
Terlihat tubuh seorang pemuda tampan yang dipenuhi dengan luka dan tidak sadarkan diri sedang melesat sangat cepat melewati ruang-ruang kehampaan.
Pemuda itu ialah, Xiao Cai.
Setelah ia kalah telak menghadapi kaisar dewa Zhin Poh, dan setelah perempuan misterius tiba-tiba menyelamatkannya, tubuhnya dengan sendirinya terbang merobek dan melewati kehampaan ruang, dan menuju Dunia Xingchen.
.........
** Halaman Luar Kota Tian.
Tap!
Terlihat Xiao Zhan sedang berdiri tegap sambil memasang wajah penuh amarah menatap Matriak Sekte Pedang Surgawi yang sudah mereka kalahkan dan sedang terikat kuat dengan sebuah tali Douqi dari dua bawahan Xiao Wu.
Untung saja dia masih bisa mengendalikan rasa amarah didalam hatinya. Walaupun Sekte Pedang Surgawi telah berperang dengan Keluarga Xiao nya, karena suatu alasan tertentu ia tidak mau bertindak sembarangan terhadap Yu Mei.
"Ai ... Apa yang harus aku lakukan terhadap Matriak Sekte Yu Mei itu ya? Apakah aku bunuh saja atau bagaimana? Hm, semua permasalahan ini berawal dari ketika Cai Er dengan Tetua Sekte Pedang Surgawi berselisih, lebih baik aku memutuskan hal ini saat Cai Er kembali saja." Ia menghela nafas ringan.
Walaupun dihadapannya adalah Yu Mei seorang pemimpin Sekte Pedang Surgawi, ia mengetahui bahwa peperangan itu terjadi bukanlah keinginan dari Yu Mei sendiri.
Ia mengetahui bagaimana beratnya menjadi seorang pemimpin, pasti ada saatnya ketika ia harus mengambil keputusan yang bertolak belakang dengan keinginannya, dan membuatnya mau tidak mau harus mengambil keputusan berat itu.
"Matriak Sekte Yu Mei, sebelumnya aku tidak pernah memiliki masalah denganmu, aku juga tidak pernah menganggu ataupun memprovokasi orang-orang dari sekte anda, tetapi karena Sekte Pedang Surgawi anda telah berani memandang rendah dan memprovokasi Keluarga Xiao ku, jangan anda berpikir bahwa Keluarga Xiao ku bisa dengan mudah kalian pandang sebelah mata, dan sekarang lihatlah apa yang terjadi dengan Sekte Pedang Surgawi anda." Kata Xiao Zhan pada Yu Mei.
Mendengar perkataan Xiao Zhan itu, Yu Mei mendongakkan lesu kepalanya keatas, dia hanya melirik Xiao Zhan sebentar sebelum ia hanya terdiam tanpa membalas perkataan Xiao Zhan. Lalu pandangan matanya kembali menatap kebawah.
"Saat ini aku tidak akan membunuhmu, aku akan menunggu putraku Xiao Cai kembali dari pertarungannya, dia yang akan menentukan nasibmu selanjutnya." Lanjut Xiao Zhan dengan dingin.
Yu Mei hanya terdiam mendengar penuturan Xiao Zhan, tapi dibalik diamnya itu, hati dan perasaannya kini telah hancur, ia merasa sedih saat melihat seluruh anggota Sekte Pedang Surgawi nya telah tewas dan mati akibat peperangan yang baru saja terjadi.
Ini bukanlah keinginannya sendiri untuk menyalakan api peperangan dengan Keluarga Xiao, ia tetap tidak menyangka bahwa keberadaan kuat seperti Sekte Pedang Surgawi akan kalah telak melawan Keluarga Xiao yang notabenenya hanya salah satu keluarga besar yang berada di kota kecil.
Dilain sisi, ia merasa sangat khawatir kepada Xiao Cai, mengapa sampai saat ini Xiao Cai belum kembali menampakkan diri. Ia telah merasakan Aliran Qi dari gurunya, Yu Shan telah lama hilang dan tidak lagi bisa ia rasakan. Hal itu membuatnya mengetahui bahwa gurunya Yu Shan telah kalah dan tewas di pertempuran.
