
Tap!
Sekelompok 20 orang yang mengenakan Baju berwarna Hitam muncul dan melompat ketanah sambil bergerak mengelilingi Xiao Cai ...
"Haha, aku tidak menyangka kau bisa menyadari keberadaan kami, Bocah." Ucap salah Seorang berbaju Hitam, yang seperti menjadi Pemimpin mereka.
Xiao Cai dengan wajah tenang acuh tak acuh menatap 20 Orang berbaju hitam yang muncul dan mengelilinginya.
Ia melihat wajah mereka satu persatu tapi ia tidak pernah bertemu dengan mereka semua, ia juga merasakan kekuatan mereka semua hanya berada di Dou Zhe, segera ia menggelengkan kepalanya.
"Siapakah kalian? Apa kalian ada urusan denganku?" Tanya Xiao Cai dengan nada acuh tak acuh.
"Haha, Bocah ... Dimana wanita tadi bersamamu yang telah membunuh anggota kami?" Tanya Pemimpin berbaju Hitam itu dengan nada sombong dan angkuh.
"Membunuh anggota kalian? Oh, jadi kalian komplotan Para Preman-preman itu." Balasnya dengan nada acuh.
Ia menduga bahwa kelompok 20 Orang itu ialah sekawanan dengan 4 orang yang telah dibunuh Xiao Wu waktu di dalam Desa tadi.
Melihat Riak Wajah Pemuda itu yang masih tenang, membuat Pria yang selaku pemimpin kelompok itu merajut alisnya, "Bocah, jika kau tidak mau mati, maka beritahu dimana wanita yang bersamamu tadi, dan serahkan semua hartamu." Jelasnya penuh percaya diri.
Pemimpin kelompok itu tidak mengetahui bahwa gadis yang membunuh anggotanya berada di Ranah Dou Houang, hingga membuatnya percaya bahwa ia bisa membalaskan dendam pada gadis itu.
Dan saat mereka mencoba melihat kultivasi Xiao Cai, mereka tidak bisa melihat kultivasinya.
Oleh karena itu mereka beranggapan bahwa Xiao Cai adalah Tuan Muda sampah yang dikawal oleh Seorang Gadis, hal itu juga membuat mereka yakin dengan 20 Orang bisa membunuh Xiao Cai.
"Oh, jika aku tidak mau?" Jawab Xiao Cai sambil tersenyum misterius.
Hanya sekelompok orang Ranah Dou Zhe berani-beraninya bertindak angkuh didepannya, bahkan seorang Dou Di didepannya bisa ia buat tewas dalam sekejap.
"Kalau begitu, bunuh pemuda itu!" Teriak Pemimpin itu.
Wush!
Sekelompok Orang itu segera menyerang Xiao Cai dari tiap sudut dengan Sebilah Pedang yang sudah dialiri Douqi di tangan mereka masing-masing ...
Saat Pedang-pedang itu hendak mengenai dan menusuk Tubuh nya, Xiao Cai dengan Wajah acuh tak acuh segera menghilang dan berpindah tempat dalam sekejap ...
Wush!
Sambil menghilang, ia kembali muncul dengan mengepalkan tinjunya, lalu ia memukul keras satu persatu orang dari kelompok itu ...
Baam!
Xiao Cai bergerak menghilang di satu tempat dan muncul kembali di tempat lain sambil memukul mereka satu persatu.
Dan hanya melakukan gerakan bosan, ia sudah membunuh 10 orang dalam sekejap mata.
[Dudu ~ Selamat Tuan telah membunuh 10 Orang Level Dou Zhe, Tuan mendapatkan 5000 Point Sistem.]
Suara deringan sistem terdengar didalam kepalanya, lalu ia hanya berdiri tegap tenang menatap sisa 10 Orang lagi dengan wajah acuh tak acuh.
"Sial, aku kira pemuda itu tidak kuat sama sekali." Ucap Pemimpin kelompok itu dengan wajah kesal dan terkejut.
