System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Ch.80- Berita Yang Diterima Sekte Pedang Surgawi.


** Rumah lelang kota Tian.


Seorang Gadis dewasa yang sangat cantik dan mempesona sedang berdiri dan bersandar di sebuah jendela sambil meletakan kepala dikedua telapak tangan dengan kedua sikut sebagai penampangnya.


Dia sedang melamun memandangi ke arah luar jendela, ia tiba-tiba tersentak kaget melihat sosok pemuda yang ia kenali sedang bertarung di atas langit,


"Bu-bukankah itu, Tuan muda Xiao Cai? Dengan siapa dia bertarung?" Gadis itu merasa terkejut mendapati sosok Xiao Cai seperti sedang bertarung di atas langit.


Ia terkejut melihat itu, padahal beberapa jam yang lalu ia baru saja bertemu dengan Xiao Cai.


Kemudian, ia lebih terkejut lagi melihat beberapa kultivator berjubah putih menggunakan sepasang sayap douqi dibelakang punggungnya.


"It-itu, bukankah itu Tetua Yu Mo ... Bahkan, semua Tetua luar dari sekte pedang surgawi juga berada disana."


Gadis cantik itu terkejut melihat sosok Tetua Yu Mo dan beberapa Tetua Luar dari sekte pedang Surgawi sedang berhadapan dengan tuan Muda Xiao Cai di atas langit kediaman keluarga Xiao.


Ia mengerutkan kening, "Ga-gawat, ini pasti sangat buruk, aku harus membantu keluarga tuan muda Xiao Cai." Gumam gadis itu dengan riak khawatir diwajahnya.


Seorang asisten yang sedang berdiri tidak jauh dari gadis itu, ia merasa bingung melihat ekspresi atasan nya tiba-tiba berubah menjadi riak wajah khawatir, ia memberanikan diri bertanya kepada atasan nya itu,


"Ma-maaf jika saya lancang, apakah ada sesuatu yang sedang anda pikirkan nona Feifei?" Tanya asisten wanita itu dengan sopan.


Ya, sosok wanita itu adalah Feifei, manajer pelelangan cabang keluarga Huang.


Lamunan Feifei buyar saat mendengar suara asisten bertanya padanya, dia tanpa menjawab pertanyaan asisten itu, dengan wajah serius ia menatap asisten wanita itu, "Hin Xu, segera bawa batu pengirim pesan darurat kepadaku." Titah Feifei pada asisten nya.


Melihat Riak panik atasan nya, segera asisten yang bernama Hin Xu itu menganggukan kepala dengan cepat, "Ba-baik, Nona."


Kemudian, Hin Xu berjalan dengan cepat keluar dari ruangan mengambil barang yang diperintahkan atasan nya.


...****************...


** Sekte Pedang Surgawi.


Disebuah aula yang sangat luas, terdapat beberapa pilar berdiri kokoh dengan memiliki ukuran besar, terdapat pula beberapa orang yang sedang duduk didalam aula itu.


Terlihat keindahan dari sosok seorang wanita berusia 21 Tahun yang menjadi titik fokus dari semua orang didalam aula itu, dia sedang duduk di sebuah kursi yang cukup mewah dan terlihat sangat elegan, ia mengenakan perhiasan diatas dahinya, ia juga mengenakan gaun berwarna putih dengan garis-garis berwarna hijau menghiasi setiap sudut pakaiannya.


Seorang pria paruh baya duduk tidak jauh di samping wanita itu, dia melihat dan menatap ke arah wanita itu,


"Matriak Yu Mei, apakah anda benar tidak melihat wajah dari ahli misterius yang bertempur sendirian di Hutan Beast itu?" Tanya salah seorang Elder Agung sekte.


Ya, sosok keindahan itu adalah Yu Mei, seorang Matriak dari sekte pedang surgawi.


Yu Mei menoleh ke samping, ia melihat Elder agung sekte itu sambil menggelengkan kepalanya, "Ya, Elder agung. Aku tidak bisa melihat dan mengetahui sosok ahli misterius itu, karena saat aku hendak melangkah masuk lebih jauh ke dalam hutan beast untuk dapat mengetahui wajah ahli itu, aku tiba-tiba dihalangi oleh seorang bawahan yang dimiliki ahli misterius itu." Jelas Yu Mei pada Elder agung.


Elder agung itu menganggukan kepala nya pelan, lalu ia kembali melirik Yu Mei, "Apakah anda masih mengingat wajah bawahan Ahli misterius itu, Matriak?" Tanya elder agung.


"Jika kalian bertanya tentang Sosok gadis bawahan yang dimiliki ahli misterius itu, aku masih sangat mengingat wajah gadis itu." Jelas Yu Mei.