"Argh, mengapa semua ini menimpa diriku!"
Seketika hatinya menjadi sangat hancur, ia tidak tahu apa yang hatinya sedang rasakan, ia dilanda perasaan bersalah atas semua kejadian yang terjadi. Apalagi, ia memiliki perasaan terhadap Xiao Cai sejak pada pandangan pertama bertemu.
Ia pun merasa dirinya tidak tahu bagaimana cara membalas budi, bahkan hidupnya pernah diselamatkan oleh Xiao Cai.
Lalu, dengan perasaan rumit ia menatap ke Xiao Wu yang berdiri di samping Xiao Zhan dengan penuh cemburu, dan yang sedang menatap kearahnya juga.
.........
Xiao Wu sedikit merasa benci dan penuh kekesalan didalam hatinya, dia sedang menatap Yu Mei dengan wajah gelap, apalagi ketika Yu Mei tiba-tiba balik menatapnya juga, seketika naluri wanitanya menemukan sesuatu dari tatapan mata Yu Mei, "Apakah dia juga menyukai Cai Gege? Jika iya, mengapa ia malah menyerang Keluarga Xiao? Aku tidak mengerti, yang penting jangan sampai aku kalah darinya." Batin Xiao Wu.
Ia merasa heran dengan Yu Mei. Bagaimana bisa Yu Mei yang terlihat jelas diwajahnya yang mengatakan bahwa dia menyukai Xiao cai, malah tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan penyerangan Sekte pedang Surgawi ke Keluarga Xiao.
Walaupun ia memiliki dendam dan menyimpan kebencian terhadap Yu Shan guru Yu Mei yang telah ikut membunuh ibunya, tetapi ia tetap mencoba menahan rasa amarah dan mencoba mengontrol emosinya.
Dikarenakan tidak pantas baginya untuk mengambil tindakan dan mengambil keputusan apa yang diberikan pada Yu Mei, sedangkan Xiao Cai tidak berada disana.
Lalu, Xiao Wu dengan anggun menoleh kesamping sebentar, "Paman Sun Ki, aku perintahkan anda agar segera pergi melenyapkan Sekte Pedang Surgawi, dan ambil semua harta benda berharga yang mereka miliki!" Titah Xiao Wu pada salah seorang dari dua orang yang sedang berdiri diam dibelakangnya, yaitu Sun Ki.
"It- itu, baik Yang Mulia Ratu."
Sun Ki mendapat sebuah perintah dari Nona mudanya, sekaligus pemimpin Pasukan Beast Spirit sebelum kepimpinan beralih ke tangan Xiao Cai, ia merasa terkejut mendengar Xiao Wu memberi perintah seperti itu kepadanya tanpa menunggu Xiao Cai kembali terlebih dahulu.
Setelah ia memikirkan kembali dendam apa yang Xiao Wu dan Para Beast Spirit dari Soul Land miliki terhadap Sekte Pedang Surgawi, lantas ia pun tidak menolak dan menerima perintah Xiao Wu dengan senang hati.
Segera ia memberi hormat kepada Xiao Wu dan Xiao Zhan terlebih dahulu sebelum ia melesat menghilang dalam sekejap mata dari sana.
.........
Long Tian juga berada disana, dia hanya mendengar dan hanya memperhatikan Xiao Wu memberi sebuah perintah kepada Sun Ki. Ia merasa bingung, mengapa Xiao Wu memberikan perintah seperti itu. Ia pun melangkah pelan maju ke depan, lalu ia membungkukkan setengah badannya penuh hormat,
"Maaf Nona Muda, apa anda serius memberi perintah seperti itu? Apa tidak sebaiknya kita menunggu Yang Mulai Xiao Cai kembali terlebih dahulu?" Tanyanya pada Xiao Wu dengan nada sopan.