"Tsk, Apakah kalian sudah selesai bermainnya?" Ucap Xiao Cai dengan riak wajah yang sangat meremehkan melihat kearah mereka.
Melihat ia tidak berhasil membunuh pemuda itu, malah kelompoknya yang sepertinya datang menyerahkan nyawa kepada pemuda itu, membuat ia ketakutan, dan segera berkata, "Cih, tunggu saja pembalasan dari kami, bocah."
Lalu segera Pemimpin berbaju hitam dan 9 orang yang tersisa hendak bergegas pergi melarikan diri, tetapi pada saat mereka hendak melarikan diri ...
Wush!
Xiao Cai menghilang dari tempat ia berdiri dan muncul dihadapan mereka satu persatu dengan sangat cepat.
"Apakah kalian berpikir bisa datang dan pergi sesuka hati kalian ..." Dengan wajah acuh tak acuh, ia melayangkan sebuah pukulan ke Dada Pemimpin kelompok itu.
"T-Tung..."
Baam!
Xiao Cai membunuh Pemimpin dan 9 Orang yang tersisa dari kelompok itu hanya dalam satu helaan nafas.
[Dudu ~ Selamat Tuan telah membunuh 10 Orang Tingkat Dou Zhe, Tuan mendapatkan 5000 Point Sistem.]
Xiao Cai mengabaikan suara sistem yang berdering didalam kepalanya, lalu ia bergegas duduk dibawah pohon sembari menunggu Xiao Wu kembali.
....
Tuk! Tuk!
Tidak berselang lama, terlihat Xiao Wu sedang berjalan menghampiri kearah Xiao Cai dengan memegang dua tali yang mengikat Dua Ekor Kuda itu ...
"Huft, Tuan saya sudah membeli Dua Ekor Kuda." Sedikit menghela nafas, Xiao Wu berbicara kepada Xiao Cai yang sedang memejamkan mata dibawah Pohon.
Membuka mata yang terpejam, ia membalas, "Bagus, terima kasih, Xiao Wu." Jawabnya sembari melihat Dua Ekor Kuda itu.
Xiao Wu menganggukan kepalanya, lalu ia melihat tidak jauh disekitarnya dan ia berkata, "T-Tuan itu ..." ia terkejut melihat beberapa mayat yang tergeletak.
"Tidak apa-apa, hanya sekolompok orang idiot saja." Jelas Xiao Cai sambil bangkit berdiri.
"Maaf, saya tidak berada di samping anda ketika anda dalam bahaya, Tuan." Jelas Xiao Wu sedikit tertunduk merasa bersalah.
"Sudah, tidak apa-apa. Ayo, kita berangkat." Ucapnya sambil melompat menaiki salah Seekor Kuda.
"Baik, Tuan."
"Ada Kuda makan coklat, mari kita berangkat!" Ucapnya sambil menarik Tali Pelatuk Kuda yang dinaiki.
Hiya!
Tuk! Tuk!
Sambil mendengkur, Dua Ekor Kuda menghentakkan kakinya dan segera berlari dengan cepat yang terdapat Xiao Cai dan Xiao Wu sedang duduk diatas masing-masing Kuda itu.
......................
Beberapa jam pun telah berlalu, Hari sudah mulai Malam.
Xiao Cai dan Xiao Wu yang telah menempuh beberapa jam perjalanan pun tiba di Satu Kota.
"System, Kota apa yang ada di depanku?" Tanya Xiao Cai kepada sistem.
[Dudu ~ Kota yang berada dihadapan Tuan adalah Kota Sijan yang berbatasan dengan Kota Tian.]
Xiao Cai menganggukan kepalanya mendengar jawaban sistem, ia tersadar berarti ia sudah berada dekat dengan Kota Tian.
Menurut ingatan dari Pemiliki Tubuh yang ia tempati, bahwa Kota Tian berada dekat dengan Kota Sijan.