Sesaat Yu Mei, Elder agung dan beberapa petinggi sekte sedang asik mengobrol, mereka dikejutkan dengan salah seorang tetua luar sekte berlari dengan terburu-buru memasuki ke dalam Aula utama sekte ...


"Sa-salam ... Matriak Sekte Yu Mei, salam Elder Agung ... Maafkan atas tindakan lancang saya menganggu pembahasan kalian." Ucap Tetua luar dengan nada yang gelagapan sambil menangkupkan kedua tangan nya penuh hormat.


Yu Mei dengan wajah cantik dan senyuman menawan, ia menatap tetua luar itu, "Sudah tetua, tidak apa-apa. Apa yang membuat mu sampai terburu-buru datang kemari?" Tanya Yu Mei dengan perasaan yang penuh penasaran.


"Matriak sekte, sebelumnya Elder Yu Mo dan beberapa tetua luar sekte, beserta ribuan pasukan sekte dan beberapa murid luar sekte, mereka bergegas pergi ke salah satu kota kecil di kekaisaran Tang, yaitu Kota Tian ..." Tetua luar itu dengan penuh rasa takut, dan gugup menjelaskan kepada Yu Mei dan beberapa tetua dalam sekte yang hadir didalam aula itu.


Setelah itu tetua luar itu menjelaskan kepada Yu Mei, Elder Agung dan beberapa tetua dalam sekte.


Ia menjelaskan bahwa beberapa hari yang lalu, salah satu tetua luar mengatakan kepada nya bahwa putra dari Elder Yu Mo dilukai dan diprovokasi oleh sepasang pria dan gadis muda di kota kecil, kota sijan.


Elder Yu Mo sangat marah saat mengetahui putra nya dilukai dan diprovokasi oleh sepasang bocah ingusan, kemudian Elder Yu Mo menyelediki dan mengetahui bahwa sepasang pria dan gadis itu berasal dari keluarga Xiao di kota Tian.


Apa!


Semua orang yang berada didalam aula tersentak kaget saat mendengar berita dari tetua luar itu.


Yu Mei sedikit tidak menyangka bahwa ada orang yang berani berselisih dengan sekte nya, tetapi setelah mengingat sosok putra Tetua Yu Mo, dia kembali tenang, ia mengetahui sifat putra dari Tetua Yu Mo yang kadang suka membuat masalah.


hanya saja dia tidak terlalu menanggapi hal itu, karena putra Tetua Yu Mo masih terlibat dengan beberapa masalah kecil saja dan tidak terlalu besar.


Elder Agung dan beserta Para Tetua lain nya tidak menyangka bahwa ada sepasang pria dan gadis muda bodoh darimana yang berani sekali memprovokasi seorang putra dari tetua luar Yu Mo yang notabene memiliki latar belakang kuat di kekaisaran Tang, yaitu Sekte Pedang surgawi.


"Ta-tapi bukan itu yang hendak saya sampaikan kepada anda, Matriak sekte ..." Lanjut Tetua luar itu dengan riak wajah gugup.


Yu Mei tersentak, ia merajut alisnya, "Informasi apa yang sebenarnya hendak anda sampaikan?" Tanya Yu Mei dengan memunculkan ekspresi bingung di wajah cantik nya.


Apa!


Semua orang didalam aula semakin tersentak kaget saat mendengar 10 Giok Jiwa milik 10 Tetua Luar sekte telah redup dan telah hancur.


Mereka tidak menyangka hanya bermasalah dengan sepasang pria dan gadis muda saja bisa membuat 10 Tetua luar sekte terbunuh hanya di kota kecil, seperti Kota Tian.


Termasuk Yu Mei juga dibuat tersentak kaget, ia berdiri dan bangkit dari kursi nya, wajah cantik nya cepat berubah menjadi gelap, ia merasa semakin terkejut saat mendengar 10 Tetua luar sekte nya telah tewas di kota tian.


"Itu, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Elder Yu Mo tidak ada berkata apapun tentang masalah ini padaku, bahkan Yu Mo itu tidak meminta izin dari aku terlebih dahulu sebelum membawa pasukan dalam jumlah banyak ke kota tian." Gumam Yu Mei.


"Ba-bagaimana ini matriak sekte, apakah kita juga harus mengambil tindakan pergi ke kota tian dan membantu Elder Yu Mo itu?" Elder Agung melirik dan menatap dengan wajah rumit pada Yu Mei.


Salah seorang Tetua lain yang hadir didalam aula ikut membuka suaranya, "Matriak Sekte, kita harus mengambil tindakan dan membalaskan dendam kematian 10 Tetua Luar sekte pada orang yang membunuh nya ..." Ucap tetua itu.