Xiao Wu melirik Long Tian, Ia tersenyum, "Jangan khawatir paman Long, jika Cai Gege marah atas perintah yang telah aku berikan pada Paman Sun Ki, aku akan menanggung konsekuensinya." Jelas Xiao Wu.
Long Tian pun menganggukan pelan kepalanya. Dengan penuh hormat, ia kembali melangkah mundur kebelakang dan diam tidak berbicara.
.........
Kemudian, pandangan Xiao Wu beralih menatap Xiao Zhan, "Ayah, maafkan aku, jika aku memberi perintah seperti itu kepada Paman Sun Ki." Ucapnya dengan penuh lembut.
"Ai ... Tidak apa-apa, nak. Walaupun aku tidak mengetahui dengan pasti masalah apa yang kau miliki dengan Sekte Pedang Surgawi, aku tetap mempercayai dan mendukung semua tindakan yang kau lakukan itu ..."
"Dan jika nanti Cai Er kembali, aku akan memberitahukan kepadanya tentang ini, apalagi dengan begitu dunia ini akan tahu, meskipun Keluarga Xiao ku bukanlah suatu keberadaan yang kuat di Benua Xingchen, khususnya berada di Kekaisaran Tang, Belum tentu apabila kita yang lemah jika disakiti terus menerus akan membiarkan sikap mereka dan hanya diam saja kita ditindas oleh mereka." Jelas Xiao Zhan dengan panjang lebar.
"Terimakasih, Ayah." Ucap Xiao Wu dengan penuh terimakasih.
Lalu ia kembali mengalihkan pandangannya, ia menatap Yu Mei dengan penuh lekat, "Nona Yu Mei, aku memiliki sebuah dendam yang teramat dalam terhadap gurumu, tapi aku tidak akan bertindak kejam padamu atau membalaskan dendam yang aku punya dengan cara membunuhmu, sebagai ganti dendam atas kematian ibuku, keberadaan Sekte Pedang Surgawi mu harus lenyap dari muka dunia ini, dan setelah ini pula dendam antara aku dengan kalian cukup berakhir sampai disini." Jelasnya pada Yu Mei.
"An- anda!" Yu Mei dibuat kesal saat mendengar perkataan Xiao Wu barusan.
Segera ia mencoba menghancurkan dan mencoba melepaskan Tali Douqi yang sedang mengikat erat tubuh halusnya. Namun, tetap saja ia tidak bisa melepaskan diri dan menghancurkan tali itu.
Ia pun kembali terduduk lemas. Ia tidak membenarkan tindakan apa yang dilakukan Sekte Pedang Surgawi nya terhadap Keluarga Xiao Cai, tapi ia tetap enggan dan tidak bisa membiarkannya Sekte Pedang Surgawi nya dilenyapkan begitu saja.
Bagaimanapun, Sekte Pedang Surgawi itu tempat ia dibesarkan dan menjadi tempatnya berlatih hingga bisa mencapai titik sekarang. Dengan berat hati dan penuh pasrah, ia hanya bisa kembali terdiam dan tertunduk sedih menatap kebawah.
.........
Duar!
Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan sebuah suara ledakan yang berasal dari atas langit, tempat mereka sedang berdiri.
Ledakan apa itu?
Xiao Zhan, Xiao Wu, dan Long Tian, termasuk Yu Mei merasa sangat terkejut mendengar suara ledakan besar itu. Mereka pun menoleh melihat ke atas langit ke tempat ledakan itu berasal.
.........
Wush!
Dari tempat ledakan itu terjadi, secara perlahan-lahan dan sebuah bayangan yang semakin jelas, mereka segera mengetahui apa penyebab ledakan itu terjadi.
Terlihat tubuh Xiao Cai yang sedang tak sadarkan diri sedang terbang melayang dengan kecepatan tinggi, dan terlihat pula tubuhnya sedang mengarah ke tempat kelompok Xiao Zhan, dan yang lainnya berada.
Tap!
Dengan sangat cepat Tubuh Xiao Cai telah mendarat mulus dipermukaan tanah, dan tubuhnya itu terbaring tak sadarkan diri yang tidak jauh dari hadapan semua orang.