Kemudian, karena Hari sudah mulai malam dan gelap, ia memutuskan untuk beristirahat dan mencari tempat tidur di Kota Sijan, serta ia berencana hendak melanjutkan perjalanannya besok pagi.
Lalu Xiao Cai dan Xiao Wu bergegas melompat turun dari Kuda ...
Tap!
Tap!
Setelah melompat turun, Xiao Cai dan Xiao Wu melangkah berjalan hendak memasuki Kota, tetapi saat mereka baru tiba di Pintu masuk kota, mereka diberhentikan oleh beberapa prajurit yang sedang berjaga ...
"Hei, Kalian, berhenti ... tunjukan Tanda Pengenal kalian berdua." Ucap Salah Seorang Penjaga.
Melihat beberapa prajurit itu, Xiao Cai terdiam untuk sesaat, lalu ia berkata "Sistem, waktu itu aku mempunyai Lencana Pengenal, gunakan contoh Lencana Pengenal ku untuk membuatkan Xiao Wu replikanya." Ucapnya.
Ia teringat waktu itu ia sudah pernah membuat Tanda Pengenal saat memasuki Ibu Kota Kekaisaran Tang.
Dan karena Xiao Wu belum memiliki Tanda Pengenal, ia ingin sistem mereplikanya.
[Dudu - Memproses ... Selesai.]
[Dudu ~ 500 Point Sistem telah dipotong.]
Lalu Xiao Cai mengambil Dua Lencana dari balik kantong Celananya, dan menyerahkan ke penjaga itu ...
"Baik, Kalian Boleh masuk." Ucap penjaga itu yang telah mengetahui identitas Dua orang didepannya.
Sambil mengambil kembali identitasnya, Xiao Cai dan Xiao Wu berjalan memasuki Kota Sijan.
...
Walaupun Kota Sijan juga termasuk Kota Kecil, ia tidak menyangka Kota Sijan masih memiliki banyak bangunan yang berdiri megah dan mewah.
Setelah itu Xiao Cai dan Xiao Wu terus berjalan mengelilingi Kota Sijan, ia berhenti didepan Sebuah Bangunan 4 Lantai yang cukup megah dan mewah.
Ia melihat dan mengetahui Nama Bangunan itu "Penginapan Bulan Perak", lalu ia menoleh kesamping dan berkata, "Xiao Wu, kita akan bermalam disini, besok kita akan melanjutkan perjalanan kita. Tidak apa-apa, kan?" Tanyanya.
"Tidak apa-apa, Tuan. Saya mengikuti Tuan saja." Jawab Xiao Wu yang sedikit riak wajah lelah.
Tap!
Sambil menggelengkan kepala, Xiao Cai berjalan menitipkan Dua Ekor Kudanya kepada Penjaga Penginapan, lalu ia dan Xiao Wu bergegas masuk kedalam dan menuju Meja Resepsionis Penginapan.
...
Melihat Sepasang Pria tampan dan Wanita Muda cantik yang mengenakan pakaian bagus dan mewah, membuat Resepsionis Penginapan berpandangan seorang Tuan Muda dari keluarga besar sedang berkencan, segera ia berlari kecil menghampiri dan menyambutnya ...
"Selamat Datang Tuan dan Nyonya di Penginapan Bulan Perak kami. Apakah ada yang bisa saya bantu?" Ucap salah Seorang Resepsionis Penginapan dengan senyuman cerah.
"Kami ingin memesan Kamar, Apakah masih ada yang kosong?" Tanya Xiao Cai.
"Untuk berapa orang, Tuan?"
"2 Orang saja."
Lalu Resepsionis itu melihat Daftar list Kamar Penginapan yang masih kosong.
"Oh, maaf Tuan. hanya tersisa Dua Kamar VIP yang masih kosong."
Xiao Cai terdiam sesaat, dan lalu melanjutkan perkataannya, "Ya, kamar apa saja tidak masalah, yang penting ada Dua Kamar." Jelas Xiao Cai.
