
** Kota Tian.
Para penduduk Kota Tian dikejutkan dengan gelombang Aura Qi yang tiba-tiba memenuhi langit-langit kota, mereka juga merasa kaget melihat pertempuran yang terjadi di Halaman Keluarga Xiao.
Para penduduk juga melihat ribuan prajurit dan beberapa Ahli Dou Wang sedang bertempur dengan keluarga Xiao, itu membuat mereka merasa bergidik ketakutan dan tidak sedikit pula mereka merasa kasihan dengan nasib yang menimpa keluarga Xiao.
...****************...
** Kediaman keluarga Xiao.
Trang!
Terlihat Patriak Xiao Zhan dan Xiao Xin yang sudah sempat beradu pukulan dan telah beradu serangan dengan patriak Jie Lao dan Ba Shen, karena memiliki ranah yang sama, membuat mereka akhir nya seimbang dan menjauh sejenak.
Huft!
Patriak Xiao Zhan dan Xiao Xin sedang mengatur nafas sambil melihat Patriak Jie Lao dan Patriak Ba Shen dengan riak wajah dingin.
...****************...
** Diatas Langit.
"Huft, aku tidak menyangka meski pun aku berada dipuncak Ranah Dou Houang, baru melawan 5 orang saja dari 30 orang itu sudah membuat aku merasa kewalahan." Air keringat membasahi wajah nya, Xiao Wu bergumam didalam hati menatap 30 orang dihadapannya.
Pada awal nya Xiao Wu mendominasi pertarungan saat dia menghadapi 30 Ranah Dou Wang, tapi setelah berselang beberapa waktu, dia merasa kewalahan menghadapi Para Dou Wang itu. Meski pun ia memiliki Ranah Dou Houang *8, tetap saja akan sangat menyulitkan jika ia harus mengalahkan mereka semua.
"Gadis kecil, lebih baik kau menyerah saja, dan ikut lah bersama kami." Yu Mo melangkah maju dan tersenyum misterius melihat Xiao Wu.
Xiao Wu hanya menanggapi dengan riak wajah rumit dan penuh rasa kesal.
...****************...
** Halaman Keluarga Xiao.
Situasi rumit yang sedang dihadapi keluarga Xiao, membuat patriak Xiao Zhan berwajah gelap, ia melihat dan menatap ke tempat patriak Jie Lao dan Ba Shen berada tidak jauh dihadapannya.
"Haha, Bagaimana Xiao Zhan? Apakah kau masih berpikir bisa menghadapi kami semua?" Jie Lao meletakan kedua tangan ia di pinggang, ia berkata dengan nada sombong dan angkuh.
"Lebih baik kau terima saja kehancuran keluarga Xiao mu!" Lanjut Jie Lao meremehkan Xiao Zhan.
"Iya, jika kau tidak mau mati dan tidak mau melihat kehancuran keluarga Xiao mu, lebih baik kau serahkan kepala putra sampah mu itu kepada kami!" Ba Shen berteriak dengan nada sombong pada Xiao Zhan.
Xiao Xin berdiri di samping patriak Xiao Zhan, dia memiliki riak wajah dingin, ia berjalan selangkah maju ke depan, "Cih, jika kau mau membunuh putra kami, kau lewati dulu mayat kami berdua!" Teriak Xiao Xin dengan suara lantang.
Xiao Zhan menganggukan kepala pelan, ia menatap kedua patriak itu, "Sebelum kami mati, jangan harap kau bisa menyentuh sehelai rambut putraku!"
Drt!
Kemudian Xiao Zhan dan Xiao Xin hendak mempertebal Douqi mereka lagi.
tetapi saat mereka hendak mengeluarkan Douqi mereka, seorang pemuda muncul tiba-tiba di hadapan mereka berdua ...
..........
Tap!
Terlihat Seorang Pemuda tampan memiliki kulit putih sehalus giok berdiri tepat dihadapan Xiao Zhan dan Xiao Xin, dia mengenakan jubah berwarna merah yang sedang berkibar terkena hembusan angin, serta ia memiliki rambut panjang hitam legam terurai ke bawah sampai ke belakang punggung nya.
Pemuda itu memiliki riak wajah dingin dan dengan tatapan acuh tak acuh dia melirik dan ia menatap ke tempat Patriak Jie Lao dan Patriak Ba Shen untuk sesaat.
Kemudian, ia berbalik badan dan mengalihkan pandangannya, dengan wajah dingin yang cepat berubah menjadi wajah yang penuh kelembutan, ia melihat dua sosok didepannya, ia tersenyum hangat menatap dua sosok paruh baya itu, "Ayah, Ibu ... Apakah aku datang terlambat?" Ucap nya pada Patriak Xiao Zhan dan Xiao Xin.
.........
Melihat sosok pria muda tampan yang mereka kenali tiba-tiba berdiri di hadapan mereka dan berbicara dengan nada lembut, Xiao Zhan melihat dan menatap pemuda itu,
"Cai Er ... Akhirnya kau datang, nak." Xiao Zhan tersenyum hangat pada putranya.
Pemuda yang muncul itu tidak lain, ialah Xiao Cai.
Xiao Cai bergegas kembali menuju kediaman keluarga Xiao nya saat ia merasakan Aura Qi dalam jumlah banyak sedang mendatangi dan berkumpul di Kediaman Keluarga Xiao.
"Kau tidak terlambat, Cai Er." Xiao Xin juga bernafas lega dan ia tersenyum hangat melihat sosok putra nya.
