System : Adventure Of Cultivation

System : Adventure Of Cultivation
Ch.68 - Sebuah Masalah di Rumah Lelang


**Rumah Lelang.


Terlihat didalam sebuah ruangan, terdapat 2 siluet manusia sedang duduk di kursi sambil menikmati minuman yang tersedia diatas Meja.


Terdengar Kedua orang itu sedang membahas tentang pelelangan, tapi segera pembahasan mereka berdua terhenti, mereka berdua menoleh dan melihat ke pintu masuk, mereka melihat seorang Pegawai terburu-buru melangkah masuk ke dalam ...


"Huft, Huft ... Ga-Gawat, Nona Feifei, Tuan Yuan Ki ..."


Pegawai wanita itu sedang mengatur nafas, ia memiliki riak wajah penuh ketakutan saat menatap dua atasannya.


Kedua sosok yang sedang berbicara itu, ialah Feifei dan Yuan Ki.


Merajut alisnya, Feifei menatap ke pegawai wanita itu, "Ada hal apa hingga membuatmu sangat tergesa-gesa masuk sampai lupa tidak mengetuk pintu dan tidak memberi salam terlebih dahulu?" Tanya Feifei.


"Maafkan saya, Nona Feifei, Tuan Yaun Ki ..."


"Ai ... Sudahlah, ada apa sebenarnya?"


"Ii-Itu ... Dua penjaga kita yang sedang berjaga di pintu masuk rumah lelang telah tewas dan terbunuh karena menghina Tuan Muda dari keluarga Xiao ..."


"Bahkan, sekarang di Aula lantai 1 sedang terjadi keributan besar, antara Tuan Muda dari Keluarga Xiao dengan Tuan Muda keluarga Ba dan Nona Muda keluarga Jie." Jelas pegawai itu dengan riak wajah cemas.


"Ap-Apa!"


Mendengar perkataan bawahan itu, sontak membuat Feifei dan Yuan Ki merasa terkejut, mereka berdua berdiri dan bangkit dari kursi, lalu mereka saling memandang.


Feifei mengerutkan keningnya, "Cih, sudah aku bilang kepada kalian sebelumnya, jangan pernah memprovokasi Tuan Muda dari Keluarga Xiao."


Feifei telah memberitahukan kepada semua bawahan nya, bahwa jangan ada yang berprilaku tidak sopan kepada Tuan muda Keluarga Xiao, walaupun semua orang di Kota Tian mengenal Tuan muda Xiao Cai sebagai seorang sampah, ia sangat mengetahui siapa sosok dibelakang Keluarga Xiao sekarang, yaitu Seorang Ahli Dou Houang misterius.


"Ga-Gawat, Nona ... Kita harus segera kesana dan menghentikan pertarungan itu, jika tidak aku tidak tahu lagi bagaimana nasib rumah lelang ini."


Feifei menganggukan kepala setuju.


Setelah itu Feifei, Yuan Ki dan Pegawai wanita itu bergegas pergi menuju Aula lantai 1.


...****************...


*Kembali ke MC.


Xiao Cai dengan acuh tak acuh menoleh dan ia melihat rombongan Keluarga Jie dan Keluarga Ba telah datang.


"Yoww, ternyata dua keluarga besar sudah tiba." Ucap Xiao Cai dengan sudut mulut bibir sedikit terangkat ke atas.


Mendapati bahwa Xiao Cai tidak merasa takut sama sekali dengan kedatangan mereka semua, membuat seorang Pria paruh baya memiliki tubuh gemuk kesal dan marah,


"Hei, bocah ... Apakah kau yang membuat putra ku terluka dan pingsan hingga tidak sadarkan diri?" Kesal pria paruh baya gemuk itu, yang tidak lain adalah Patriak Jie Lao.


Dia mendapati sosok putra ia sudah dipenuhi dengan luka lebam, bahkan putra ia sudah terbaring di lantai dan tidak sadarkan diri.


"Iya, Sampah. Berani sekali kau melukai putri ku!" Patriak Ba, Shen Ba juga menatapnya dengan penuh kesal.


Shen Ba yang berada di samping patriak Jie Lao juga merasakan amarah dia memuncak ketika melihat sosok putri ia pingsan dan terbaring tidak sadarkan diri di sudut dinding.


"Ai ... Putra dan putri kalian saja yang sudah salah menyinggung orang." Xiao Cai menggelengkan kepala sambil tersenyum meremehkan menatap Kedua patriak itu.