.........
Melihat secara jelas siapa sosok pemuda yang sedang terbaring itu, sontak membuat Xiao Zhan merasakan familiar, dan menjadi sangat terkejut.
"Ca- cai Er!" Dengan riak wajah cepat berubah menjadi dipenuhi kesedihan dan berlinangan air mata jatuh dipipinya, segera ia berlari menghampiri tubuh Xiao Cai.
"Ca- cai Gege ..." Begitu juga dengan Xiao Wu, wajah cantik dan anggun yang sedang menahan rasa amarah, seketika berubah menjadi penuh dengan rasa kekhawatiran saat ia mendapati tubuh Xiao Cai sedang terbaring tak sadarkan diri, ia pun juga segera ikut berlari menghampiri tubuh Xiao Cai.
"Xi- xiao Cai?! Ap- apa yang terjadi kepadanya?" Yu Mei terkejut melihat pemuda yang ia sukai tiba-tiba muncul dan terbaring tak sadarkan diri dihadapan matanya. Seketika ia pun merasa sangat sedih dan begitu khawatir. Namun, apalah daya ia tidak bisa melihat lebih dekat kondisi Xiao Cai, dan ia hanya bisa melihat Xiao Cai dari kejauhan yang sedang terbaring dipenuhi dengan luka. Lalu, air mata mulai perlahan jatuh, dan membasahi wajah cantiknya.
.........
"Ca- cai Er! Apa yang terjadi padamu, Nak? Bagaimana bisa kamu terluka seperti ini ..." Xiao Zhan berteriak histeris sedih sembari memangku kepala Xiao Cai diatas pangkuannya.
Hatinya bergetar hebat, ia mendapati tubuh putranya telah dipenuhi dengan luka. Tetapi yang membuatnya sangat syok berat adalah ketika ia merasakan urat nadi Xiao Cai berdetak sangat lambat, seakan nyawa Xiao Cai kapan saja bisa melayang.
"Cai Er ... Maafkan ayah, nak ..." Tangisnya semakin tersedu-sedu. Ia merasa telah menjadi ayah yang tidak berguna, dan merasa marah karena ia tidak bisa melakukan apapun untuk membantu Xiao Cai di pertempuran.
Bug!
Dibelakang Xiao Zhan, seketika Xiao Wu jatuh terduduk lemas setelah ia melihat secara jelas kondisi Xiao Cai. Dia merasakan kehidupan yang dimiliki Xiao Cai perlahan sudah mulai redup, "Cai Gege ..." linangan air mata semakin mengalir deras membasahi wajah cantiknya.
.........
"Ca- cai Er ..."
Begitu juga dengan Xiao Xin yang telah selesai dari mengumpulkan seluruh orang Keluarga Xiao, dan telah menyampaikan apa yang telah diperintahkan Xiao Zhan kepadanya, saat ia hendak memberitahu dan menghampiri Xiao Zhan, ia malah dikejutkan dengan sebuah pandangan yang mengerikan.
Ia melihat dari jauh tubuh putranya telah dipenuhi dengan luka mengerikan dan melihat putranya sedang tak sadarkan diri dipangkuan Xiao Zhan.
Segera ia berlari menghampiri tubuh Xiao Cai dengan air mata yang sudah membasahi wajah tuanya.
"Anakku, apa yang terjadi padamu? Mengapa kau menjadi seperti ini, Hiks, Hiks ..." Xiao Xin menangis tersedu-sedu sembari membelai dan mengusap wajah putranya yang kulitnya sudah mulai berubah menjadi dingin.
Seketika rasa kebahagiaan dari keberhasilan memenangkan peperangan yang panjang, digantikan dengan perasaaan sedih yang teramat dalam, hingga membuat batin dan jiwa Xiao Zhan dan Xiao Xin menjadi bergetar hebat.
"Ti- tidak, Nak! Ti- tidak, Cai Er! Kau tidak boleh mati nak, kami tidak mau kehilangan dirimu lagi ..."