Xiao Cai menganggukan kepala pelan, ia melihat dengan penuh kelembutan wajah kedua orang tua nya, "Ayah, Ibu ... Selanjutnya, serahkan saja urusan disini padaku ..." Ucap Xiao Cai dengan riak wajah kembali dingin.
"Ta-tapi Cai Er, Kedua Patriak itu memiliki pasukan berjumlah sangat banyak ..." Xiao Xin menatap anak nya dengan seduh.
Meski pun dia mengetahui bahwa kekuatan anak nya jauh di atas nya, dan ia juga mengetahui bahwa putra nya sudah sangat banyak membantu sejak kepulangan putra nya.
Walaupun putra ia sangat kuat, Tetap saja naluri seorang ibu kepada anak nya selalu merasa khawatir jika melihat putra nya akan menghadapi musuh-musuh dalam jumlah yang banyak.
"Bahkan, diatas langit masih ada Tetua Yu Mo dan beserta Tetua luar lain yang berasal dari Sekte Pedang Surgawi, dan juga Wu Er sedang menghadapi ke 30 orang Ranah Dou Wang itu." Xiao Zhan juga merasa khawatir pada putra nya.
Sesaat Xiao Cai mengalihkan pandangan nya, ia melihat ke atas langit, ia menatap Xiao Wu yang sedang kewalahan menghadapi Tetua Yu Mo beserta 29 orang lain nya, kemudian Xiao Cai kembali melihat wajah kedua orang tua nya,
"Ayah, Ibu ... Jangan khawatir, semua nya pasti baik-baik saja. Kalian duduk tenang sambil menikmati teh saja." Ucap Xiao Cai dengan lembut pada orang tua nya
"Ai ... Baiklah kalau begitu ... Ayah dan ibu akan membantu Tetua Xiao An, Xiao Bu dan orang dari keluarga Xiao lain nya ..." Xiao Zhan sedikit menghela nafas ringan, ia tidak bisa membujuk putra nya yang sudah berkata dengan penuh keyakinan.
"Cai Er ... Hati-hati ya, nak." Xiao Xin berkata dengan lembut, ia membelai wajah putra nya.
Xiao Cai membalas dengan anggukan kepala pelan, kemudian ia melihat ke arah pasukan keluarga Xiao yang sedang terdesak, memiliki riak wajah tak acuh, ia berkata,
"Xiao Ying, keluarlah!" Kata Xiao Cai dengan pelan.
Wush!
Sebuah sinar terang dari kehampaan muncul sedikit menyilaukan pandangan di tempat itu, terlihat sosok gadis cantik dewasa bergaun merah muncul dari kehampaan itu.
"Hamba Xiao Ying, menghadap ke Tuan Muda Xiao Cai."
Terlihat sosok gadis Xiao Ying yang sedang berlutut, ia memberikan salam dengan penuh hormat pada Xiao Cai.
Xiao Cai menganggukan kepala pelan, ia melihat dan menatap ke kedua orang tua nya,
"Ayah, Ibu ... Perkenalkan, wanita ini adalah Xiao Ying, dia adalah bawahan sekaligus rekanku." Ucap Xiao Cai memperkenalkan Xiao Ying pada kedua orang tua nya.
.........
Mendengar suara Tuan nya, segera Xiao Ying mengalihkan pandangan, ia melirik ke arah kedua orang tuan nya, ia berlutut dengan penuh hormat,
"Salam Tuan besar, Nyonya besar ... Saya Xiao Ying, bawahan tuan muda Xiao Cai." Ucap Xiao Ying.
Xiao Zhan dan Xiao Xin melihat sosok cantik yang tiba-tiba saja muncul dari kehampaan, mereka berdua kaget mendengar bahwa wanita dewasa cantik itu seorang bawahan putra nya, bahkan ketika mereka mencoba melihat kultivasi gadis itu, mereka merasa terkejut karena tidak bisa melihat kekuatan gadis itu.
Patriak Xiao Zhan dan Xiao Xin hendak bertanya tentang hal itu kepada putra nya, tetapi mereka berdua urungkan niat nya, karena putra mereka berdua sudah beberapa kali membuat mereka terkejut hingga membuat mereka hampir pingsan.
.........
Kemudian, Xiao Zhan dan Xiao Xin melirik dan melihat Xiao Ying,
"Berdiri lah nak, jangan terlalu bersikap sopan pada kami." Ucap mereka berdua sembari membantu Xiao Ying berdiri.
Kemudian Xiao Ying yang telah dibantu berdiri, ia melihat dan menatap Tuan nya, "Ada apa, tuan muda memanggil Ying Er?" Tanya Xiao Ying.
"Aku ingin kau membunuh seluruh prajurit yang sedang menyerang keluarga Xiao ku." Jelas Xiao Cai dengan acuh tak acuh pada Xiao Ying.
"Ba-baik, Tuan muda." Xiao Ying menganggukan kepala dengan cepat.
Ia terkejut melihat aura yang keluar dari dalam tubuh tuan nya sangat besar, ia berpendapat kali ini pasti Tuan nya yang biasa nya sangat lembut telah sangat marah.
..........
Xiao Cai merasa puas mendapat jawaban yang diberikan Xiao Ying, ia melihat dan menatap wajah kedua orang tua nya sesaat sebelum ia berbalik badan.
ia memiliki riak wajah dingin dan tatapan acuh tak acuh, Xiao Cai melirik dan menatap ke kedua patriak Jie Lao dan Patriak Ba Shen dengan melengkungkan sudut bibir ia ke atas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
#BERSAMBUNG ...
.
.