"Itu bukankah rombongan Kedua Patriak dari Dua Keluarga besar di Kota Tian ..."


"Iya, itu adalah Patriak Jie Lao dan Patriak Shen Ba ...


"Tamatlah riwayat sampah itu sekarang ..."


Semua orang melihat Xiao Cai tidak merasa takut sama sekali berhadapan dengan Dua patriak dari keluarga besar, segera mereka merasa terkejut dan menduga bahwa nasib Xiao Cai semakin buruk.


...


"Kalian, segera bawa pulang putraku Xuan Ba, dan segera obati dia ..." Patriak Ba menoleh ke para bawahannya.


Begitu juga dengan Patriak Jie Lao, dia menyuruh bawahan ia untuk membawa pulang putri nya dan menyuruh mereka segera mengobati putrinya.


Kemudian, Bawahan kedua Patriak itu segera membawa Tubuh Xuan Ba dan Wantia Jie pulang ke rumah mereka masing-masing.


Patriak Shen Ba mengalihkan pandangan, ia kembali menatap Xiao Cai dengan penuh amarah,


"Bocah, aku akan membunuhmu!"


Mendengar jawaban yang meremehkan dari Xiao Cai, membuat Patriak Shen Ba hendak melesat bergegas menyerang Xiao Cai.


"Bocah, sampah sialan. Aku juga akan membunuhmu!"


Patriak Jie Lao juga hendak menyerang Xiao Cai sambil mengeluarkan Qi yang dipenuhi aura intimidasi.


Xiao Cai masih berdiri dengan tenang menatap dua patriak itu yang hendak menyerang, ia hanya menatap dengan acuh tak acuh.


...****************...


Saat Kedua Patriak itu hendak bergegas menyerang, sebuah suara tiba-tiba terdengar memenuhi Aula Lantai 1,


"Patriak Jie Lao, kalian sungguh berani membuat keributan disini ..."


Seorang Gadis cantik berjalan dengan anggun, dia mengenakan pakaian seksi dan terbuka, ia berjalan menghampiri dan mendatangi mereka.


"Apakah kalian sudah sangat kuat hingga membuat kalian telah menjadi sangat berani memprovokasi cabang keluarga Huang ..."


Sembari mengerutkan kening di dahinya, Seorang Pria paruh baya berjalan di samping gadis seksi itu juga menghampiri dan menatap ke arah mereka.


"None Feifei ... Sungguh, saya tidak berniat membuat masalah disini, hanya saja ... Bocah sampah itu telah memprovokasi putra ku, hingga membuat putra ku terluka dan tidak sadarkan diri."


Patriak Jie Lao mengalihkan pandangan, ia menatap Feifei dengan wajah yang penuh nafsu sembari menggerakan jari telunjuk, ia menunjuk ke arah Xiao Cai berdiri.


"Benar, Nona Feifei cantik. Pemuda sampah itu juga telah membuat putriku terluka dan tidak sadarkan diri."


Riak wajah yang berubah, Shen Ba juga melihat ke arah sosok gadis cantik seksi itu dengan penuh nafsu.


"It-Itu ..."


Feifei merasa terkejut mendengar perkataan itu, ia mendengar bahwa Xiao Cai telah membuat putra dan putri dari dua keluarga besar sampai tak sadarkan diri.


ia mengalihkan pandangan ke samping, ia menatap pemuda yang memiliki wajah sangat tampan sedang berdiri tidak jauh dari hadapannya, ia dengan tatapan terkejut melihat ke sosok pemuda itu.


"Sa-Salam, Tuan Muda Xiao Cai, saya tidak mengetahui anda sudah datang dan sudah tiba disini." Ucap Feifei penuh dengan hormat sembari menangkupkan kedua tangan.


Xiao Cai yang hanya berdiri tenang dan sedang menatap acuh tak acuh kepadanya.


"Sial, mengapa aku selalu hampir mimisan setiap aku bertemu wanita ini."


Xiao Cai menatap Gadis Feifei yang sedang menatap pada dirinya, itu membuat ia mengutuk di dalam hati.


Dia masih tidak bisa merasa tenang jika bertemu gadis itu, ia melirik dan melihat melewati bawah leher putih anggun, ia hampir dibuat mimisan kembali melihat belahan yang terlihat jelas didada gadis itu.