Mendengar pemuda itu memesan Kamar VIP dan bahkan tidak bertanya tentang harga Kamar VIP itu, membuat Resepsionis itu sedikit gugup, ia menjawab, "B-Baik, tunggu sebentar, Tuan." Ucapnya.
Xiao Cai menganggukan kepalanya acuh tak acuh, tapi segera keningnya berkerut ketika Seorang Pria seumuran dengannya tidak tau datang darimana menyelonong melewati sambil menyenggol bahunya.
Bukk!
"Nona Weiwei, Apakah kau membiarkan mereka berdua memesan kamar VIP yang sering aku pesan ..." Ucap Pria Mabuk berbaju mewah berwarna putih menghampiri Meja Resepsionis sambil menunjuk kearah Xiao Cai.
"Aku ingin memesan Dua kamar itu untuk aku bermalam dan bersenang-senang dengan teman-temanku." Lanjut Pria Mabuk yang sedang merangkul Para Gadis disampingnya.
Mendengar suara yang akrab, Resepsionis itu mendongak melihat ke depan, "Maaf Tuan Muda Yu Lei, Tuan dan Nyonya itu terlebih dahulu memesan Dua Kamar VIP itu." Jelas Resepsionis dengan profesionalitas kerja.
Mendapat jawaban seperti itu, sontak membuat Pria Muda itu yang bernama Yu Lei itu berbalik badan dan melihat ke Xiao Cai, "Siapa Pria ini? Mengapa aku tidak bisa melihat kultivasinya." Pikirnya didalam hati.
Ketika ia tidak bisa melihat kultivasi Xiao Cai, ia beranggapan bahwa Pria didepannya itu ialah hanyalah orang yang tidak memiliki kultivasi.
Lalu dengan wajah yang sombong dan penuh percaya diri, ia berkata "Hei, Bocah ... apakah kau tahu siapa aku?" Tanyanya.
Xiao Cai yang ditanyai, ia melihat wajah Pria mabuk didepannya itu, Lalu ia melihat kultivasi pemuda itu berada di Ranah Dou Shi*3.
Xiao Cai mengangkat bahu sambil menggelengkan kepalanya.
"Cih, dasar Pria Desa, asal kau tahu saja, ini adalah Tuan Muda Yu Lei, anak dari salah satu Tetua Luar Sekte Pedang Surgawi, Tetua Yu Mo." Jelas bawahan Yu Lei.
"Haha, sekarang kau sudah tahu bocah ... Lebih baik kau segera pergi dari sini." Tertawa menghina, Yu Lei membusungkan dadanya dengan penuh kesombongan.
Anak dari salah satu Tetua Luar Sekte Pedang Surgawi? Pantaskah bertindak sombong didepan Yang Mulia ini?
Mengetahui siapa pria didepannya, Xiao Cai hanya menampilkan wajah acuh tak acuh.
"Hei, itu Bukankah Tuan Muda Yu Lei ..."
"Siapa Pria didepannya itu ..."
"Sungguh kasihan Pemuda yang memesan Kamar VIP itu ..."
Beberapa pelanggan dan pengunjung Penginapan itu segera saling berbisik-bisik saat menebak kejadian sebentar lagi yang akan mereka lihat dan akibat yang akan Xiao Cai terima.
...
Setelah itu Yu Lei segera menghiraukan Xiao Cai, lalu ia mengalihkan pandangannya melihat Wanita cantik yang memiliki Kulit Putih sehalus Giok berdiri di samping Xiao Cai, segera Kedua Bola matanya terbelalak terkejut ...
"Siapa Wanita yang sangat cantik di samping Pria itu? Mengapa aku selama ini tidak pernah melihatnya ..." Fikir didalam hatinya.
"Salam, Nona Cantik ... Apakah anda baru datang ke Kota ini, Bolehkah saya mengetahui Nama anda?" Ia dengan penuh hawa nafsu menatap Xiao Wu.
