wajah kesal dan kesombongan.


"Itu karena Patriak sebelumnya sudah menduga kau akan menjadi seperti ini, dan kau akan membawa keluarga Xiao menuju kehancuran." Jawab Xiao Zhan.


Mendengar hal yang paling malas ia dengar, sontak membuat ia sedikit emosi dan kembali berkata, "Haha, apakah kau tahu siapa yang menjadi penyebab kematian anakmu, Xiao Cai ..."


"Itu adalah rencanaku dengan putraku, Haha ..." Lanjutnya.


"Cih, kau sudah kelewat batas Xiao Feng!"


Mengetahui kebenaran tentang putranya, segera rasa amarah dan emosinya semakin tidak terbendung.


Wush!


Seketika Douqi berwarna kuning keluar, lalu bergerak menyelimuti seluruh tubuh Xiao Zhan ...


Drt!


Lalu Aliran Douqi itu perlahan-lahan membentuk sebuah Armor yang menyelimuti seluruh Tubuhnya.


Seorang yang berada di Ranah Da Dou Shi bisa mengubah bentuk Douqi nya hingga membentuk menjadi Sebuah Armor perang atau Senjata yang dapat membantu dalam pertarungan.


Kemudian, ia mengeluarkan Sebilah Pedang, dan ia bergegas melompat menyerang Xiao Feng ...


"Kalau begitu, matilah kau Xiao Feng!"


"Kemari lah kau, Xiao Zhan!"


Xiao Feng juga telah mengeluarkan Armor Douqi berwarna merah, ia melompat dari kuda dan segera menangkis Pedang Xiao Zhan ...


Trang!


Trang!


Suara pedang yang beradu terdengar ditempat itu hingga membuat telinga siapa saja mendengarnya akan sedikit merasakan ngilu.


Pada Awalnya, Xiao Zhan bisa membuat Xiao Feng terdesak, tetapi beberapa saat kemudian ...


Tap!


Seorang Pria Bertopeng yang datang bersamanya, ia melihat Xiao Feng terdesak, ia segera bergegas melompat dan membantu Xiao Feng hingga menjadi pertarungan 2 lawan 1.


Trang!


Melihat Pria bertopeng yang sedari tadi diam telah bertindak ikut campur, segera wajah Xiao Zhan semakin gelap dan semakin serius, lalu ia bergegas menyerang Kedua orang itu ...


Wush!


Baam!


Baam!


Lalu terjadi adu pukulan yang saling menyerang dan menangkis serangan hingga membuat angin yang berhembus menjadi terdistorsi.


Tap!


Trang!


Mereka terlihat berpindah di satu tempat dan muncul ditempat lain, dengan riak gelombang douqi menyelimuti jejak perpindahan mereka.


Baam!


Ugh!


Beberapa saat kemudian, Xiao Zhan kewalahan menghadapi Kedua orang itu, hingga akhirnya ia terpukul mundur Dua Puluh Langkah, hingga membuat ia berlutut satu kaki dengan jejak noda darah segar di sudut bibirnya.


"Siapa kau, mengapa kau ikut campur urusan Keluarga Xiao?" Sambil mengusap jejak noda darah, ia melihat ke Pria bertopeng itu.


Setelah sedikit bertukar pukulan, ia kini mengetahui bahwa Pria Bertopeng itu memiliki Ranah Kultivasi sama dengannya, yaitu Da Dou Shi*9.


"Haha, Xiao Zhan ... Kau pasti terkejut, dia adalah Ketua Tentara Bayaran Kepala Kotak, yaitu Tuan Jian Cok." Jelas Xiao Feng dengan kepala mendongak melihatnya sambil tersenyum menghina dan meremehkan.


Dengan wajah yang semakin gelap, ia mengerutkan keningnya, "Aku tidak menyangka kau akan bertindak kejam seperti itu terhadap keluargamu sendiri." Ucapnya.


Xiao Zhan sangat mengetahui Tentara Bayaran yang berada di Kota Tian, dikenal dengan Tentara Bayaran Kepala Kotak, mereka menerima misi tidak memandang bulu selagi bayaran yang mereka terima sesuai.


Sekarang, ia merasakan situasi semakin rumit dan sangat merugikan pihaknya, tapi ia tidak bisa menyerah begitu saja, bagaimanapun jika ia membiarkan Xiao Feng mengambil posisi Patriak Xiao, ia mengetahui cepat atau lambat Keluarga Xiao akan musnah.


"Paman Xiao Zhan ..." Xiao Mei dan Xiao Li menghampirinya, dan membantu dia berdiri.


"Terima kasih, Li'er, Mei'er." Sambil dibantu bangkit berdiri, Xiao Zhan melihat Kedua Keponakannya.


Setelah membantu Pamannya berdiri, mereka berdua menatap ke sosok pemuda tidak jauh dari tempat mereka berdiri ...


"Xiao Ning, kau sungguh keterlaluan, Aku akan membunuhmu!" Teriak Xiao Mei.


"Aku akan membalaskan kematian Saudara Xiao Cai!" Dengan wajah yang penuh amarah, Xiao Li juga membuka suaranya.