Kemudian, Xiao Cai telah menenangkan diri kembali, dia menganggukan kepala ia dengan acuh tak acuh.


...


"Mohon maafkan kami yang tidak mengetahui kedatangan dan segera menyambut anda, Tuan Muda Xiao Cai."


Yuan Ki juga berkata dengan penuh hormat sembari membungkuk kan badannya.


Tentu saja, ia tidak berani memprovokasi sosok pemuda yang sedang berada di hadapannya, ia mengetahui bahwa sosok pemuda itu adalah murid dari Ahli Dou Houang misterius.


"Bukankah itu Nona Feifei gadis tercantik di Kota Tian ..."


"Iya ... Bagaimana bisa dewi ku meminta maaf kepada seorang sampah ..."


"Oh, bahkan Nona Feifei tidak menghiraukan Kedua Patriak dari Dua keluarga besar ..."


"Hubungan apa yang dimiliki sampah itu dengan Nona Feifei itu..."


Semua orang melihat kedatangan Feifei dan Yuan Ki merasa terkejut, mereka tidak menyangka bahwa Feifei dan Yuan Ki tidak marah atas perilaku Xiao Cai, bahkan mereka berdua sampai meminta maaf dan sangat menghormati Xiao Cai yang hanya seorang sampah.


...


Feifei mengerutkan dahinya, ia mendengar pembicaraan orang-orang yang berada disini sedang membicarakan dirinya, ia segera melihat Yuan Ki dan menganggukan pelan kepala nya.


Feifei melihat dan menatap ke wajah semua orang di aula lantai 1, "Semua orang, siapa saja yang berani membuat kekacauan di rumah lelang, aku akan menyampaikan kepada Patriak Huang yang berada di Ibu Kota kekaisaran, bahwa kalian tidak menganggap wajah mereka ..."


"Dan untuk kalian berdua, lain kali jangan bertindak sesuka hati kalian disini, putra dan putri kalian lah yang terlebih dahulu bertindak memprovokasi, jika kalian masih berani membuat masalah di Rumah lelang ..."


Dengan wajah yang mempesona, Feifei mengalihkan pandangannya, ia melihat ke tempat Patriak Jie Lao dan Patriak Shen Ba berada.


"Aku tidak segan-segan berurusan dengan keluarga kalian berdua." Jelasnya dengan memberikan wajah yang mengancam.


Riak wajah Patriak Jie Lao dan Patriak Shen Ba segera berubah menjadi pucat, mereka berdua dipenuhi dengan perasaan takut, mereka tahu siapa sosok dibalik Rumah Lelang itu, segera mereka berdua menangkupkan kedua tangan sembari memohon maaf,


"Ba-baik, Nona Feifei ... Kami tidak akan berani."


Kemudian, Patriak Jie Lao melirik ke arah Xiao Cai, ia tersenyum misterius,


"Cih, lihat saja nanti kau sampah, jika kau keluar dari rumah lelang, aku akan membunuhmu ..." Batin Jie Lao yang dipenuhi dengan rasa amarah dan kesal didalam hatinya.


"Baiklah, pelelangan akan dimulai beberapa menit lagi, jika kalian hendak ikut menghadiri dan berpartisipasi di pelelangan, segera kalian menaiki tangga hingga ke lantai 4, disitu adalah tempat pelelangan akan diselenggarakan." Jelas Yuan Ki kepada semua orang.


...


"Tu-Tuan muda Xiao Cai, bisakah anda mengikuti saya ke suatu ruangan sebentar?" Dengan Riak Wajah sedikit gugup, Feifei kembali melihat ke sosok Xiao Cai.


"Oh, bisa." Jawab Xiao Cai dengan anggukan kepala secara acuh tak acuh.


"Mari, Tuan Muda."


Kemudian Xiao Cai dan Feifei berbalik badan, mereka berdua berjalan pergi meninggalkan dan menghiraukan semua orang yang berada dilantai satu.


...


"Cih, dasar sampah tidak tahu diri. Berani sekali dia mendekati Dewi Feifei ..."


"Awas saja kau, sampah. Setelah pelelangan ini selesai, kami akan membunuhmu dan beserta seluruh keluargamu."


Semua pengunjung, Patriak Jie Lao dan Patriak Shen Ba mengutuk kesal melihat kepergian Feifei dengan Xiao Cai.


...****************...


.


.


.