"Dewa! Mengapa kau melakukan ini kepada putraku!" Tangis Xiao Xin yang semakin menjadi-jadi saat mendapati detak jantung putranya sudah mulai berhenti berdetak. Ia berteriak sekencang-kencangnya sembari air mata kesedihan mendalam dari seorang ibu semakin mengalir deras membasahi wajah tuanya.
Xiao Zhan hanya bisa terpaku membatu dan diam mendengar teriakan Xiao Xin, dengan berlinangan air mata, ia menatap sedih tubuh dingin Xiao Cai.
.........
"Ini semua terjadi akibat ulah Sekte Pedang Surgawi yang menyerang Keluarga Xiao, jika saja mereka tidak menyerang kami, Cai Gege tidak akan harus mati seperti ini!" Wajah Xiao Wu seketika dipenuhi dengan rasa penuh benci dan amarah, lalu ia bangkit berdiri dari posisi duduknya.
Dan ia menatap kearah Yu Mei dengan wajah penuh amarah yang tidak terbendung, "Yu Mei, aku akan membunuhmu!" Teriak Xiao Wu yang dibarengi dengan Aliran Qi Pink mulai merembes deras keluar dari dalam tubuhnya.
Duar!
Seketika udara yang sedang berhembus disekitarnya dengan cepat berubah menjadi diselimuti Riak Douqi berwarna Pink, hingga menciptakan sebuah ledakan sangat mencekam dan itu bisa membuat siapa saja berada disana akan merasakan kengerian dari Riak Gelombang Douqi Pink itu.
"Hiks, Hiks, Wu Er ..." Xiao Zhan dan Xiao Xin melirik Xiao Wu yang lepas kendali, mereka berdua terkejut melihat reaksi Xiao Wu itu.
.........
Setelah itu, Xiao Wu yang sedang dilanda rasa amarah sangat besar didalam hatinya, ia tidak lagi mendengar panggilan dari Xiao zhan dan Xiao Xin itu.
Wush!
Segera Xiao Wu melesat menghilang dengan sangat cepat sembari mengepalkan tinjunya yang telah dilapisi sebuah Douqi Pink ditangannya.
Bzt!
Kepergiannya membuat riak bayangan gelombang kejut Douqi Pink muncul ditempat ia berdiri sebelumnya.
"Nona muda, jangan ge- ..."
Long Tian melihat amarah tak terbendung Xiao Wu, itu membuatnya menjadi sangat khawatir. Jika Nona mudanya memaksakan kekuatan didalam tubuhnya keluar, itu bisa merugikan tubuhnya sendiri. Ia sempat hendak mencegah Xiao Wu yang sedang menyerang Yu Mei, tapi dia telat selangkah dari Xiao Wu.
.........
"Ga- ..." Yu Mei terkejut melihat Xiao Wu tiba-tiba menyerangnya, dia yang sedang dalam posisi terikat, membuatnya tidak bisa menghindari pukulan dari Xiao Wu.
Ia pun hanya memejamkan mata dan dengan pasrah ia hendak menerima pukulan Xiao Wu yang mengarah kepadanya.
.........
"Yu Mei, matilah kau!"
Xiao Wu semakin mempertebal Douqi Pink ditangan kanannya, lalu ia muncul tepat didepan mata Yu Mei, dan segera ia melayangkan sebuah pukulan ganas yang hendak mengenai tubuh Yu Mei.
Namun, saat pukulan Xiao Wu hendak menghantam tubuh Yu Mei, tiba-tiba pukulannya ditahan dan ditangkis oleh sebuah tangan dari seseorang yang tiba-tiba saja muncul diantara mereka.
Tap!
"Aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya!" Sebuah suara wanita tiba-tiba terdengar disana.
Xiao Wu merasa terkejut melihat kemunculan seorang wanita yang bisa dengan sangat cepat menahan dan menangkis pukulan darinya.
Ia melirik, dan menatap wajah wanita itu dengan tatapan dingin, "Anda? Kaisar Yi Xian?" Ucapnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
#BERSAMBUNG ...