Mereka berdua terkejut ketika mendengar penyebab hilangnya Saudara mereka Xiao Cai, disebabkan oleh rencana Tetua Xiao Feng dan Xiao Ning.


Bahkan, yang lebih membuat mereka tidak menyangka bahwa Xiao Ning telah membunuh Xiao Cai.


Walaupun mereka tidak terlalu dekat dengan Xiao Cai, mereka berdua tidak pernah menghina atau mengganggu Xiao Cai ketika semua orang merundung Xiao Cai dan menganggapnya Tuan Muda Sampah.


Karena mereka dari kecil hingga tumbuh besar bersama, membuat mereka tidak menerima hal itu, apalagi ayah mereka terluka akibat Tetua Pertama dengan kelompoknya.


Mendengar umpatan dari Dua Saudara dan saudarinya, Xiao Ning memandu kuda yang ia tunggangi berjalan maju, "Haha, Kalian sungguh cerewet sekali ... Ingin membunuhku? Apakah kalian mampu untuk melakukan itu?" Ucapnya dengan sudut bibir melengkung yang menghina dan meremehkan mereka berdua.


"Ai ... Sudahlah, Xiao Mei, Xiao Li ... Tidak ada gunanya kita berbicara kepada mereka, tenangkan diri dan kontrol emosi kalian." Xiao Zhan menghampiri mereka sambil menepuk pelan bahu kedua keponakannya.


"Cih, Baik Paman." Meskipun mereka tidak terima, mereka berdua tetap menerima perintah Pamannya, sekaligus Patriak Xiao.


Memberikan senyuman kepada Kedua keponakannya, ia kembali melihat kearah Xiao Feng sambil mempertebal Douqi nya kembali membentuk sebuah Armor Perang ...


Drt!


Aura Qi berwarna kuning kembali membentuk Jubah Armor perang di dadanya.


Tap!


Xiao Zhan melesat memberikan pukulan ganas dilapisi dengan Aliran Douqi, ia mengeluarkan Teknik nya yaitu Metode Qi afinitas Api ...


"Teknik Keluarga Xiao: Rauangan Harimau"


Roar!


Sebuah siluet Kepala Harimau muncul diujung tangannya, kemudian bergegas melesat mengincar tubuh Xiao Feng ...


Tap!


Menanggapi dengan senyuman misterius, Xiao Feng melihat pukulan mematikan itu segera ia bergerak menghindari serangan itu ...


Baam!


Kemudian Jian Cok muncul di samping Xiao Zhan sambil mengangkat kaki kanan hendak menerjang Tubuh Xiao Zhan.


Wush!


Sedikit menunduk menghindari tendangan yang hendak mengenai tubuhnya, Xiao Zhan kembali berpindah tempat dan mengerahkan serangan kepada dua orang itu ...


Baam!


Wush!


Terlihat siluet Dua orang dan satu orang saling menyerang dengan beradu pukulan, dan mereka bertiga saling beradu teknik yang mereka miliki ...


Hingga beberapa menit kemudian, terlihat Xiao Zhan sedang mengatur nafasnya sambil riak kelelahan menyelimuti wajah Xiao Zhan.


Juga terlihat Armor Douqi yang melindungi tubuhnya kini sudah hancur sebagian dan perlahan-lahan menghilang ...


Duar!


Armor perang ditubuh Xiao Zhan akhirnya menghilang.


Tes!Tes!


Terlihat kondisi Xiao Zhan kini dipenuhi dengan luka dan berbagai tetesan darah keluar menetes jatuh ke Tanah.


Duk!


Segera ia kembali jatuh berlutut dengan satu kaki sambil memegangi Sebuah Pedang tertancap tegak yang juga sebagai tumpuan membantu menyeimbangkan tubuhnya.


Melihat kondisi Xiao Zhan sudah terpuruk, Xiao Feng mengangkat sudut bibirnya dan tertawa dengan sombong, "Xiao Zhan, lebih baik kau menyerah saja, lalu tunggu saja kematian mu ..." Ucapnya.


Derrt!


Cling!


Xiao Feng berjalan menghampirinya dengan menyeret Sebuah Pedang menggores lantai hingga membuat suara desingan terasa ngilu ditelinga.


"Uhuk, Aku tidak peduli dengan posisi Patriak, tapi aku akan membalaskan dendam kematian putraku."


"Haha, apakah kau masih mampu melakukan itu dengan kondisi mu yang sudah terlihat menyedihkan itu ..." Xiao Feng semakin berjalan mendekati Xiao Zhan.


"Oh iya, Istrimu juga akan menyusul kematian mu, tetapi sebelum itu ..." Lanjut Xiao Feng sambil membayangkan sesuatu.


"Apa yang kau rencanakan Xiao Feng! sedikit saja kau menyentuh dan melukai istriku, aku pasti akan membunuhmu!"


Ia teringat bahwa istrinya sedang tertidur dikamar, ia segera semakin cemas dan gelisah.