Xiao Wu hanya diam, lalu ia berjalan kesamping dengan anggun sambil memegang tangan Xiao Cai, ia berkata, "Saya adalah milik Tuan saya." Ucap Xiao Wu dengan acuh tak acuh.
Xiao Cai melihat tindakan Xiao Wu, ia hanya menggelengkan kepalanya.
...
Mendapat jawaban yang tidak mengenakkan, sontak membuat ia marah dan kesal, "Nona, apakah kau mau sama pria desa itu, lebih baik kau tidur bersamaku, aku akan membuatmu puas dan aku bahkan bisa membuatmu bergelimang harta." Kata Yu Lei penuh percaya diri dan penuh kesombongan.
Xiao Wu semakin tidak tahan mendengar Tuannya dihina tepat didepan matanya, segera ia melepaskan genggaman tangannya, dan melihat kesamping sebentar,
merasa sedang ditatap, Xiao Cai menghela nafas ringan, kemudian ia acuh tak acuh berbalik badan, lalu ia berjalan mencari sebuah kursi yang tidak jauh dari situ.
Tap!
Xiao Cai duduk dikursi sambil melihat acuh tak acuh yang akan terjadi dihadapannya.
...
Melihat tindakan Tuannya, segera Xiao Wu memahami maksudnya, la segera kembali menatap kesal Yu Lei, ia berkata "Apakah kau tahu konsekuensi jika berani menghina Tuanku tepat didepan mataku ..." Xiao Wu penuh rasa amarah.
Wush!
Tanpa menunggu balasan Yu Lei, Ia segera melesat ke depan Yu Lei dan sedikit mengangkat kakinya, lalu ia menerjang Dada Yu Lei ...
Baam!
Yu Lei masih dalam keadaan mabuk segera tersadar saat sebuah tendangan menghantam dadanya ...
Uhuk!
Sambil terbatuk, ia terpukul terbang akibat tendangan Xiao Wu, membuat ia melesat cepat menghantam Sebuah Dinding ...
Boom!
Yu Lei menghantam Dinding Penginapan Dengan sangat keras hingga membuat Dinding itu roboh.
Wush!
Terlihat Yu Lei yang terbaring dilantai sudah pingsan dan tidak sadarkan diri.
"T-Tuan Muda Yu Lei ..." Teriak bawahan Yu Lei.
Merasa belum reda rasa kesalnya, Xiao Wu hendak melancarkan pukulan kedua pada Yu Lei, tetapi saat ia hendak melesat, ia dihentikan oleh Sebuah Suara ...
"Sudah cukup, Xiao Wu. Lepaskan saja dia." Ucap Xiao Cai sambil bangkit berdiri dari kursi, ia berjalan menghampiri Xiao Wu.
"Cih, Baik Tuan." Walaupun masih kesal, ia segera mengangguk dan kembali menenangkan diri.
Xiao Cai menggelengkan kepala melihat sikap Xiao Wu, lalu ia berjalan menghampiri Yu Lei yang sudah tidak sadarkan diri, sedikit berjongkok, ia mengambil cincin penyimpanan ditangan Yu Lei, dan Ia juga mengambil beberapa uangnya, lalu ia melihat ke arah bawahan Yu Lei ...
"Kau bawa pergi Tuan mu dari sini, sebelum aku bertindak membunuhnya." Jelas Xiao Cai acuh tak acuh kepada bawahan Yu Lei.
Setelah itu segera bawahan itu membawa Yu Lei yang tidak sadarkan diri keluar dari Penginapan.
...
"S-Siapa Wanita itu bisa membuat pingsan Tuan Muda Yu Lei dengan sekali pukulan ..."
"Dan kalian dengar, Wanita itu memanggil pria itu "Tuan", jika Wanita itu sudah sekuat itu, apalagi kekuatan Tuannya ..."
"Jangan sampai kita menyinggung mereka ..."
Melihat kejadian diluar dugaan perkiraan mereka, membuat Para pengunjung, pelanggan dan bahkan Pegawai Penginapan merasakan terkejut dan ketakutan melihat Dua orang itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...