"Iya Matriak, kita tidak boleh membiarkan siapapun menghina dan memprovokasi sekte pedang surgawi, apalagi hanya sepasang bocah ..."


"Jika kita tidak mengambil tindakan cepat, kami khawatir reputasi sekte pedang akan jatuh dimata semua orang."


Semua orang didalam aula itu mengutarakan pendapat mereka masing-masing hingga membuat Yu Mei memiliki pemikiran bimbang didalam hati, ia bingung harus mengambil tindakan apa.


"Hm ...." Yu Mei sedang memikirkan tindakan apa yang harus ia ambil untuk menanggapi masalah itu.


Yu Mei merasa ia belum mengetahui siapa sosok yang tidak memandang sekte pedang surgawi itu, hingga langsung membunuh 10 Tetua Luar yang memiliki ranah Dou Wang tanpa pandang bulu.


Dia beranggapan pasti yang membunuh 10 Tetua Luar sekte bukan dilakukan oleh sosok sepasang anak muda yang bermasalah dengan putra Elder Yu Mo itu.


Menurutnya, Jika dia segera mengambil tindakan untuk membantu Elder Luar Yu Mo, serta membalaskan dendam kematian 10 Tetua Luar sekte tanpa mencari tahu informasi lebih detail, hal itu sama saja akan menjadi tindakan yang ceroboh dan gegabah.


Sesaat Yu Mei sedang bimbang dan sibuk didalam pikirannya, lamunan ia buyar saat mendengar suara seseorang tiba-tiba terdengar didalam aula dan muncul tepat didepan nya,


Yu Mei melihat kehadiran seorang pria paruh baya dihadapan nya, ia sedikit memiringkan kan badan, ia tersenyum, "Salam, Guru." Ucap nya dengan penuh hormat.


"Sa-salam, Leluhur Sekte."


Semua orang yang berada didalam aula melihat kehadiran tiba-tiba pria paruh baya itu merasa terkejut dan orang-orang didalam aula juga ikut memberi salam dengan penuh hormat pada pria paruh baya itu.


Pria paruh baya yang tiba-tiba muncul itu melirik semua orang sambil menganggukan kepala pelan sebelum dia berbalik badan, ia melirik dan menatap Sosok Yu Mei,


"Mei Er, aku tahu apa yang sedang terjadi, aku sedikit merasakan ada 3 Aura Qi yang sangat kuat berada di Kota Tian, aku memiliki pendapat bahwa pertarungan yang terjadi disana tidak sesederhana itu ..." Jelas pria paruh baya itu dengan wajah serius.


"Segera kau perintahkan kepada seluruh Tetua, murid inti, dalam, luar, dan semua pasukan untuk berkumpul di halaman sekte sekarang juga. Karena kita akan berangkat ke Kota Tian." Lanjut Pria paruh baya itu dengan sedikit mengangkat sudut bibir nya ke atas.


Yu Mei mendengar perkataan guru nya, dia merasa terkejut dan ia sedikit merasa gugup, "Gu-guru, bukankah it-...." Belum selesai Yu Mei berbicara, perkataan nya sudah dipotong.


"Mei Er .... Apa kau hendak melihat reputasi Sekte Pedang Surgawi dianggap buruk oleh semua orang dan hancur saat berada di tangan mu?" Sela pria paruh baya itu dengan riak wajah serius.


"Ba-baiklah, Guru. Aku akan segera mengikuti perkataan anda." Kata Yu Mei dengan penuh hormat.


Leluhur sekte itu menganggukan kepala pelan melihat Yu Mei, lalu ia memunculkan sebuah senyuman misterius, "Hehe, gadis kecil putri dari wanita itu akhirnya aku menemukan jejak keberadaan mu." Gumam nya didalam hati.


...****************...


** Kembali Ke MC.


[Dudu ~ Selamat Tuan telah berhasil membunuh 9 Ahli Dou Wang, Tuan mendapatkan 18.000.000 Point Sistem.]


Suara indah sistem kembali berdering didalam kepalanya.


Diatas langit, Xiao Cai yang menunjukan kekuatan berada diranah Dou Zong, dia berdiri tegap menginjak kehampaan udara kosong, ia mengabaikan suara deringan sistem dengan acuh tak acuh, dia melengkungkan sudut bibir nya ke atas, ia melihat 10 Tubuh Ahli Dou Wang yang telah tewas.


Tap!


Kemudian, Xiao Cai menatap Tetua Yu Mo, dan 19 Ahli Dou Wang lain nya, lalu Xiao Cai melangkahkan kaki di atas udara kosong, ia berjalan mendatangi Tetua Yu Mo.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


#BERSAMBUNG ....


.


.