"Tenanglah, Xiao Zhan ... Apakah kau mau melihat aku menikmati tubuh istrimu yang indah itu?" Ucap Xiao Feng sambil menjilati bibirnya dengan mata yang penuh nafsu.


"Xiao Feng! Sialan, kau jangan keterlaluan." Teriak Xiao Zhan.


Xiao Feng menghiraukan Xiao Zhan, dan berbalik badan, melihat ke prajuritnya.


"Kalian, segera bawa istrinya kemari ke hadapanku." Perintahnya dengan acuh tak acuh.


"Baik, Tuan." Jawab Sekelompok Prajurit.


Setelah itu Sekelompok prajurit itu bergegas menuju kamar Xiao Xin, walaupun awalnya prajurit itu sempat dihalangi oleh Xiao Mei dan Xiao Li dan beserta beberapa orang-orang dari keluarga Xiao, tapi tetap tidak menunda langkah kaki mereka karena Xiao Ning beserta Ribuan Prajurit menghalangi Xiao Mei dan Xiao Li.


...


Tidak berselang lama, Sosok Wanita Paruh baya yang masih memiliki wajah cantik itu muncul dengan kondisi tangan yang terikat dan ia diseret oleh beberapa prajurit ...


"Tuan Xiao Feng, kami sudah membawa Nyonya Xiao Xin." Ucap salah seorang prajurit.


sambil mengangguk puas, Xiao Feng berjalan menghampiri Xiao Xin, ia berkata, "Tuan Jian Cok, aku serahkan Kepala Xiao Zhan kepadamu ..." Ucapnya sembari melihat kearah Pria bertopeng didekatnya.


"Aku ingin menikmati tubuh wanita itu sebelum aku membunuhnya." Lanjut Xiao Feng sambil memegangi dagu Xiao Xin dengan raut wajah penuh nafsu.


"Baiklah, kalau begitu." Sambil membalas dengan anggukan kepala, Jian Cok mengambil Sebuah Pedang dan berjalan menghampiri Xiao Zhan.


Tap!


Jian Cok yang sudah tiba didepan mata Xiao Zhan, ia segera mengangkat pedangnya hendak menebas leher Xiao Zhan.


"T-Tidak, Suami ...." Teriak Xiao Xin melihat Suaminya hendak dibunuh didepan matanya.


"Haha, Nona Xiao Xin, jangan terlalu sedih, lebih baik kau menemaniku tidur malam ini." Ucap Xiao Feng menatap Xiao Xin dengan penuh nafsu.


Xiao Xin menoleh melihat sosok didepannya, sedikit meludah kemuka Xiao Feng, ia berkata, "Cuih, lebih baik aku mati daripada harus menemanimu tidur, Tua Bangka Xiao Feng sialan."


Mendapat jawaban pahit, Lantas membuat Xiao Feng semakin marah, ia melesatkan sebuah pukulan hendak mengenai Perut Xiao Xin ...


"Cih, kalau begitu ... Matilah!"


"Xiao Xin ..." Xiao Zhan hendak melesat menolong istrinya, tetapi ia tidak bisa bergerak karena Sebilah Pedang hendak mengenai lehernya.


"Patriak ..." Teriak Para Orang-orang dari keluarga Xiao.


"Paman Xiao Zhan, Bibi Xin ..."


Sesaat Pedang Jian Cok hendak mengenai Leher Xiao Zhan ...


Wush!


Siluet Pemuda Tampan muncul tiba-tiba sambil berdiri tegap dihadapan Xiao Zhan.


"Ingin membunuh Orang Tuaku? Apakah kalian sudah meminta izin kepadaku?" Ucap Pemuda itu dengan raut wajah acuh tak acuh sambil mengangkat kaki kanannya ...


Baam!


Remaja itu menendang Tubuh Jian Cok dengan sangat keras ...


Ugh!


Boom!


Jian Cok yang tidak menyangka kemunculan Pemuda tidka tahu datang dari mana, ia segera terpukul terbang Ratusan Meter hingga menghantam Tembok akibat tendangan Remaja itu.


...


Begitu juga ditempat Xiao Xin.


Sebelum Tinju Xiao Feng hendak mengenai Tubuh Xiao Xin, Siluet Seorang Gadis muda cantik tiba-tiba muncul ...


Tap!


"Ingin Mencelakai keluarga Tuanku? Cih, kalian hanya bisa bermimpi ..."


Seorang Gadis Cantik yang muncul itu sambil menggerakan tangannya, ia melayangkan sebuah tinju menuju ke Dada Xiao Feng ...


Baam!


Ugh!


Xiao Feng yang terkejut tidak bisa beraksi, segera membuat ia terpukul terbang Puluhan Meter hingga membuatnya menghantam Sebuah Tembok ...


Duar!


A-Apa!


Semua Orang di Keluarga Xiao melihat kejadian barusan segera dibuat terkejut dengan mulut yang terbuka sedang ternganga lebar melihat kemunculan Sepasang Siluet Pria dan Wanita dengan mudahnya menghajar Tetua Xiao Feng dan Pria bertopeng itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...